Pengenalan Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah

Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah adalah sebuah media pembelajaran terbaru yang dimiliki oleh FKIP Unsyiah. Melalui media ini, diharapkan masyarakat FKIP Unsyiah mampu menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Adapun tujuan khusus dari kelas rintisan ini adalah mahasiswa mampu menciptakan, mengelola, dan mengembangkan sebuah media ajar berbasis ICT sehingga memudahkan anak didik maupun mahasiswa itu sendiri untuk memperoleh informasi secara cepat, dimana pun, dan kapan pun mereka kehendaki.
Bentuk dari kelas ini hampir sama dengan blog. Mahasiswa dapat membuat sebuah bahan ajar di blog miliknya ini, ataupun mengikuti blog mahasiswa lain yang ada di kelas ini.
Pendaftaran di Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah.
  • Yang pertama sekali adalah kamu harus membuat sebuah akun di Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah. Untuk itu, klik DISINI.
  • Setelah kamu membuka alamat di atas, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
create new account
  • Klik Create New Account, maka akan tampil tampilan di bawah ini.
pendaftaran
  • Isi semua data yang kosong, jangan sampai ada yang tertinggal. Yang paling penting disini adalah pengisian alamat Email kamu. Kamu harus yakin bahwa alamat Email yang kamu isi tersebut adalah Email yang masih aktif dan sering kamu gunakan.
  • Setelah itu, klik Create My New Account.
  • Selanjutnya, Admin dari Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah akan mengirimkan sebuah Email ke alamat Email yang kamu isi tadi.
  • Sekarang Login Ke EMAIL kamu, jika pesan dari admin tadi tidak ada di Inbox kamu, maka kamu dapat mencarinya di folder SPAM (jika kamu pengguna GMAIL).
  • Buka Email dari Admin tersebut.
  • Klik pada alamat konfirmasi yang ada pada email yang dikirim tadi.
  • Selesai!!. Kamu sudah memiliki akun di Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah.

Beberapa hal yang harus kamu lakukan jika kamu lupa password di Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah.
Adakalanya, kamu lupa dengan password Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah. Hal ini biasa terjadi pada mahasiswa FKIP Unsyiah yang disebabkan oleh jarangnya atapun tidak pernah mengakses Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah ini sehingga mereka “lupa”. Namun, dalam hal ini kamu tidak perlu lapor Polisi apalagi KPK. Yang dibutuhkan hanyalah sedikit kemauan dan kerja keras. Ok, sekarang kita akan melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengembalikan Password Rintisan Kelas Online eBelajar kamu.
  • Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengecek keaktifan alamat Email yang kamu pakai pada saat pendaftaran Rintisan Kelas Online ini.
  • Jika alamat kamu Email kamu masih berfungsi, maka kamu dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. (Jika alamat Email kamu lupa atau tidak aktif lagi, maka, loe – gue- END!!!…tidak perlu lanjut ke tahap selanjutnya!)
  • Sekarang buka website Rintisan Kelas Online eBelajar.
  • Lalu cari Lost Password, atau perhatikan saja tampilan di bawah ini.
Lost password
Atau, cari kata Help Me To Login, seperti tampilan di bawah ini.
lupa password
  • Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini.
halaman konfirmasi 1
  • Yang paling PENTING disini adalah kamu TIDAK PERLU mengisi kedua kolom kosong tersebut, cukup pilih salah satu saja. Dalam hal ini, saya sangat menganjurkan untuk mengisi kolom Email address.
  • Isi dengan alamat Email yang kamu isi sewaktu melakukan pendaftaran.
  • Lalu Klik OK.
  • Sekarang, Admin akan mengirim EMAIL KONFIRMASI PERTAMA ke Email kamu (karena dalam hal ini, Admin Rintisan Kelas Online eBelajar akan mengirimkan 2 EMAIL KONFIRMASI).
  • Buka Email kamu, jika tidak ada di Inbox, berarti ada di Spam atau Trash.
Cek email
  • Klik pada Email kiriman dari Admin Rintisan Kelas Online eBelajar. Lalu perhatikan tampilan ini.
Email konfirmasi 1
  • Klik kanan pada Link (biasanya berwarna biru) yang ada di dalam Email tadi, lalu pilih Open In A New Tab. Maka kamu akan melihat tampilan di bawah ini.
Halaman Konfirmasi 2
  • Jika alamat Email kamu tertampil seperti yang ada di tampilan di atas, maka Klik Continue.
  • Sekarang, Admin Rintisan Kelas Online eBelajar akan mengirimkan Email KEDUA kepada kamu. Untuk itu, Klik Spam atau Trash yang ada di Email kamu lagi. Lalu buka Email yang baru saja dikirimkan tadi. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
Email konfirmasi 3
  • Sekarang kamu sudah memiliki password Rintisan Kelas Online baru. Lakukan seperti yang diperintahkan di gambar di Atas.
  • Jika sudah, perhatikan dan lakukan perintah yang ada di dalam gambar di Bawah ini.
Login
  • Jika kamu sudah melakukan perintah di atas, maka kamu akan mendapat tampilan di bawah ini. Perhatikan bagian sudut kanan atas, untuk memastikan bahwa itu benar-benar akun milikmu.
Selesai
  • SELAMAT!!! Kamu Berhasil. Dan Jangan LUPA LAGI YA!
Ok, sekian dulu pengenalan Rintisan Kelas Online eBelajar FKIP Unsyiah dari saya. Saya berharap, saya bisa membuat postingan terbaru mengenai tata cara mengelola Rintisan Kelas Online eBelajar ini.
Jika ada yang belum jelas, silahkan tinggalkan komentar di bawah, kamu bisa memilih sebagai Anonymous. Terima Kasih sudah baca.
Note : Jika Gambar terlihat Kecil dan Kurang Jelas, maka bawa pointer mouse pada gambar, klik kanan, lalu pilih Open Image in A new Tab.

The Basics of Mendelian Genetics

 

MendelGregor Mendel was a monk who was born in Austria on July 22, 1822. He is a scientist who laid the foundations of inheritance (heredity). Mendel collecting and planting different types of pea plants (Pisum sativum) in the convent garden. Then he did on the cross-breeding plants that are determined and studied for seven years. Mendel chose peas for this experiment for the following reasons:

  • Pea plants easy to grow.
  • Quickly produce offspring and short-lived plants.
  • Pea plants have several different characteristic which are easily distinguished, there are :

Dominant

Recessive

Tall plants Short-trunked plants
Purple flowers White flowers
Pods color is Green Pods color is Yellow
Round seed shape Wrinkles seed shape
Flower is located at the tip of the stem Flower is located along the stem
The color of mature seed is green The color of mature seed is yellow
Pods form smooth Pods form is curved
  • Pea plants are generally able to perform self-pollinating because these plants have perfect flowers. In addition, pea plants are also easily crossed.

The results of Mendel's research, was introduced at a scientific meeting, organized by the Association of a natural scientist at Brunn, in 1865. Then, in 1866 Mendel's scientific papers distributed to various libraries in Europe and America. However, no one scientist who considers the results of Mendel's research is important. The results of Mendel's research, was recognized after 40 years later and Johan Gregor Mendel is known as The Father of Genetics.

Ok, now we turn to the simple crosses that have been discovered by Mendel. Before that, you should know the meaning of Pure Line, Hybrid, Monohybrid, until Dekahybrid.

For convenience, I will give you a simple understanding of some words above.

  • Pure Line: Organisms that have a homozygous genotype.
  • Hybrids: F1 or first offspring that have different characteristic.
  • Monohybrid: The offspring that have 1 different characteristic.
  • Dekahibrid: The offspring that has 10 different characteristic.

(Remember! Mono = 1, Di = 2, Tri = 3, Tetra = 4, Penta = 5, Hexa = 6, Hepta = 7, Okta = 8, Nona = 9, Deka= 10)

Now, we will perform a simple cross. We take monohybrid crosses.

P (Parental) : Purple flowers >< White flowers

                         (PP)=Purple >< (pp)= White

G                  :                    P >< p

F                    :                   Pp (Purple, 100%)

If the F1 crossed with other F1, then:

F2                 :                   F1 >< F1

                                         Pp >< Pp

Results: by using tables

                

P

p

P

PP

(purple; homozygous)

Pp

(purple; heterozygote)

p

Pp

(purple; heterozygote)

pp

(white; homozygous)

Description of results:
1. Phenotype: different characteristic can be seen from the outside.

    Purple            : 3 (PP, Pp, Pp)

    White             : 1 (pp)

Genotype ratio  = 3 : 1

2. Genotype    : different characteristic at the gene level (not visible from outside)

    Purple, Homozygous : 1 (PP)

    Purple, heterozygote : 2 (Pp)

    White, homozygous   : 1 (pp)

    Genotype ratio          = 1: 2 : 1

Additional material that can help you to understand the crossover formula.

You can easily understand the crossing and determine the ratio of genotype and phenotype by looking at the constituent genes of an allele. (Remember! Homozygous alleles are composed of the same genes, such as PP. Heterozygous alleles are composed of different genes, for example Pp.)

Please read carefully the table below!

Crossing

Description of allele

Genotype

Phenotype

AA >< AA

Homozygous >< Homozygous

AA

AA

AA >< Aa

Homozygous >< Heterozygote

AA, Aa

A ●

AA >< aa

Homozygous >< Homozygous

Aa

Aa

Aa >< Aa

Heterozygote >< Heterozygote

1 AA : 2 Aa : 1 aa

3 A ● : 1 aa

Aa >< aa

Heterozygote >< Homozygous

Aa : aa

1 Aa : aa

aa >< aa

Homozygous >< Homozygous

aa

aa

Description :

1. If homozygous consists of uppercase letters (AA), it’s called dominant homozygous .
2. If homozygous consists of lowercase letters (aa),it’s called recessive homozygous.
3. The symbol "●" in the "Phenotype" means that these markers can be filled with "A" or "a".

Examples of dihybrid crosses.

If :             Parental :            Tall, Purple >< Short, white

                                                   (TTPP) >< (ttpp)

                  Gamete   :                          TP >< (tp)

                  F1            :                            TtPp (Tall, Purple; heterozygote)

Crossed F1 with F1, then :                 TtPp >< TtPp

                 F2            :

         ♂

TP

Tp

tP

tp

TP

TTPP

(tall, purple)

TTPp

(tall, purple)

TtPP

(tall, purple)

TtPp

(tall, purple)

Tp

TTPp

(tall, purple)

TTpp

(tall, white)

TtPp

(tall, purple)

Ttpp

(tall, white)

tP

TtPP

(tall, purple)

TtPp

(tall, purple)

ttPP

(short, purple)

ttPp

(short, purple)

tp

TtPp

(tall, purple)

Ttpp

(tall, white)

ttPp

(short, purple)

Ttpp

(short, white)

 

The results and the ratio of the crossing above.

Genotype

Phenotype

Phenotype frequency

Genotype frequency

TTPP

Tall, flower is Purple

1

9

TTPp

Tall, flower is Purple

2

TtPP

Tall, flower is Purple

2

TtPp

Tall, flower is Purple

4

TTpp

Tall, flower is White

1

3

TtPP

Tall, flower is White

2

ttPP

Short, flower is Purple

1

3

ttPp

Short, flower is Purple

2

ttpp

Short, flower is White

1

1

So:
1. Genotype ratio is = 1: 2: 2: 4: 1: 2: 1: 2: 1
2. Phenotype ratio is = 9: 3: 3: 1

At last, this is the genetic material that I could give today, thank you for reading. I apologize, because only today that I can share something. I will try harder to post regularly. Hopefully useful^_^

Makalah tentang Pentingnya Pengelolaan Kelas oleh Seorang Guru

Makalah tentang Pentingnya Pengelolaan Kelas oleh Seorang Guru


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Suatu kondisi yang optimal dapat tercapai jika guru mampu siswa dan sarana pengajaran serta mengedalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar.
Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha pengorganisasian lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajar yang menimbulkan proses belajar (Uzer Usman, 1988:6).

Dari kutipan di atas mengandung makna bahwa gurulah yang mengatur mengawasi dan mengelola kelas agar tercapainya proses belajar mengajar yang berarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Syarifudin Nurdin bahwa guru sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar, memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran (Syarifudin Nurdin, 2002:1).

Di samping itu pula guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuannya (Uzer Usman, 1998:10).
Dari beberapa keterangan di atas telah menunjukan betapa pentingnya suatu pengelolaan kelas yang baik agar tercapainya proses belajar mengajar yang akhirnya berdampak baik terhadap pencapaian prestasi belajar mengajar siswa atau anak didik. Karena dorongan itulah maka perlu adanya suatu penelitian yang mengamati tentang usaha apa yang akan dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas maka dalam penelitian ini penulis mencoba mengamati guru dalam mengelola kelas agar tercapainya proses belajar mengajar.



B. Rumusan Masalah
Dari beberapa uraian diatas,timbul beberapa permasalahan sebagai berikut :
  • Usaha-usaha apa yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas ?
  • Bagaimana proses pelaksanaan belajar mengajar yang efektif di sekolah ?
  • Bagaimana memanfaatkan efektifitas waktu belajar siswa ? 


C. Tujuan Pembahasan

Dari uraian diatas, penulis mempunyai tujuan pembahasan, diantaranya sebagai berikut :
  • Mencoba meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya
  • Mahasiswa mencoba melaksanakan tugasnya sebagai calon pendidik (Guru) untuk memberikan beberapa variasi metode belajar,guna menghindari kejenuhan siswa dalam belajar.
  • Meningkatkan produktifitas waktu belajar siswa,guna tercapainya efektivitas belajar siswa dalam kaitannya dengan pendidikan Nasional.


D. Metode Pembahasan

Metode yang digunakan penulis dalam menyusun karya ilmiah ini adalah metode studi pustaka, yaitu mengutip, menyusun serta merumuskan kembali pernyataan para ahli dalam bidang pendidikan.


BAB II
KAJIAN TEORITIS


A. Hakikat Guru Sebagai Pembimbing Belajar Dan Pendidikan

Sebagaimana telah diuraikan pada pendahuluan, bahwa mendidik ialah
meminpin anak ke arah kedewasaan, jadi yang kita tuju dalam pendidikan ialah kedewasaan si anak. Tidak mungkin Seorang pendidik membawa anak kepada dewasanya bukan hanya dengan nasihat-nasihat, perintah-perintah, anjuran-anjuran dan larangan-larangan saja. Melainkan yang utama ialah dengan gambaran kedewasaan yang senan tiasa dapat dibayangkan oleh anak dalam diri pendidiknya didalam pergaulan mereka (antara pendidik dan anak didik).

Seiring berjalannya waktu suatu pendidikan berubah mengikuti perkembangan jaman. Sehingga sampailah pada saat dewasa ini, guru bukan merupakan satu-satunya kontrol sosaial, melainkan dalam hal ini guru mempunyai posisi sebagai pasilitator setelah menjalankan fungsinya sebagai pelatih, pengajar dan pembimbing.
Manusai sejak lahir sudah di anugrahi fitrah, untuk membina dan mendidik serta melatih anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.

Ini digagaskan dalam Al- Qur’an QS. Ar-Rum ayat 30. Yang artinya : Maka hendaklah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah Fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Depag RI (992: 615).

1. Kode Etik Guru

Kode etik dapat diartikan tatalaksana pelaksana guru dalam Mengembangkan misi pendidikan. Adapun kode etik tersebut :

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk pembangunan yang ber Pancasila.
  • Guru menghendaki hak individu dan kepribadian anak didiknya masing-masing.
  • Guru berusaha mensukseskan pendidikan yang serasi (jasmaniah dan rohaniah) bagi anak didiknya.
  • Guru harus menghayati dan mengamalkan Pancasila.
  • Guru dengan bersungguh-sungguh mengintensifkan Pendididkan Moral Pancasila bagi anak didiknya.
  • Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasi anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun.
  • Guru membantu sekolah di dalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik.


2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
  • Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing.
  • Guru Hendaknya luas di dalam menerapkan kurukulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
  • Guru memberi pelajaran di dalam menerapkan kurikulum tanpa membeda-bedakan jenis dan posisi orang tua muridnya.


3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
  • Komunikasi guru dan anak didik di dalam dan di luar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang.
  • Untuk berhasilnya pendidikan, maka guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluargannya masing-masing.
  • Komunikasi guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik.


4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
  • Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah.
  • Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbal balik dengan anak didik.
  • Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur.


5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
  • Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan.
  • Guru turut menyebarkan program-program pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitarnya,sehingga sekolah tersebut turut berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tempat itu.
  • Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.
  • Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya di dalam beraktivitas.
  • Guru mengusahakan terciptanya kerja sama yang sebaik-baiknya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah,orang tua murid dan masyarakat.


6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya. Guru melanjutkan studinya dengan hal-hal sebagai berikut :
  • Membaca buku-buku
  • Mengikuti lokakarya,seminar,gerakan kopersi,dan pertemuan-pertemuanpendidikan dan keilmuan lainnya.
  • Mengikuti penataran
  • Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian.
  • Guru selalu bicara, bersikap, dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya.


7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
  • Guru senantiasa bertukar informasi, pendapat,saling menasihati dan bantu membantu satu sama lainnta,baik dalam kepentingan pribadi maupun dalam menunaikan tugas profesinya.
  • Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekanseprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupunpribadi.


8. Guru secara bersama-sama memelihara,membina,dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
  • Guru menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya.
  • Guru senantiasa berusaha meningkatkan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan.
  • Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-skap,ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan yang merugikan organisasi.


9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerinah dalam bidang pendidikan.
  • Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan.
  • Guru melekukuan tugas profesinya dengan diplin dan rasa pengabdian.
  • Guru berusaha membantu menyebarkan kebijaksanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kjepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
  • Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan di lingkungan atau di daerah sebaik-baiknya.


(Dikutip dari buku landasan Organisasi PGRI)


2. Guru sebagai pembimbing, pengajar dan pendidikan


Banyak diantara guru yang merasa bahwa pekerjaan sebagai guru adalah rendah atau hina jika dibandingkan dengan pekerjaan kantor atau bekerja disuatu PT. Hal ini disebabkan pandangan masyarakat terhadap guru masih sempit, suatu pandangan yang umumnya yang bersifat materialistik, hanya pada duniawi belaka.
Dari uraian dimuka telah jelas bahwa pekerjaan guru itu berat, tetapi luhur dan mulia. Tugas guru tidak hanya “mengajar”, tetapi juga “mendidik”. Maka untuk melakukan tugas sebagai guru, tidak sembarangan orang dapat menjalankannya. Sebagai guru yang baik harus memiliki syarat-syarat yang di dalam undang-undang No 12 tahun 1945 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia, pada pasal 15 dinyatakan tentang guru sebagai berikut :
“Syarat utama untuk menjadi guru, selain ijazah dan syarat-syarat yang mengenai kesehatan jasmani dan rohani, ialah sifat-sifat yang yang perlu untuk dapat memberi pendidikan dan pengajaran seperti yang dimaksud dalam pasal 3, pasal 4 dan pasal 5 undang-undang ini”.

Di samping persyaratan diatas,tentu masih banyak syarat yang lain yang harus dimiliki guru jika kita menghendaki agar tugas atau pekerjaan guru mendatangkan hasil yang lebih baik.

B. Manajemen Waktu Belajar Siswa

Waktu belajar merupakan masa dimana para siswa mendapatkan pengajaran. Suatu tujuan pendidikan akan senantiasa dapat tercapai dengan baik apabila di tunjang oleh alokasi waktu yang baik,akan tetapi efektivitas waktu bukan satu-satunya factor penunjang keberhasilan pendidikan.lingkungan sebagai bentuk pendidikan informal juga dapat mempengaruhi terwujudnya suatu tujuan pendidikan.
Proses pendidikan senantiasa harus mengacu kepada manajemen atau alokasi waktu yang baik.hal ini berarti waktu sebagai Batasan (kontrol) proses berjalannya suatu pendidikan.


C. Proses belajar mengajar

1. Pengertian belajar

Terdapat berbagai sumber mengenai pengertian belajar,diantaranya sebagai berikut :
  • a. menurut Reber pengertian belajar di bagi ke dalam dua definisi ,yaitu
    • “Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan”
    • “Belajar merupakan suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatip langgeng sebagai hasil latihan,” (Muhibbin Syah:1995:90)
  • Menurut Sardiman (1986:23) bahwa “Belajar adalah proses interaksi natara diri manusia berwujud pribadi, fakta, konsep atau teori”.
  • Menurut Hoard kinglay (1957:12) bahwa “Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau di rubah melalui pratek dan pengalaman”.


2. Kesiapan Belajar

Setiap bahan pelajaran dapat diajarkan pada anak secara epektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak diantaranya sebagai berikut :

a. Perkembangan intelek
Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukan bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dengan cara memberi arti bagi doiri sendiri.


b. Kegiatan belajar
Dalam mempersiapkan bahan pelajaran Biasanya kita susun bahan pelajaran yaitu yang umumnya disebut sebagai satuan pelajaran.



c. Sepiral kurikulum
Kurikulum bukan sesuatu yang setatis tertutup, tetapi merupakan sepiral terbuka. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar, yang disusun atau dibentuk disekitar prinsip-prinsip, masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya.


3. Minat dan motif belajar


Pembangktan motif belajar pada anak, sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan kurikulum,sistem kenaikan kelas,sistem Ujian,serta menekankan kontiunitas dan pendalaman belajar.
Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam sustu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat.Minat atau perhatian ini sangat erat kaitannya dengan proses belajar siswa di sekolah.

Pembangkitan minat belajar siswa ada yang bersifat sementara (jangka pendek).dan ada juga yang bersifat menetap (jangka panjang). Beberapa hal yang dapat diusahakan untuk membangkitkan belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pelajaran yang berarti pada anak menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (Discovery),menerjemahkan apa yang dapat diajakan dalam bentuk pikiran yang yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.


BAB III
PEMBAHASAN


A. Komponen Proses Belajar Mengajar


Sebagaimana telah di kemukakan pada uraian bab II, bahwa belajar merupakan, suatu proses perubahan tingkah laku indifidu melalui interaksi dengan lingkungan (Oemar Hamaliah, 1978:50). Ini berarti proses tercapainya suatu tujuan pendidikan sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: bentuk pendidikan 
metode pendidikan, bahan kajian pendidikan, profesionalisme pendidik (Guru).


Maka dalam kesempatan ini penulis mencoba memaparkan beberapa upaya dalam meningkatkan kinerja guna tercapainya prestasi belajar yang membanggakan.
Bentuk pendidikan baik informal (Lingkungan), non formal (keluarga), maupun formal (Sekolah) merupakan salah satu penunjang tercapainya suatu tujuan pendidikan maka dalam hal ini pendidikan memberikan stimulasi yang kuat terhadap proses pembelajaran itu sendiri bentuk pendidikan tertentu akan sangat mempengaruhi pembelajaran siswa di sekolah sebuah bentuk pendidikan yang memegang erat tujuan pendidikan nasional senantiasa akan mencapai tujuan itu sendiri dengan baik.

Pendidikan ialah pimpinan orang dewasa terhadap anak dalam perkembangannya ke arah dewasaan. M. Ngalim Purwanto (1998:19) bahwa tujuan pembelajaran di sekolah ialah membawa anak pada kedewasaannya , yang berarti ia hurus dapat menentukan diri sendiri dan tanggung jawab sendiri.
Namun pada kenyataannya di lapangan anak belum mengenal diri sendiri “Aku” baru pada puberitas anak mulaa mengenal “Akunya”, mulai Memilih dan mengenal nilai-nilai hidup.


B. Proses Belajar Siswa


Kegiatan belajar tidak dapat di lepaskan dari belajar, karena keduanya merupakan dari dua sisi dari sebuah mata uang. Hawa Syaodih (2005:131). 
belajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Apa bila kita mengkaji teori-teori belajar pada bab II, hampir seluruhnya di kembangkan atau bertolak diri dari belajar.

1. Belajar intuitif
Pengamatan menunjukan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penelitian di sekolah, tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksfisit, dan pada kemampuan anak memproduksikan penguasaan anak secara verbal dan numerical.

Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat di rumuskan secara pasti dan teliti, lebih merupakan suatu monuver yang di dasarkan pada persepsi inplisif dari keseluruhan masalah.
Intusi adalah penguasaan dan pengenalan tak langsung dengan menggunakan metode formal analisis dan pembuktian-pembuktian. 


2. Belajar bermakna

Ausubel Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar, yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dalam struktur ide yang telah ada.
Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran di sejikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna, pada proses pembelajaran discovery learning (mencari) karena bahan pelajaran di sajikan belum selesai, maka si pelajar harus mencari menyelsaikan sendiri. 
Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu stuktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Stuktur kognitif adalah segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan belajar yang lalu.

Syarat dalam proses pembelajaran bermakna adalah:
  • Materi yang di pelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi.
  • Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari.
  • Siswa harus mempunyai kemajuan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan stuktur kognitifnya.

Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide baru yang punya makna, penuh arti, jelas nyata pembedaannya dengan yang lain. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan Mengingat konsep-konsep inti. Maka merupakan isi dari stuktur kognitif,yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial di satukan dengan struktur kognitif.


C. Kesiapan Belajar

Bahan pelajar diajukan kepada anak semua efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. Mengerjakan suatu bahan pelajaran kepada anak adalah memprensentasikan strutur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut.
Pengajaran merupakan suatu translation suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat di sepresikan dengan sebenar –benarnya dan sebaik-baiknya dengan tingkat anak pada tingkat usia tertentu.

Menurut Piaget (2005:142) ada empat tingkat perkembangan anak, yaitu

  • Tingkat sensory motor: masa lahir sampai dengan 2 tahun merupakan tingkat perkembangan kemauan bergerak dan merespon terhadap rangsangan.
  • Tingkat preoperasional: masa 2 sampai 7 tahun yaitu bentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan.
  • Tingkat anak sekolah: masa 7 sampai 11 tahun merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semeta-mata aktif.
  • Tingkat formal operation: masa 11 sampai 14 thun, merupakan kegiatan intelektual anak di usia ke atas kemampuan berpariasi pada tingkat hepotesis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman atau terbatas pada apa yang telah dikenalkan.
Sebuah proses pembelajaran siswa akan senantiasa efektif apabila di tunjang oleh beberapa komponen pendidikan diantaranya sebagai berikut:

1. Perencanaan pengajaran.
Perencanaan di maksudkan agar program pengajaran hendaknya dapat menjadikan guru lebih siap dalam mengajar dalam perencanaan yang matang. Dalam pengajaran sekurang-kurangnya harus mempersiapkan hal-hal tersebut:
  • Tujuan
  • Bahan pelajaran
  • Kegiatan belajar mengajar
  • Metode, media dan sumber

Mengenai kelima komponen ini Seorang guru dituntut untuk dapat mempersiapkan atau membuat perencanaan pengajaran dengan mempertimbangkan dan memperhatikan kebutuhan siswa serta perkembangan intelektual dan imosionalnya.

2. Penyesuaian program dengan situasi kelas
Program pengajaran adalayh pengembangan kurikulum pada taingkat kelas yang dalam pelaksanaannya yang bersipat plesibel ini berarti perkembangan kurikulum tingkat intitusi pengembangan kurikulum tingkat bidang studi (GBPP), termasuk perkembangan kurikulum tingkat kelas (Program Pengajran), dalam pelaksanaannya menghendaki penyesuaian, antara lain dengan situasi kelas. 
Pentingnya penyesuaian program pengajaran ini dengan situasi kelas ini karena digunakannya asas lingkungan.

3. Penyesuaian jenis interaksi belajar mengajar
Hal yang penting untuk di perhatikan guru kelas perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran ialah interaksi belajar mengajar yang berlangsung selama proses belajar mengajar.
Yang perlu mendapat perhatian guru selama dilaksanakannya program pengajaran dalam hal interaksi belajar mengajar ini ialah penggunaan berbagai jenis interaksi belajar mengajar ke arah yang optimal dengan demikian, interaksi belajar mengajar yang berlangsung tidak hanya guru kepada siswa saja, tetapi juga interaksi timbal balik antara guru dan siswa. 


BAB IV
PENUTUP


A. Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas,maka dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
  1. Profesionalisme Guru dalam mengalokasikan waktu belajar siswa didorong oleh rasa tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik yang harus mencapai tujuan pendidikan semaksimal mungkin yang sesuai dengan GBPP yang berlaku
  2. Proses belajar mengajar yang di tunjang oleh loyalitas dan disiplin tinggi akan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lancar dan kondusif. Hal itu karena tidak lepas dari peranan yang besar dari guru-guru dalam mengelola kelas.
  3. Untuk mencapai tujuan pembelajaran siswa,perlu adanya Variasi metoda pembelajaran siswa, guna membangkitkan minat dan bakat belajar siswa dalam kaitannya dengan pendidikan Nasional.


B. Saran
  1. Hendaknya guru-guru yang mengajar lebih meningkatkan lagi peranannya dalam pengelolaan kelas, sehingga dengan demikian akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
  2. Hendaknya untuk kelancaran KBM, para siswa juga ikut berperan aktif dalam KBM sehingga akan terjalin suatu hubungan yang harmonis antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa lainnya.
  3. Untuk kelancaran KBM hendaknya lembaga menyediakan sarana dan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar.













































































































































Structure and Function of DNA

On this quiet night, I'll give you a little knowledge that I have had about DNA, although there are still shortcomings in the use of English, I really hope that you can give criticism and advice. Ok, let's get started.
In 1953, a scientist from British,Francis Crick and a scientist from United States, James Watson, has managed to find the molecular structure of DNA. Both managed to formulate a model of DNA structure which named as the structure of the Double Helix.
The basic unit of nucleic acids (DNA and RNA) are called nucleotides and nucleic acids is a polynucleotide. Each nucleotide consists of three components that are connected by covalent bonds. These three components are pentose sugars, nitrogen bases, and phosphate groups. Pentose sugar called deoxyribose in DNA, while the RNA is called ribose. Nitrogen bases include the purine and pyrimidine.
Pyrimidine bases in DNA include cytosine (C) and thymine (T). Purine bases in the DNA consisting of Adenine (A) and guanine (G). RNA contain the same purine bases of DNA.However, the arrangement of pyrimidine bases in RNA is different, namely thymine replaced by uracil (U) so that the pyrimidine bases in RNA is different, the RNA is composed of cytosine and uracil. Phosphate groups on nucleic acids to form an association with a pentose via phosphodiester bonds. A nucleotide consists of the following sections.
nucleotide
Nucleotides to form a polymer or polynucleotide's the length varies. Complete DNA molecule may consist of several thousand to several million nucleotides depending on the species of organism. In contrast to DNA, RNA nucleotides to vary between 100-100000or more nucleotides.
The structure of the DNA double helix consists of two polynucleotide strands are entwinedin a spiral shape. The nucleotides that form a series with the deoxyribose and phosphate as the backbone (backbone). Two polynucleotide strand is complementary(complementary pairs) with each other since before there is always a pyrimidine purine or vice versa. Usually, dealing with thymine adenine, guanine, while dealing with a cytosine. Both nitrogen bases are connected by hydrogen bonds. The second strand has a nucleotide backbone antiparallel position that is usually read 5 'to 3'. DNA structure and its components can be seen in the picture below.
DNA
DNA has the ability to reproduce itself through the process of replication. This process is very important role when cell division will do. So the division of the daughter cells will carry the results of DNA replication so that the parent contains the same genetic material as its parent. DNA is also able to form RNA and protein synthesis for the benefit of other components required for protein synthesis in cells.
Thus the genetic material that I give. May be useful for all. Thanks for reading. Feel free to comment.

Windows Media Center Open Without Command (open automatically)

2 days ago, one of my friends came and brought his friend's laptop. He told me that he want to re-install the laptop because all the programs that exist in the laptop has been locked.
Once I see it, it's true, all the computer program's icon into the icon windows media center (except for Adobe Reader). I tried to go into "msconfig", but that opens the Windows Media Center. This also happens when I try "Run".
I do not stop here, there are several other ways that I do, such as:
  • Trying to get into the Turn Windows features on or off. But I failed, because when I click “Turn Windows features on or off”, it’s open the WMC (Windows Media Center). However, if you can go into this feature, you should to uncheck the Windows Media center. Here's how:
    • Select the Start menu, then select Control Panel.
    • Select the program and features.
    • On the left side of Windows Programs and Features, select “Turn Windows features on or off”.
Programs and Features
    • Windows features will appear, and then locate and click the Media Center, remove the check in Windows Media Player.
Windows Features
    • Restart your computer.

  • Tries through Default Programs. In this way, I tried to enter the "Set Program Access and Computer Defaults, but still appear Windows Media Center. If there are can go into this feature, then follow the following ways:
    • Select the Start menu, then select Default Programs.
Deafault Program
    • Then select “Set Program Access and Computer Defaults, then select “Custom”.
set Program access and Computer defaults
    • Find “choose a default media player”, check your media player on your computer other than Windows Media Center.
    • Restart your Computer.
As I say, both the above does not work on the laptop earlier. Therefore, I mentioned to meet my best seniors on campus. The one says that the computer has to be reinstalled because of the damage caused by viruses. Another senior who said that the windows registry that has been damaged windows. Eureka .. this is the way I think is very logical, because the virus has been developed at this stage of the registry so it can close other programs that exist on the laptop.
Finally I tried it. But before that, you the first thing that you should do is to turn off service of the Windows Media Center, so that you can open "regedit". Here's how to turn off the service from Windows Media Center:
  • Open the start menu then type “service”, and select those services.
service
  • Discover Windows Media Center Receiver Service, and click 2 times after it was discovered.
Service2
  • On the General tab, find the “startup type”, then change to “Disable”.
  • Also Discover Windows Media Center Scheduler Service, and do the same thing as above.
Now the service of your Windows Media Center has stopped. Next, you must have another computer that is normal to be able to backup the registry, in this case I use CCleaner. After doing a normal backup of the computer registry, then add this registry into the Archive by using WinRar, then copy it into the broken computer and click 2 times on a registry backup before, once completed, restart your computer. This works on the computer I mentioned above.
So this is the tips and tricks from me, if still can not be done, please give comments below. Thanks for reading.

How To Install Windows XP Themes

windows_xp_logo
Many great artists submitting to this site are designing complete visual themes for Windows XP/2003 comprised of different components such as shellstyles, wallpapers, sounds, visual styles, screensavers, icons, and cursors. ThemeXP distributes not only complete themes, visual styles and wallpapers separately, but also has Windows XP logins and bootscreens, as well as icons (.iconsets). A visual theme will consist of a .theme file and several other elements of the authors choosing (from the items listed above), of which a visual style (.msstyles) file is mandatory. If there is a single self-installing executable file inside the download, just unzip it and install. If the files are separate, then there should be a .theme file and an associated folder with the visual style and other author inclusions inside the .zip, (if it's packaged correctly).Visual Styles
If your download only consists of a visual style (.msstyles) file inside the .zip, then open it using your favorite install software(Or the Windows default software in the Control Panel.
  • Logins
The simplest and safest way to change a login screen is to use a quality third-party application. If you feel comfortable doing it manually though, here are some excellent instructions courtesy of bFarber Logins (bfarber.com).
  1. In Explorer, browse to C:\Windows\System32 and find the file named "logonui.exe".
  2. Rename "logonui.exe" to "logonui.exe.bak". This way if anything messes up...you have a backup.
  3. Place your new login in C:\WINDOWS\SYSTEM32 and rename it to logonui.exe.
  4. That's it! Now when you log off your new login screen will be there.
  • Wallpapers
  1. Download the wallpaper .zip file to your computer.
  2. Extract the .jpg file from the .zip and open it in Microsoft Windows Picture and Fax Viewer.
  3. Right-click on the image and choose "Set as Desktop Background".
  4. Your new wallpaper should appear as your desktop background.
  • Boot Screens
The simplest and safest way to change a boot screen is to also use a quality third-party application. If you feel comfortable doing it manually though, here are the complete instructions for doing so.
  1. In Explorer, browse to C:\Windows\System32 and find the file named "ntoskrnl.exe".
  2. Copy "ntoskrnl.exe" to "ntoskrnl.exe.bak", (COPY not RENAME). This way if anything goes wrong...you will have a backup.
  3. Extract the files inside the .zip file you downloaded to a temporary location of your hard drive, but NOT to C:\Windows\System32.
  4. Reboot your computer into Safe Mode (hit F8 before the boot screen appears) or into true DOS mode (from a boot disk)
  5. Browse to where you extracted the files for your new boot screen in Explorer and select the correct file to copy to C:\Windows\System32. If you have SP1 for Windows XP installed use ntoskrnlsp.exe, otherwise use ntoskrnl.exe. IT IS VERY IMPORTANT TO USE THE CORRECT FILE, OR YOUR SYSTEM WILL LOCK UP ON BOOT.
  6. If using ntoskrnl.exe, copy the file to C:\Windows\System32 overwriting the existing ntoskrnl.exe, (which should have been backed up).
  7. If you are going to use ntoskrnlsp.exe, delete ntoskrnl.exe in the temporary folder and rename ntoskrnlsp.exe to ntoskrnl.exe. Then copy the file to C:\Windows\System32 overwriting the existing ntoskrnl.exe, (which should have been backed up).
  8. All done! Reboot your computer as you normally would and enjoy your new boot screen.
  • IconSets
The only way to apply Icon Sets is to use Style XP 2.0 from TGT Soft. To work with an Icon Set, start Style XP and click on the 'Icons' button. From there things should be pretty well self-explanatory using Apply, Add, Delete, etc.
  • Explorer Bar Icons
The only way to apply Explorerbar (.iebarzip) icons is to use "TuneUp Utilities". If this is your first set that you are applying, create a directory title 'ExplorerBar' in 'C:\Windows\Resources\' and extract the .iebarzip file from your download to that location. Future downloads of this type can then be extracted to that location directly. TuneUp Utilities and will find them automatically. To apply ExplorerBar icons, start Style XP and click on the 'ExplorerBar' button. From there things should be pretty well self-explanatory using Apply, Add, Delete, etc.

Source : Theme XP
How to Prevent The human from adverse Monera Members

How to Prevent The human from adverse Monera Members

Today, I will give a material about the microbiology about how to prevent pathogenic bacteria that are harmful to our bodies.
Bacterial pathogens as members of Monera is very detrimental to living beings, especially humans, livestock, and crops. To prevent or reduce the danger posed by pathogenic bacteria, humans take the following ways.

Vaccination

Vaccination is a way of disease prevention by providing vaccines, ie bacteria that have been weakened. The vaccine is injected into humans and animals body to provide immunity against certain diseases. Vaccines in human or animal body encourage the formation of antibodies in the blood. If at any time, active bacteria possessed the body,the bacteria will be resisted or inhibited by substances antibody.

Sterilization

Sterilization is the destruction of all life forms, for example in food preservation.Sterilization is done by heating at 121 ° C for 15 minutes with pressure. Usually done in an autoclave or pressure cooker. Sterilization will kill bacteria, spores, and other organisms. In microbial studies, sterilization is also required to obtain pure cultures. Pure culture is a culture that consists of only one microbial species or the result of a multiplication of microbial cells are grown on artificial medium.
To improve the results of sterilization, then the tool which used for sterilization must be sterilized. Sterilization of tools or mediums can be done physically (eg by heating,ultraviolet, and X-rays), mechanically (with filtering), and chemically (with disinfectant).

Warming is a common way in the process of sterilization. Some ways of heating is usually done for sterilization as follows.
  1. Sterilization with blazing. This is for sterilization platinum needle, loop, and so on. The trick is to burn the tools mentioned above methylated spirit lamp to incandescence.
  2. Sterilization with dry air. The Equipment which used to this way is hot water sterilizer. This method is used for sterilization of equipment and materials such as glass, fabrics, and cotton. Temperatures used 170 ° C-180 ° C with a minimum time is 2 hours.
  3. Sterilization with steam. This method is used for sterilization of materials containing liquids, such as culture medium. The tool which used is Arnold steam sterilizer. Most microbes die at a temperature of 100 ° C.
  4. Sterilization with steam pressure. This technique uses an autoclave with a pressure of 2 atm and the temperature is 121 ° C for 30 minutes.

In addition to heating, sterilization can also be done by filtering. Sterilization by filtration is used for materials that are not heat resistant (eg blood serum and toxin). The Filters which used is the filter bacteria, for example Berkeled filters, Chamberland filters, and Selzt filter.

Pasteurization

Pasteurization made ​​to sterilize materials that are not high heat-resistant with the goal of killing the bacteria that exist in it. For example the preservation of milk, premises heating 60 ° C for 30 minutes and then cooled. Once cool, heated again until it reaches a temperature of 60 ° C. This activity is carried out until 3 or four times. Pasteurization will kill pathogenic bacteria, but non-pathogenic bacteria remain alive so that food is not sterile.


Food Preservation

Preserved foods need to overcome the activity of bacteria that can spoil food and cause toxicity. Food preservation can be done traditionally, such as drying, curing, pickling,salting, and Sweeting (Make food to very sweet).
The principle of Preservation is to provide an environment that is  not ideal for bacterial life.With this treatment, the concentration of bacterial solution in the external environment more dense so it can happen plasmolysis and bacteria will die from lack of water. Food preservation can also be done in the conventional example by sterilization,pasteurization, freezing, refrigeration, using chemicals, as well as with radiation. Cool environment causing bacteria inactive. Therefore, if the food removed from the cooling, the presence of bacterial activity will be indicated immediately.


That's all, I hope this material may useful.

Software Review: Google Chrome

Google Chrome, a browser software that gives a new look in the browser world. Very different from pre-existing browser. And indeed, many current browsers 'mimic' Chrome browser view.

Some advantages of Chrome :
  • Java-script is a very fast loading. Java-script is a programming language that is currently very widely used by webmasters. This language provides a dynamic web interface and attractive. With Chrome, you can quickly get the best view from it.

  • Have very good security. Chrome has sandboxing and malware warning. This of course helps us in terms of security. The sandbox is a “sands box” Chrome, which serves stores Cache and other information from the website we have visited.

  • Chrome instant Page. With the help of this feature, we do not need to type “http” or “www” because Chrome already has a prediction that has been connected to www.google.com. So you no need to  fear to mistype the address, because Chrome will display the 'associated' addresses  with our typing. And the interesting thing is, when we type something in the address bar, then Chrome will soon be predicting an address from our web history and another address that has a high Page Rank.

  • Built-in Flash and PDF reader. With this feature, you no need to download the Adobe Flash or PDF Reader. Because Chrome already provide it. But remember, you also need to update the Flash player to view flash on your browser to be optimal.

  • Interface. Minimalist and very powerful. You can see by yourself.

  • Fast Opening. When you open The Chrome for the first time, you no need to wait for a long time.

Chrome Interface

  • Adding Tabs with easy and attractive.


  • It supports HTML 5.

Chromium deficiency.
  • Only the online version of the installer that can be updated, and for online version installation, requires a fast connection.


  • Do Not Open too many tabs, because it will take a great resource.


Conclusion:
If you want a web experience with a great and simple appearance, and has good security, then use Google Chrome.
 
Download Here
 
 
The Mechanisms of Biological Evolution

The Mechanisms of Biological Evolution

Biological evolution occurs with a particular mechanism. Some of the mechanisms that lead to the occurrence of evolutionary biology of these are events of changes in the nature or mutation, selection, and changes in gene frequency.
Biological evolution occurs due to genetic variation and natural selection. Darwin said that the offspring of the marriage will vary. Offspring according to the environment will survive, while the offspring who did not adapt will become extinct. The variation in the offspring may occur through genetic mutation and recombination of genes in a single offspring.

  • Gene Mutation.
Mutation is one of the causes of variation. In living cells, DNA is a chemical structure that constantly changes, especially when it is undergoing replication events. Generally,changes in the structure can be repaired immediately. However, there are some changes that can not be repaired or there is a failure in DNA repair. This causes a mutation known as gene mutations. Gene mutation is a change in the structure of genes (DNA) that can cause changes in the nature of an organism and is declining. By changing the structure of DNA there will be a different gene expression giving rise to new traits in organisms.
The change will cause the formation of the nature of variation within an organism. The existence of mutation events can alter the composition of alleles in a population. For example, a mutation of  A gene will be  a gene will increase the frequency of  a alleles in the population. Conversely, mutation of a gene into A gene will increase the frequency of A in the population.
  • Selection.
Events in the natural selection of living beings due to the influence of industrialization and the use of insecticides. For example, because the effect of air pollution due to industrialization, the bark where it perched by butterflies that had been colored from white to black. This causes the butterflies that had changed color to from white to black too, adjusted the color of the bark where the animals landed. Discoloration of the butterfly is one attempt to protect themselves from predators.
  • Changes in Genotypic Frequencies within Populations.
Total collection of genes in a population at a particular period is referred to as a collection of genes (genetic pool). This gene collection consists of all pairs of genes or alleles at all loci of genes that were present in all individuals making up the population.gene frequency is the comparison between genes or genotyping the one with the other genotypes in a population. For example, in a region there is a population of plants with red flowers symbolized genotypes AA and plants with white flowers for aa that are equally adaptive. If carried out a cross you will get such plants as follows:

P             : 50% AA                                   ><                         50%
F1           :                                               100%
Gametes : A = 50%                                                           a = 50%
Genotype 50% A 50% a
50% A 25% AA 25% Aa
50% a 25% Aa 25% aa

So the frequency of genes in F2 = 25% AA    : 2 (25%) Aa   :  25% aa
                                                    = 25% AA    : 50% Aa         : 25% aa
                                                    = 1/4 AA      : 1/2 Aa           : 1/4 aa

Based on the results of the calculation above, the genotype frequencies will be balanced when F2 equal to the product of the frequency of genes from each parent, or can be expressed with the symbol (A + a) x (ax A) = A + 2Aa + a or AA + 2Aa + aa.

  • Several Factors That Cause Changes in The Population Genotype Frequencies.
    1. Mutation.
    2. Natural selection.
    3. Migration.
    4. Genetic recombination and selection.
    5. Genetic drift.

  • Adaptation, Speciation, and Extinction.
Adaptation is the ability of an individual to adjust to the environment. Adaptation is a genetically controlled trait that helps an organ or an individual to be able to live and breed in accordance with the environmental habitat.
Biodiversity on this earth, is the result of two main processes of speciation and extinction. The species is a group of interconnected mating (interbreeding group) and different from each mating group to another. An organism is said as a species if they are able to mate and produce fertile offspring. Groups within a species have much in common, whether genetic, morphology, physiology, and behavior.
The process of forming new species and different from the previous species in evolutionary terms is called speciation. The process of forming new species can be caused by several things, there are hybridization, domestication, and reproductive isolation.


Until here the material for today from me. For some reason, my inspiration ends here.Maybe I'll connect it to another time. Thanks for reading. May be useful for a loyal visitors of Sky of Shiroi Kiba.
Classification

Classification

At this time, I will share the English language course material. I get this material in SBI class , which is a special class for students of  FKIP. This material is themed on the classification. I hope with this material, we can add our insight.


First of all, How Classification Began.
Organizing items not only makes them easier to find. It can also make them easier to understand. One tool biologists use to organize living organisms in classification. Classification is the grouping of objects or information based on Similarities. The branch of biology that groups and names organisms based on their characteristics is called Taxonomy.
Hundreds of years ago, the Greek philosopher Aristotle developed the first widely accepted biological classification systems. He started with groups, plants and animals. Then he divided plants into three groups, there are herbs, shrubs, and trees depending on size and structure. he divided animals into groups according to characteristics such as physical differences and habitat or where they lived. Aristotle’s system was useful for a while. But he had grouped together some organisms that really had very little in common. For example, he grouped birds, bats, and flying insects together because they could fly.
In the early 1700s, Carl Linnaeus developed a system of classifying organisms that is still used today. Linnaeus based his system on physical and structural similarities of organisms. For example, he classified plants according to their flower structures. This method of classifying showed the relationships of organisms.

Furthermore, How Are Species Identified?
Linnaeus developed a two-word naming system called Binomial Nomenclature. This system identifies specific species. The first word identifies the Genus. A Genus is a group of similar species. The second word is called the Specific Epithet, which often describes a characteristic of the organism. The species name is made up of both the genus name and the specific epithet. For example, the species name for modern human is Homo Sapiens. Homo is the name of the genus human are in. Sapiens is a Latin word for “wise”.


Modern Classification
Scientists who study taxonomy are called Taxonomists. They try to identify and classify organism based on a number of things. These include the external and internal structures of the organisms as well as where the organisms lives. Taxonomists also consider the genetic makeup of organisms to reveal their evolutionary relationships to other organisms.


What are some uses of Taxonomy?
Classification gives biologist a framework that allows them to study the relationship between living and extinct organisms. For example, this framework allows biologists to study the relationships between birds and dinosaurs.
Biologists have found that the bones of some dinosaurs have large internal spaces. So do the bones of birds. Dinosaurs and birds skeletons have other similarities. Because of these findings, some biologists believe that dinosaurs are more closely related to bird than to reptiles.
Taxonomy can be useful tool for scientists who work in such areas as agriculture, forestry, and medicine. For example, a child might eat berries from a plant in his or her backyard. The parents would rush the child and a sample of the plant to the hospital. A scientist in the poison control center could identify the plant and the doctors would then determine what treatment might be necessary.
Taxonomy can also help the economy. Taxonomist can discover new sources of lumber, medicines, and energy. For example, a taxonomist might know that a certain species of pine tree contains chemicals that make good disinfectants. It is possible that a closely related pine species could have the same useful substances. So instead of having one source of chemicals, there are maybe two sources.


How Living Things Are Classified
A classification system makes it easier to find things. For example, one of two ways the books in library are classified is by fiction and nonfiction. the fiction books might then be divided into adult, youth, and children’s books to make it easy for readers to find just the right book.
Living organisms are divided by groups called Taxa (singular, taxon). The taxa range from having very broad characteristics to much more specific characteristics. The smallest taxon is species. At the species level, looks alike and are able to breed with one another. The next largest taxon is genus. At genus level, there are is a group of similar species that are closely related.
However, in some sources, I found a smaller taxon. this is due to an in-depth research on a species.


Here's one of them.
Classification of humans (Homo sapiens)

Natura - nature
Mundus Plinius - physical world
Naturalia - natural bodies
Biota
Domain Eukaryota - eukaryotes
Kingdom Animalia C. Linnaeus, 1758 - animals
Subkingdom Bilateria (Hatschek, 1888) Cavalier-Smith, 1983 - bilaterians
Branch Deuterostomia Grobben, 1908 - deuterostomes
Infrakingdom Chordonia (Haeckel, 1874) Cavalier-Smith, 1998
Phylum Chordata Bateson, 1885 - chordates
Subphylum Vertebrata Cuvier, 1812 - vertebrates
Infraphylum Gnathostomata auct. - jawed vertebrates
Superclass Tetrapoda Goodrich, 1930 - tetrapods
Series Amniota
Mammaliaformes Rowe, 1988
Class Mammalia C. Linnaeus, 1758 - mammals
Subclass Theriiformes (Rowe, 1988) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997
Infraclass Holotheria (Wible et al., 1995) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997
Superlegion Trechnotheria McKenna, 1975
Legion Cladotheria McKenna, 1975
Sublegion Zatheria McKenna, 1975
Infralegion Tribosphenida (McKenna, 1975) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997
Supercohort Theria (Parker & Haswell, 1897) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997 - therians
Cohort Placentalia (Owen, 1837) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997 - placentals
Magnorder Epitheria (McKenna, 1975) M.C. McKenna & S.K. Bell, 1997
Superorder Preptotheria (McKenna, 1975) McKenna, in Stucky & McKenna, in Benton, ed., 1993
Grandorder Archonta (Gregory, 1910) McKenna, 1975
Order Primates C. Linnaeus, 1758 - primates
Suborder Haplorrhini Pocock, 1918
Infraorder Simiiformes Haeckel, 1866
Parvorder Catarrhini É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812
Superfamily Hominoidea (Gray, 1825) Gregory & Hellman, 1923
Family Hominidae™ Gray, 1825
Subfamily Homininae™ (Gray, 1825) Delson & P. Andrews, in Luckett & Szalay, eds., 1975
Tribe Hominini™ (Gray, 1825) Delson & P. Andrews, in Luckett & Szalay, eds., 1975
Subtribe Hominina™ (Gray, 1825) Delson & P. Andrews, in Luckett & Szalay, eds., 1975
Genus Homo™ C. Linnaeus, 1758 - people
Homo sapiens™ C. Linnaeus, 1758 - human
Homo sapiens sapiens™ C. Linnaeus, 1758 – human
 
Source : Taxonomicon
   
What are the different taxonomic groups?
As you can see from the above, a subspecies is the most specific group. A genus is a groups of similar species. A family is a taxon of similar genera. An order is a taxon of similar families. A class is taxon of similar orders. A Phylum is a taxon of similar classes. (Plant taxonomists use the taxon division instead of phylum). A kingdom is a taxon of similar phyla (plural for phylum). TRY THIS MEMORY TOOL to help you remember the order of the groups from kingdom to species: keep putting chocolate out for goodness sake. The FIRST LETTER of each words stand for one of the taxa.


Are there other ways to classify plants and animals?
We will use the six-kingdom classification system. However, there are several other classification systems. For example, the classification that I gave above, they add domains includes all six kingdoms.


That's it for today's materials, may be useful for all of us. I want to thank to all who have helped me, like:
  1. Suhartono, M. Sc., who has given this lecture material.
  2. Handbook of Glencoe/McGraw-Hill.