Showing posts with label Ecology. Show all posts
Showing posts with label Ecology. Show all posts

Bagaimana Jika Burung Laut Mangsa Hiu Macan

Burung Albatross berkaki hitam (Phoebastria nigripes)

Dalam posting ini, burung laut yang saya jadikan contoh adalah burung Albatross berkaki hitam. Burung Albatross berkaki hitam ( Phoebastria nigripes ) adalah sejenis burung laut yang memiliki ukuran lumayan besar. Burung ini termasuk ke dalam family Diomedeidae. Burung ini merupakan salah satu jenis burung yang membuat sarang dan terisolasi di pulau-pulau tropis bagian selatan. Tidak seperti burung laut lainnya, burung albatross berkaki hitam memiliki bulu yang berwarna gelap.
Burung ini dikenal setia terhadap pasangan. Mereka membutuhkan waktu 2 tahun untuk masa pencocokan dan membuat sarang. Sarang mereka sangat sederhana, hanya seperti lubang di pasir. Setelah sampai waktu bertelur, maka betina akan mengerami telur-telurnya. Setelah telurnya menetas, maka burung betina akan segera mencari makan, dan anak burung yang baru menetas tadi akan dijaga oleh burung jantan. Burung betina akan tetap memberi makan anaknya sampai berumur 140 hari. Sambil menunggu di beri makan, anak burung yang sudah berumur 80-140 hari, akan belajar untuk terbang. Mereka akan mengembangkan sayapnya, dan berkat bantuan angin yang kencang di pinggir pantai, burung ini akan mudah terangkat.

Hiu Macan (Galeocerdo cuvier)

Hiu Macam (Galeocerdo cuvier)merupakan salah satu hewan terakus di dunia. Hewan ini biasanya memakan ikan, singa laut, burung, hiu kecil, cumi-cumi dan penyu.. Bahkan, hewan ini juga sering menyerang manusia dan memakannya. Satu berita menarik mengenai hewan ini adalah pernah ditemukan ban bekas dan plat kendaraan bermotor di dalam perut ikan hiu ini.
Makanan utama hewan ini adalah ikan dan singa laut laut. Namun, dalam beberapa keadaan tertentu, hewan ini juga menyerang ikan pari, hiu kecil, cumi-cumi, penyu dan burung.
Nama macan, yang dalam bahasa inggris adalah “tiger”, diambil dari bentuk warna tubuh bagian atas hewan ini, bentuk warna pada tubuh hewan ini garis-garis putih, yang mirip dengan garis-garis pada macan.

Mengapa Ikan Hiu Macan Menyerang Burung Albatross berkakai hitam???

Untuk mendapatkan makanan secara optimal, hiu macan memiliki berbagai macam saingan, terutama saingan dari jenisnya sendiri. Hiu macan yang paling kuat akan memperoleh makanan dengan mudah, yaitu singa laut, yang bahkan sudah diburu oleh hiu macan yang lain. Bagi hiu macam yang masih muda, tentu saja hal ini sangat merugikan mereka. Mereka harus berjuang dengan hiu lain yang sudah dewasa dan lebih kuat darinya. Untuk itulah mereka mencari alternative lain. Mereka memakan cumi-cumi, kerang, dan ular laut.
Selanjutnya, pada saat musim melahirkan burung albatross tiba, mereka akan datang ke dekat pantai-pantai yang dijadikan sarang oleh para burung albatross. Mereka memanfaatkan burung albatross yang sedang mencari makan untuk anaknya. Namun, dalam hal ini, keberhasilan seekor hiu untuk menangkap burung albatross masih kecil, karena burung albatross lebih lincah dan pengalaman dari ikan hiu masih kurang. Panen besar mereka tiba saat anak-anak burung albatross belajar terbang. Seperti yang sudah saya katakana di atas, burung albatross jenis ini tidak terlalu susah untuk terbang, hanya dengan merentangkan sayap, tubuh mereka akan terangkat dengan bantuan angin. Dan hal inilah yang menjadi malapetaka bagi anak burung itu sendiri. Ketika mereka merentangkan sayap, tubuh mereka akan terangkat. Karena kurangnya pengalaman, saat mereka mengepakkan sayap, terkadang arahnya berbeda dari yang mereka inginkan. Hal ini juga berlaku ketika mereka jatuh ke dalam air. Karena belum bisa mengontrol secara penuh, burung albatross yang sudah jatuh ke dalam air ini akan menjadi mangsa ikan hiu macan.
Hiu macan yang sudah menunggu, tentu saja tidak akan membuang kesempatan ini, mereka akan langsung menerkam anak burung albatross tadi, dan apabila burung albatross itu terbang, hiu macan masih mampu memprediksi kemana jatuhnya anak burung albatross tadi.
Jadi, dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa alasan hiu macan memakan burung laut adalah:
  • Masih muda dan kurangnya pengalaman dari ikan hiu macan
  • Kerasnya persaingan antar sesama hiu macan
  • Masih muda dan kurangnya pengalaman dari burung albatross.
Untuk melihat bagaimana proses ikan hiu macan memakan burung albatross, lihatlah video di bawah ini.

Kelompok Ekosistem Darat

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membuat postingan tentang Ecology yang berjudul “Pengertian Suksesi dan Proses Terjadinya”. Nah, pada kesempatan kali ini, saya juga akan memposting yang ada hubungannya dengan Ecology. Postingan kali ini membicarakan tentang Kelompok Ekosistem Darat.
Sebelum membicarakan Kelompok Ekosistem Darat. Ada baiknya kamu mengetahui apa artinya Ekosistem itu. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dari pengertian ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Ekosistem itu terdiri dari makhluk hidup (komponen hidup) atau disebut juga dengan komponen biotik dan lingkungan (komponen tidak hidup) atau disebut juga komponen abiotik.
Ok, sudah sedikit jelas bukan???
Sekarang, kita akan masuk ke dalam pokok utama pembicaraan kita yaitu Kelompok Ekosistem Darat.
Ekosistem darat terdiri dari bermacam-macam bioma, antara lain bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan hujan tropis, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma tundra, bioma hutan lumut, bioma hutan mangrove, dan bioma sabana.
Bagaimana?? Dapatkah kamu memberikan ciri-ciri dari masing-masing bioma di atas??? Jika tidak, maka bacalah secara seksama ^_^.

1. Ciri-ciri bioma gurun

Gurun pasir
Bioma gurun umumnya terdapat di daerah tropika dan berbatasan dengan padang rumput. Bioma gurun mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Kecepatan evaporasi (penguapan) lebih tinggi dibandingkan dengan kecepatan presipitasi (penegembunan).
  2. Pancaran sinar matahari sangat panas.
  3. Perbedaan suhu antara siang dan malam hari sangat tinggi. Suhu pada siang hari sangat tinggi dan dapat lebih dari 40oC, tetapi pada malam hari sangat rendah.
  4. Currah hujan rendah sekitar 25 cm per tahun dan hujan turun secara tidak teratur.
  5. Keadaan gersang dengan tanah yang tandus.
  6. Kelembapan udara sangat rendah.
Keadaan hewan dan tumbuhan pada bioma gurun sebagai berikut:
  1. Tumbuhan semusim berbentuk kecil. Jika hujan, tumbuhan segera berbunga, berbuah, dan berbiji dengan cepat.
  2. Tumbuhan menahun bersifat Xerofit (tumbuhan yang dapat hidup di tempat/substrat kering), berdaun kecil, berduri, atau tidak berdaun misalnya kaktus, daun berlapis lilin, berakar panjang, dan memiliki jaringan penyimpanan air.
  3. Hewan gurun umumnya bertubuh kecil, mencari makan pada pagi dan malam hari, hidup di lubang. Misalnya binatang pengerat, ular, kadal, katak, dan kalajengking. Hewan gurun yang bertubuh besar memiliki kantong air, misalnya unta.

2. Ciri-ciri Bioma Padang Rumput

padang rumput
Bioma padang rumput terbentang dari daerah subtropis sampai ke daerah tropis. Bioma padang rumput mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Curah hujan pada umumnya antara 25-50 cm per tahun, tetapi hujan tidak teratur.
  2. Porositas (pori tanah) banyak, drainase cepat, dan tidak teratur, sehingga tumbuhan sukar untuk mengambil air.
Keaadaan hewan dan tumbuhan pada bioma padang rumput :
  1. Rumput setinggi 3 m, misalnya Bluestem dan Indian grases.
  2. Rumput pendek, misalnya Grama dan Buffalo grasses.
  3. Herbivora : bison di Amerika, kangguru di Australia, zebra, jerapah, dan gajah di Afrika.
  4. Karnivora : singa, serigala, dan ular.

3. Bioma Hutan Hujan Tropis/Hutan Basah (Tropical Rainforest)

hutan hujan
Hutan hujan tropis termasuk salah satu bioma yang iklimnya paling mantap. Daerah ini terdapat di daerah tropis dan subtropis yang banyak dijumpai di Amerika Tengah, Afrika, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Australia bagian utara.

Ciri-ciri hutan hujan tropis sebagai berikut :
  1. Curah hujan tinggi (200-225 cm per tahun) dan merata sepamjang tahun.
  2. Di dalam hutan, keadaannya lembab dengan suhu sekitar 25oC.
  3. Terdapat perubahan-perubahan iklim mikro (iklim setempat) yaitu iklim di lingkungan yang ada di sekitar organisme.
  4. Matahari bersinar sepanjang tahun sehingga perubahan suhu dari waktu ke waktu hanya sedikit.
  5. Vegetasi sangat lebat, ketinggian pohon antara 20-40 meter, tetapi beberapa jenis pohon dapat mencapai lebih dari 40 meter. Cabang-cabang pohon berdaun lebat membentuk suatu tudung atau kanopi yang menyebabkan  hutan menjadi gelap.
Keadaan hewan dan tumbuhan pada hutan hujan tropis.
  1. Jenis tumbuhan sangat beragam.
  2. Tumbuhan yang khas yaitu liana dan epifit (anggrek).
  3. Hewannya antara lain badak, babi hutan, harimau, burung, dan dijumpai hewan-hewan arboreal (hidup di atas pohon) misalnya kera.

4. Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)

hutan gugur
Hutan gugur terdapat di daerah iklim sedang dan mempunyai empat musim, yaitu musim dingin, musim panas, musim gugur, dan musim semi. Bioma hutan gugur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Curah hujan merata sepanjang tahun, yaitu antara 75-100 cm per tahun.
  2. Pohon-pohon yang dominan yaitu pohon yang berdaun lebar yang menggugurkan daunnya pada musim dingin.Tinggi pohon dapat mencapai 30-40 meter.
Hutan gugur iklim sedang ini terdapat luas di Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, dan secara lokal terdapat pula di Chili dan di Pegunungan Amerika Tengah.
Keadaan hewan dan tumbuhan pada bioma hutan gugur sebagai berikut :
  1. Terdapat pohon maple (Aler campester) dan oak (Quercus).
  2. Dijumpai hewan-hewan misalnya rusa, beruang, rakun, rubah, bajing, dan pelatuk.

5. Taiga (Subartic – Subalpine Needle – Leaved Forest)

taiga
Bioma taiga terbesar terdapat di bagian utara Amerika Utara, Eropa, dan Asia yang terbentang ke selatan di gunung-gunung yang tinggi. Bioma Taiga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Suhu pada musim dingin sangat rendah, dengan genangan air menjadi beku dan terjadi hujan salju.
  2. Pada musim panas pertumbuhan tanaman berlangsung antara 3-6 bulan.
Keadaan hewan dan tumbuhan pada bioma taiga sebagai berikut :
  1. Pohon yang hidup di taiga adalah konifer, misalnya spuce (Picea sp.), alder (Alnus sp.), birch (Betula sp.), dan juniper (Juniperus sp.).
  2. Hewan khas bioma taiga adalah moose (Axes sp.), beruang hitam, ajak, dan burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

6. Tundra (Elfin Woodland)

tundra
Bioma tundra ini terdapat di sekitar kutub dari belahan bumi utara dengan ketinggian di atas 2.500 meter.

Ciri-ciri bioma tundra sebagai berikut :
  1. Pada musim panas yang panjang keadaannya terang terus-menerus, sedangkan pada musim dingin yang panjang keadaannya gelap terus-menerus.
  2. Perubahan dari musim panas ke musim dingin terjadi secara cepat. Genangan-genangan air membeku dan genangan yang dangkal membeku sampai ke dasarnya.
  3. Tumbuhan semusim masa pertumbuhannya sangat pendek dan berbunga serempak dengan warna yang mencolok. Pada musim dingin tumbuhan itu dalam keadaan dorman (tidur).
Keadaan hewan dan tumbuhan pada bioma tundra sebagai berikut :
  1. Lumut kerak (Lichenes) dan lumut tipis, contoh : Sphagnum sp. Tumbuhan kayu biasanya kerdil, berdaun kecil, berambut, dan tepi menggulung.
  2. Hewan mamalia antara lain Muskoxen, Caribou, Reindeer, dan beruang kutub.
Hewan-hewan tersebut pada musim panas berbulu gelap. Hal ini erat kaitannya dengan penyerapan energi radiasi matahari , sedangkan pada musim dingin warna bulunya berubah menjadi putih untuk menjaga agar radiasi yang hilang dari tubuh tidak berlebihan. Selain itu, hewan-hewan kutub juga mempunyai lapisan lemak di bawah kulit yang tebal.

7. Hutan Lumut

hutan-lumut
Bioma hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut karena vegetasi dominan yang menutupi daratan berrupa tumbuhan lumut. Lumut tumbuh subur pada daerah pegunungan yang bersuhu rendah dan kelembapan tinggi. Lumut tersebut tidak hanya menutupi permukaan tanah dan bebatuan saja, tetapi juga menutupi batang-batang pohon, ranting, dan daun.

8. Hutan Mangrove

mangrove
Hutan mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai di daerah tropik maupun subtropik.

Ciri-ciri hutan mangrove sebagai berikut :
  1. Kadar garam (salinitas) air dan tanahnya tinggi.
  2. Kadar O2 pada air dan tanahnya rendah, dasar perairan berupa lumpur.
  3. Tumbuhan yang paling banyak dijumpai yaitu bangsa bakau yang meliputi Rhizophora sp., Bruguiera sp., dan Ceriops sp. Selain itu, terdapat pula tumbuhan lain misalnya Avicennia sp., Oncosperma filamentosum, dan, Nypa fruticans. Tumbuhan bangsa bakau mempunyai ciri daun tebal, kaku, dan berlapis kutikula yang tebal. Lapisan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air melalui daun secara berlebihan. Tumbuhan bakau mempunyai akar-akar yang banyak, rapat, dan kuat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang labil dan berlumpur. Sementara itu, untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berkadar O2 rendah, tumbuhan bakau mempunyai akar napas yang berfungsi untuk mengisap O2 langsung dari udara. Akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang laut.
  4. Hewan yang banyak ditemukan yaitu ikan, buaya, biawak, dan burung yang biasa bersarang di atas pohon. Dasar hutan bakau juga digunakan untuk meletakkan telur-telur berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting.
  5. Di Indonesia, hutan bakau banyak dijumpai di sepanjang pantai timur Sumatera, pantai selatan dan timur Kalimantan, sepanjang pantai yang rendah di Irian Jaya (Papua), dll.

9. Sabana/Savana

sabanaSaban dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya sebagai berikut :
  1. Sabana murni, bila pohon yang menyusunnya hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan.
  2. Sabana campuran, bila pohon yang menyusunnya terdiri dari campuran berbagai jenis pohon.
Sabana banyak dijumpai di daerah tropik dan subtropik yang curah hujannya rendah, seperti di Afrika, Kawasan Timur Indonesia (Nusa Tenggara), dan Australia.
Banyak para pakar berpendapat bahwa sabana berasal dari hutan yang rusak. Dalam suksesi berikutnya, terbentuk padan alang-alang yang gagal menjadi hutan lagi karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung sehingga hanya jenis pohon tertentu yang berasal dari sebagian relik hutan sebelumnya yang dapat tumbuh di antara padang alang-alang. Oleh karena itu, kuantitas vegetasinya cukup tinggi, sabana banyak dihuni fauna besar seperti kijang, zebra, singa, dan macan tutul.
Ok, demikianlah ciri-ciri dari Bioma Ekosistem Darat. Dari tulisan di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa “Setiap Bioma Memiliki Vegetasi tertentu yang Mendominasi”. Contohnya adalah bioma gurun, vegetasi yang mendominasi adalah Tumbuhan Kaktus.