Showing posts with label Unsyiah. Show all posts
Showing posts with label Unsyiah. Show all posts

5 Harapan dan 6 Impian untuk UNSYIAH

Kamu dari UNSYIAH? Apakah kampusmu ada hubungannya dengan syi'ah? 
Tiba-tiba saya menjadi SPB (Sales Promotion Boy) UNSYIAH.

Lambang Universitas Syiah Kuala
Lambang Universitas Syiah Kuala

UNSYIAH baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 56. Jika diibaratkan seorang manusia, orang yang berumur 56 tahun itu sudah pasti banyak pengalamannya. Banyak pula halangan dan rintangan yang telah dilaluinya. Semua itu, pada akhirnya, mampu membawa UNSYIAH untuk meraih Akreditasi A. Namun tetap saja, kemana pun saya pergi, saya harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa UNSYIAH tidak berafiliasi sedikitpun dengan paham “Syi'ah”.

Sebagai salah satu alumni UNSYIAH, saya sangat bangga dengan perkembangan UNSYIAH saat ini, terutama dari segi akademik dan sosial masyarakat. Sangat sering saya dengar bagaimana sepak terjang junior saya di tingkat nasional dan internasional. Tidak jarang pula saya mengucapkan Alhamdulillah ketika saya membaca nama-nama junior saya di beberapa artikel internasional. Begitu juga dengan pengabdian mereka kepada masyarakat, melalui kegiatan KKN, saya terpukau dengan ide-ide cemerlang mereka dalam membantu masyarakat. Mereka juga masih kritis dalam menanggapi beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Aceh. Saya sangat senang karena mereka tidak lupa dengan tanggung jawabnya dan berani turun langsung ke dalam masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Tan Malaka,

"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali"

Selanjutnya, sebagai seorang alumni UNSYIAH, tentu saja, saya memiliki harapan dan impian untuk UNSYIAH. Harapan ini tidak muluk-muluk, impiannya pun tidak meninggi-ninggi. Dari sekian banyak keinginan itu, saya rangkumkan menjadi 5 harapan dan 6 impian saja. Dengan satu keinginan pasti, semoga Allah meridhai dan UNSYIAH dapat menggapainya. 

Sebelum menjelaskan panjang lebar, ada baiknya saya terangkan sedikit mengenai makna harapan dan impian versi saya. Harapan adalah sebuah keinginan jangka pendek. Sedangkan impian adalah sebuah keinginan jangka panjang. Sangat sederhana bukan? Bagaimana definisi harapan dan impian menurut kalian?

5 Harapan Saya untuk UNSYIAH

Sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa dua per tiga (67 persen) dari mahasiswa menganggap fasilitas kampus merupakan salah satu faktor bagi mereka dalam memilih universitas. Oleh sebab itu, saya sangat berharap UNSYIAH lebih berbenah lagi dalam menyiapkan fasilitas karena fasilitas yang baik akan menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa baru dan dapat mendukung kegiatan akademik, baik bagi para mahasiswa, dosen, maupun stafnya. 

1. Listrik yang tidak pernah padam

Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di bumi Siliwangi, dengan bantuan teman PK 41 LPDP, saya bersama istri di bawa salah satu tempat perbelanjaan terlengkap di Bandung, namanya Borma. Sesuai dengan jingle-nya, “semua yang Anda cari, semuanya, ada disini”. Ya, semuanya ada di Borma. Semua peralatan ada, mulai dari peralatan dapur, sumur, dan kasur, semuanya ada. Namun, ketika saya mengambil lampu emergency, teman saya bertanya, “kamu beli lampu itu untuk apa? Saya jawab, “Ya kalau ada mati lampu, tidak perlu repot-repot lagi cari lilin”. Terus dia dengan bangga menjawab, “Oh, disini mah, tidak pernah mati lampu”. “TIDAK PERNAH MATI LAMPU”. Kata-kata itu terngiang-ngiang dalam pikiran saya sampai semester 3. Ya, benar sekali, selama saya tinggal disini, hanya 1 kali saja saya mengalami pemadaman listrik, itupun tidak lama. Selama disini, hujan hampir setiap hari, terus kalau sudah memasuki bulan Agustus, itu hujan lebat plus petir yang suara gemuruhnya bisa membuat jantung copot. Akan tetapi, lampu masih tetap nyala. Nah, kalau disana, jika sudah hujan plus petir, kita sebagai warga negara yang sadar akan ketidakmampuan PLN disana, tentu harus segera menyiapkan lampu emergency, atau paling tidak lilin.

Keadaan ini akan menjadi lebih parah jika kalian adalah seorang akademisi, dan kegiatan kalian berhubungan dengan laboratorium. Kalian bisa membayangkan, ketika kalian harus menumbuhkan bakteri dengan suhu tertentu, dan untuk memperoleh suhu tertentu itu kalian harus menggunakan incubator, dimana inkubator itu perlu listrik, dan listriknya padam. Apa yang harus dilakukan? Ya, paling istighfar, lalu mengulang kembali tahapan praktikumnya. Oleh sebab itu, UNSYIAH, di umurnya yang sudah menginjak 56 tahun, harus paham dengan masalah ini. Paling tidak, ada genset dan dana untuk genset di setiap fakultasnya. Hal ini penting sekali untuk kenyaman dan keberlangsungan kegiatan akademik di dalamnya. 

2. Memiliki Transportasi Umum Milik Kampus

Beberapa hari yang lalu, saya dikunjungi oleh salah satu junior saya yang sama-sama penerima beasiswa LPDP, cuma bedanya, dia akan melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah panjang lebar bercerita, sampailah pada pertanyaan, “bang, kalau di UI ada Bis Kuning (BiKun), kalau di IPB ada bus kampus, green bike, dan mobil listrik (MoLi), terus kalau di UPI, ada apa bang? Terus saya jawab, di UPI ada odong-odong hijau, cuma abang sama kakak lebih senang jalan kaki, toh disini tidak diijinkan bagi mahasiswa dan siswa untuk mengendari kendaraan pribadi di dalam kampus”. Terus dia Tanya lagi, “kalau di UNSYIAH ada apa bang?” Saya jawab, di UNSYIAH paling lengkap dek, semua ada. Ada labi-labi, ada Trans Kutaraja, ada kendaran pribadi, Dump truk pun ada, bentar lagi mungkin helikopter masuk ke lapangan tugu dek”.

Dari dulu, semenjak masih menjadi mahasiswa di FKIP Biologi. Saya selalu berpikir, kenapa banyak sekali lalu lalang kendaraan di dalam kampus. Jalan kampus penuh sesak. UNSYIAH perlu menyediakan aturan seperti di beberapa kampus lainnya, mahasiswa dilarang menggunakan kendaraan pribadi di kampusnya. Saat pertama kali mereka masuk kampus, mereka diharuskan memarkirkan kendaraannya, lalu berjalan kaki atau menggunakan tarnsportasi dalam kampus untuk menuju kampusnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan Green Lifestyle, yang mana selain bermanfaat untuk mahasiswa, juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

3. Integrasi Teknologi Informasi dalam Kegiatan pembelajaran dan Administrasi

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat, dan merambah ke segala bidang kehidupan kita. Dunia pendidikan pun tak luput dari dampak perkembangan tersebut. Oleh sebab itu, teknologi informasi bukan merupakan hal yang baru bagi para akademisi di UNSYIAH. Mengapa teknologi bisa berkembang secepat itu? Salah satu alasannya adalah teknologi informasi menawarkan kemudahan bagi penggunanya. 

Di UNSYIAH, saat ini sudah banyak penerapan teknologi informasi dalam hal adminitrasi, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran, hanya satu dua orang dosen saja yang benar-benar menerapkannya. Padahal, potensi penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran sangat besar, hanya saja masih banyak yang tidak mau memanfaatkannya. Saya sering mendengar, “aneuk manyak lawet nyoe, gadoh lale ngen hape (anak-anak sekarang, banyak yang sudah lalai karena hp)”. Padahal, dosen saya pernah mengatakan, “kenapa anak-anak menggunakan hp nya untuk bermain atau entertainment saja, ya karena pendidiknya jarang mau menggunakan hp tersebut ke dalam kegiatan pembelajarannya”. Untuk itu, kita harus cerdas dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi ini. Daripada melawan arus perkembangannya, lebih baik kita memanfaatkannya, bukan?


4. Fasilitas Internet yang Lancar dari Pagi sampai Sore

Sebelum saya menuliskan postingan ini, saya sudah bertanya kepada teman yang masih ada di UNSYIAH, “Bang, bagaimana internet di UNSYIAH saat ini? Lalu dia menjawab, “Seperti biasa, kadang-kadang sangat lancar, kadang-kadang ya salam”. Ternyata, keadaan internetnya masih sama seperti saat saya kuliah dulu. Saya sangat berharap kepada UNSYIAH agar segera memperbaiki fasilitas internet ini. Karena, untuk mendownload jurnal, itu perlu koneksi internet dengan IP UNSYIAH. Bukankah UNSYIAH sudah banyak berlangganan jurnal internasional? Jurnal yang telah UNSYIAH langgankan itu hanya bisa diakses dengan menggunakan IP UNSYIAH. Jika internetnya “ngadat”, bagaimana caranya untuk mendownload? Memang benar, Perpustakaan UNSYIAH saat ini menyediakan fasilitas download ini, tapi apakah untuk mendownload jurnal saja harus ke perpustakaan terlebih dahulu?

5. Civitas Akademika yang Peka untuk Merawat Kampus

Mengenai permasalahan ini, sebenarnya saya tidak berharap pada UNSYIAH-nya saja, namun kepada seluruh civitas akademikanya. Ada teman sekelas saya yang juga berasal UNSYIAH menceritakan kepada saya. “Bang, abang kenal dengan Ibu Fulan ini?” Saya jawab, “Ya, saya kenal, beliau dosen pembimbing saya, memangnya kenapa?” Si teman dengan semangatnya bercerita, “dulu kami pernah ke toilet, terus ketemu ibu itu, pas kami mau masuk, dia bilang, kalian jangan masuk dulu, lalu dia keluar toilet, memanggil seorang mahasiswi yang baru saja keluar toilet dengan suara yang besar, hei kamu, kamu yang baru saja keluar dari ini kan? Terus si mahasiswi meng-iyakan, terus si ibu menyuruh si mahasiswi untuk melihat keadaan toilet yang baru saja digunakannya, ini pasir dari sepatu kamu kan? Si mahasiswi kembali meng-iyakan, si ibu lalu mengatakan kamu itu sudah mahasiswa, masak cara kerja kamu begini. Kamu harus bersihin pasir begini sebelum meninggalkan toilet”. Itu merupakan secuplik keadaan di UNSYIAH (dulu, semoga saat ini tidak ada lagi).
Di lain kesempatan, saya juga sering melihat mahasiswa yang sedang naik tangga sambil menggesek tangan yang ada cincinnya sampai berbunyi pada pegangan tangga, lalu saya hampiri dia, sambil berjalan saya mengatakan, “oh pantas cat-cat di pegangan ini cepat sekali terkelupas, rupanya kerjaan kamu ya”. Ada juga yang suka menoret-coret meja dan busa di kursi, ada juga busa di kursi yang jebol (sepertinya yang duduk di kursi adalah saudara Hulk). Belum lagi dengan kebiasaan para mahasiswa dan mahasiswi yang suka membuang tissue di saluran toilet. Masalah ini sering saya dengar dari staf yang bekerja di UNSYIAH Hal tersebut sering membuat saluran pembuangan tersumbat. Mereka sebenarnya sudah lelah untuk mengingatkan. Oleh sebab itu, saya berharap kepada semua civitas akademika UNSYIAH untuk saling menjaga dan merawat UNSYIAH, kalau bukan kalian yang merawatnya, siapa lagi? Para petugas kebersihan? Jumlah mereka itu lebih sedikit daripada kalian, hanya mengharapkan mereka saja dalam merawat dan membersihkan UNSYIAH sama saja seperti melihat ombak yang membasahi bibir pantai, basahnya hanya sebentar saja.

6 Impian Saya untuk Unsyiah

1. UNSYIAH Masuk dalam Jajaran 10 Besar Universitas Terbaik di Indonesia 

Berdasarkan informasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengenai peringkat perguruan tinggi non politeknik Tahun 2017, UNSYIAH berada di urutan 27, jauh di bawah USU dan UNIMED. Oleh sebab itu, jangan heran jika banyak para mahasiswa baru dari Aceh lebih memilih kedua kampus tersebut dibandingkan UNSYIAH.


2. Jumlah Publikasi yang Semakin Meningkat Setiap Tahunnya 

Menurut Scopus, jumlah publikasi Indonesia berada di peringkat 3 di antara negara-negara ASEAn, berada di bawah Malaysia dan Singapura. UNSYIAH sendiri, total publikasi hingga 31 Mei 2016 adalah 642 dokumen, berada pada peringkat 14, tepat di bawah Universitas Andalas. UNSYIAH. Jumlah publikasi UNSYIAH terus naik sejak tahun 2008 dan rata-rata pertumbuhannya dalam 5 tahun terakhir adalah 27,06%. Saya sangat ingin pertumbuhan ini terus meningkat dan saya yakin UNSYIAH mampu melakukannya.

3. Menyiapkan Mahasiswa yang Menjunjung Tinggi Agama, Adat dan Budaya, serta Pancasila

Beberapa hari yang lalu, melalui lini masa media sosial, saya kembali melihat kehebohan tentang UNSYIAH. Saya pikir apakah ada mahasiswa UNSYIAH yang memenangkan kompetisi internasional, atau ada mahasiswa UNSYIAH yang menjadi pembicara di forum internasional, ternyata kasus “Korean Dance”. 

Indonesia itu negara kaya akan budaya. Indonsia memiliki lebih dari 700 suku, lebih dari 600 bahasa daerah, lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Namun kenapa masih bangga dengan budaya luar? Kenapa sangat bersemangat dengan tarian luar? Bahkan di Aceh sendiri ada sekitar 16-an tarian. Kenapa harus memilih tarian asing? Yang jelas-jelas tidak sesuai dengan agama, adat dan budaya Indonesia?
Dibalik kejadian tersebut, ada lagi yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Malah ada orang Aceh menganggap hal tersebut “wajar’, karena pakaian yang digunakan oleh “dancer”nya “sopan”. Saya ingin bertanya, standar “sopan” daerah mana yang digunakan oleh mereka? Standar “sopan” daerah Timur atau daerah Barat? Sebagai seorang mahasiswa, sangat penting untuk peduli dengan kekayaan adat dan budaya daerah kita sendiri, karena jika bukan mahasiswa yang melestarikan adat dan budayanya, terus siapa? Mau berharap orang dari negara lain yang melestarikannya? Yang ada malah diklaim sama mereka.

4. Meningkatkan Rasa untuk Berkolaborasi, Tidak hanya Kompetisi

Di dalam pendidikan, ada yang namanya asesmen. Selanjutnya, asesmen itu terbagi menjadi asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen dilaksanakan sepanjang kegiatan pembelajaran dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran, baik untuk pendidik maupun peserta didik. Sedangkan, asesmen sumatif dilaksanakan pada waktu tertentu, biasanya akhir semester dan bertujuan untuk memberikan nilai (judgment) terhadap peserta didik. Asesmen sumatif juga dikenal dengan evaluasi.

Sepanjang pengetahuan saya, lebih banyak asesmen sumatif daripada asesmen formatif yang dilakukan di UNSYIAH, akan tetapi kenapa mahasiswa UNSYIAH sangat getol dengan evaluasi? Sehingga dalam pikiran mereka yang tahunya hanya kompetisi saja? Yang penting saya dapat nilai tinggi, dapat IPK Cumlaude, bagaimanapun caranya. Saya tidak menafikan bahwa Cumlaude itu  penting, toh Menteri Ketenagakerjaan saja memberikan prioritas khusus untuk para lulusan Cumlaude. Namun, dibalik hal itu, saya merasa ada yang lebih penting, yaitu membangun “link”. Apa itu link? Saya yakin kalian semua pasti tahu “link” itu apa. Karena saya sadar, memiliki predikat Cumlaude saja tidak cukup untuk membangun Aceh ke depannya. 

5. Menumbuhkan rasa entrepreneurship kepada mahasiswa

Tahukah kalian berapa persentase ideal jumlah pengusaha di sebuah negara? Jawabannya adalah 2% (menurut David McClelland). Jadi, jika sebuah negara memiliki 2% pengusaha, maka negara tersebut dapat disebut sebuah negara makmur. Tahukan berapa persentase jumlah pengusaha di Indonesia? Jawabannya adalah hanya 1.8% saja. Sedangkan negara tentangga kita, Malaysia memiliki 5% pengusaha dan Singapura 7%. Jadi jangan heran mereka lebih maju dibandingkan dengan kita.

Sebenarnya, kita bisa memulai kegiatan enterprenership dari bangku kuliah. UNSYIAH pun sudah memahami masalah ini dengan mengeluarkan program bantuan. Namun, berdasarkan informasi dari teman saya yang juga peserta dari program tersebut, dia mengatakan jumlahnya pun tidak mencapai 2% dari jumlah total mahasiswa UNSYIAH. Kita tidak harus menjadi mahasiswa ekonomi untuk menjadi seorang pengusaha.


6. Memiliki Pusat Kegiatan Akademik di Aceh 

Sebagai Universitas dengan Akreditasi A di Aceh, saya ingin UNSYIAH menjadi pusat kegiatan akademik di Aceh. Sebelum ada orang yang mengatakan bahwa “di kaki tempat saya berdiri ini ada minyak”, terlebih dahulu dia harus meminta hasil penelitian para ahli di Teknik Pertambangan UNSYIAH. Sebelum ada orang yang mengatakan “ekonomi paling jelek di Aceh”, terlebih dahulu dia harus minta data dari ahli ekonomi UNSYIAH. Begitulah sewajarnya. Namun saat ini, hal itu sulit terjadi, ditambah lagi dengan keadaan politik kepentingan disana. Alhasil, UNSYIAH hanya jadi korban cemoohan masyarakat karena ulah mereka.

Demikianlah. Semoga semua apa yang harapkan dan impikan ini diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan semuanya terlaksana di UNSYIAH.

Cara Mendapatkan Akun HotSpot Wifi FKIP Unsyiah (2)

Cara mendapatkan akun hotspot wifi FKIP Unsyiah (2)
Tahun lalu, saya sudah membahas tentang cara membuat akun hotspot wifi FKIP Unsyiah. Pada saat itu, cara pendaftarannya menggunakan email dan harus berada pada lingkungan kampus Unsyiah. Nah, pada saat ini, cara pendaftarannya sudah dipermudah, bahkan sangat sangat mudah. Yaitu dengan menggunakan SMS, kamu bisa mendaftar dimana saja. Tapi, entah kenapa masih banyak para pendaftar yang salah ketika mendaftar. Kesalahan yang paling banyak adalah pada formatnya. Saya yakin hal ini disebabkan oleh ketidaktelitian dari para pendaftar.
Ok, sebelum berbicara lebih jauh, saya akan tunjukkan Format SMS untuk mendapatkan Username Hotspot FKIP Unsyiah. Ketik:

REG#WIFI#NAMA#NIM-PRODI

Penjelasan:
  • REG= Register, bukan berarti reguler, ekstensi, smnptn atau lain-lainPointing up.
  • WIFI= Itu sudah jelas kan?? Wifi. Bukan Fiwi. Jangan dibolak-balikPointing up.
  • NAMA= Nama lengkap kamu. Boleh pakai spasi ataupun tidak. Boleh huruf kapital semua, ataupun huruf kecil semua Pointing up.
  • NIM= Nomor Induk Mahasiswa milik kamu, harus lengkap (13 karakter) Pointing up.
  • Prodi= Program Studi. Boleh diisi dengan Nama prodi seperti Biologi saja, boleh juga dengan Pend. Biologi.
  • Perhatikan letak tanda pagar “#” dan tanda penghubung “-“.
  • IngatPointing up!!!  1 akun berlaku untuk 1 nomor handphone. Apabila ada yang membuat 1 nomor untuk beberapa pengguna, maka yang dipakai adalah nama pendaftar yang pertama.
  • Kalau lama di balas, harap bersabar saja, yang pasti akan dibalas.
  • Untuk saat ini, sangat diprioritaskan untuk mahasiswa FKIP Unsyiah terlebih dahulu.
  • Apabila salah satu dari persyaratan di atas tidak lengkap, maka sms kamu tidak akan ada balasanPointing up.
Bagaimana?? Sudah jelas bukan?? Nah, setelah semuanya selesai.. SMS tersebut mau di kirim kemana?? Untuk itu, coba kamu gunakan salah satu koneksi hotspot yang ada di FKIP Unsyiah. Pada saat kamu akan membuka halaman web, maka kamu akan di bawa ke halaman login FKIP. Nah, di halaman login FKIP ini akan tercantum nomor tujuan untuk pengiriman SMS kamu.

Selamat mencoba.

Level Pengukuran Pada SPSS

Screenshot (141)

Pada SPSS, hasil pengukuran suatu variabel dinyatakan dengan data. Data dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Di dalam SPSS, interval dan rasio digabung menjadi Scale.

1. Nominal

Data nominal merupakan data yang paling rendah levelnya karena data nominal hanya menghasilkan satu kategori saja, dan data dianggap setara. Misalnya jenis kelamin seseorang. Jika dia bukan seorang laki-laki, berarti dia seorang perempuan, begitu juga sebaliknya. Antara laki-laki dan perempuan mempunyai kedudukan yang setara, yaitu sebagai penunjuk jenis kelamin seseorang. Data nominal termasuk data kualitatif, yaitu data yang hasilnya tidak berupa angka dan tidak bisa dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya. Jika data berupa data nominal maka data tersebut diubah menjadi bilangan. Bilangan yang digunakan hanya sebagai simbol.

Misalnya 1 sebagai simbol warna merah, 2 sebagai simbol warna biru, dan 3 sebagai simbol warna hijau. Dalam hal ini 3 tidak berarti lebih tinggi dari 1 maupun 2. Begitu juga 1+2 bukan berarti 3 (merah+biru=hijau).

Contoh data yang masuk level Nominal: Jenis kelamin, agama, jenis warna.

2. Ordinal

Data ordinal memiliki level lebih tinggi dibandingkan dibanding data nominal. Pada data nominal data dianggap setara sedangkan data ordinal terdapat tingkatan data. Data ordinal termasuk data kualitatif, jika data berupa data ordinal maka data diubah menjadi bilangan. Bilangan yang digunakan adalah bilangan bulat dan sudah mengenal urutan tinggi rendah, besar dan kecil.

Contohnya adalah data tentang minat belajar mahasiswa. Minat belajar mahasiswa ada yang tinggi, sedang, rendah, dan rendah sekali. Jadi terdapat tingkatan data dan tidak bisa disamakan. Sama seperti data nominal, data ordinal juga tidak bisa dilakukan operasi matematika, seperti 1 sebagai simbol tinggi, 2 sebagai simbol sedang, 3 sebagai simbol rendah, dan 4 sebagai simbol rendah sekali. Jadi, tidak bisa dikatakan 1+2=3 (tinggi + sedang = rendah).

Contoh data yang masuk level Ordinal adalah banyaknya siswa, sikap guru terhadap kurikulum baru, dan sebagainya.

3. Interval

Data interval memiliki level yang lebih tinggi daripada data ordinal. Data interval termasuk data kuantitatif, yaitu data yang hasilnya berupa angka yang sebenarnya dan bisa dilakukan operasi matematika. Data interval merupakan data hasil pengukuran yang bisa berbentuk bilangan numerik bulat dan pecahan. Pada data interval tidak memiliki nilai nol mutlak. Artinya walaupun suatu data menghasilkan nol, maka data tersebut bernilai nol.

Contohnya data pengukuran suhu.

4. Rasio

Data rasio merupakan data yang paling tinggi levelnya diantara ketiga data yang lain. Data rasio termasuk kuantitatif, data yang berupa angka sebenarnya. Data rasio merupakan data hasil pengukuran yang bisa berbentuk bilangan numerik bulat dan pecahan. Data rasio memiliki nilai nol mutlak. Nilai nol mutlak disini artinya adalah jika datanya nol, berarti data tersebut tidak memiliki kuantitas. Misalnya jumlah mahasiswa yang hadir adalah 0, berarti tidak ada mahasiswa yang datang. Sama seperti data interval, data rasio bisa dilakukan operasi matematika. Yang membedakan data interval dengan data rasio adalah nilai nol mutlak.

Nah, biar lebih jelas, silahkan diperhatikan tabel berikut ini.

Data Nominal

Data Ordinal

Data Interval

Data Rasio

Data kualitatif Data kualitatif Data kuantitatif Data kuantitatif
Tidak dapat dilakukan operasi matematika Tidak dapat dilakukan operasi matematika Dapat dilakukan operasi matematika Dapat dilakukan operasi matematika
Data dianggap setara Data memiliki tingkatan Data mempunyai tingkatan Data mempunyai tingkatan
Nilai nol sebagai simbol Nilai nol sebagai simbol Tidak memiliki nilai nol mutlak Memiliki nilai nol mutlak
Contoh: jenis agama Contoh: Minat belajar Contoh: pengukuran suhu Contoh: Data tinggi badan

 

Silahkan bertanya pada kolom komentar di bawah ini…Smile

Cara Mendapatkan Akun HotSpot Wifi FKIP Unsyiah

Pada saat ini, penggunaan internet oleh mahasiswa semakin meningkat. Untuk menjawab kebutuhan itu, maka pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala menyediakan fasilitas internet gratis untuk para mahasiswanya. Untuk mendapatkan layanan internet gratis ini, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi oleh mahasiswa itu sendiri. Adapun syarat-syarat tersebut adalah:

  1. Mahasiswa Unsyiah Aktif, khususnya mahasiswa FKIP Unsyiah
  2. Sudah mendaftar di HotSpot Wifi FKIP Unsyiah.
Untuk syarat yang pertama, saya rasa tidak ada masalah lagi. Nah, untuk syarat yang kedua, kalian bisa mendaftar dengan mengikuti beberapa langkah mudah di bawah ini.
1. Buka alamat HotSpot Wifi FKIP Unsyiah, klik DISINI
2. Isi dengan data asli semua kolom yang tersedia.

cara  mendapatkan akun Hotspot FKIP Unsyiah

Petunjuk pengisian.
  • Pada Kategor Fitur, centang pada Permintaan Username Hotspot Wifi FKIP.
  • Pada kolom eMail Anda, isi dengan alamat eMail kalian yang masih aktif, karena semua email konfirmasi akan dikirim ke alamat eMail yang kalian masukkan.
  • Kolom ovita (Kayaknya ada yang salah, seharusnya Nama ^_^), silahkan isi dengan nama kalian, sesuai dengan KTM.
  • Kolom Nomor Telepon Anda, isi dengan nomor handphone kalian yang masih aktif, jangan takut, mereka banyak kerjaan lain yang harus di urus, jadi tidak mungkin banget mereka akan menelpon-nelpon kalian. Dan juga, pada beberapa mahasiswa, konfirmasi tidak dikirim ke eMail, namun dikirim ke nomor handphone yang telah dimasukkan.
  • Kolom NIM atau NIP, silahkan isi Nomor Induk Mahasiswa kalian, atau NIP untuk para staf.
  • Kolom Program Studi / Unit kerja / Lembaga Mitra FKIP, silahkan isi dengan jurusan kalian yang lengkap, misalnya Pendidikan Biologi
  • Kolom Kategori User, disini banyak mahasiswa yang bandel. Jika kallian memang benar mahasiswa, pilih saja mahasiswa, jangan pilih staf, apalagi dosen. Ingat, data yang salah akan mengakibatkan permintaan kalian akan ditolak. Ingat. Ingat.
  • Kolom Pilih paket yang dikehendaki, silahkan pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan kalian, saran saya, pilih saja paket dengan kuota paling besar^_^
  • Kolom Alamat rumah, silahkan isi dengan alamat tempat tinggal kalian. Jangan isi dengan alamat Polda Aceh, karena para admin-nya sudah tahu.
  • Kolom Masukan/Saran, isi dengan apapun yang kalian inginkan mengenai wifi di FKIP.
  • Kolom Account Facebook, isi dengan account Facebook kalian, misalnya Hendra Yulisman. Namun akan lebih bagus jika kalian memasukkan dengan lebih lengkap, misalnya https://www.facebook.com/hendra.yulisman (Copy dari Profil Facebook Pribadi kalian)
3. Klik Submit
4. Buka inbox email kamu, jika sudah ada email konfirmasi dari HotSpot FKIP Unsyiah, silahkan balas email tersebut.

Konfirmasi email Hotspot Wifi FKIP Unsyiah

Adapun data yang harus kalian masukkan sebelum membalas email tersebut adalah:
  1. Nama :
  2. NIM :
  3. Fakultas – Jurusan :
  4. No. Handphone

5. Username dan Password Hotspot Wifi FKIP Unsyiah akan dikirimkan ke email kamu, atau ke nomor handphone yang telah kalian masukkan. Jadi kalian tidak bisa menentukan Username dan Password kalian sendiri.

Nah, jika kalian telah mendaftar, namun email konfirmasi bbelum dikirim, harap bersabar. Karena saya pun 3 hari kemudian baru dikirim. Maklum ya, jumlah mahasiswa berapa, pengurusnya berapaT_T
Jika ada pertanyaan, Feel Free To Ask…

My Blogging Journey, The Story

Accidentally, Falling in Love

liberating your mind - expressing your voiceMenjadi seorang blogger, merupakan hal yang masih baru bagi saya. Pada saat semester satu dulu, ada seorang teman yang sangat antusias dalam blog, dan sering mengajak saya untuk membuat blog. Pada saat itu, apabila ada bahan kuliah yang diberikan dosen, maka dia yang bertanggung jawab untuk menyebarluaskan kepada kami. Nah, bahan kuliah itulah yang dia posting ke dalam blognya. Tentu saja, hal itu dia lakukan untuk menambah pengunjung blog-nya. Mendengar dari cerita dia, dia sangat ingin meraup Rupiah dari blog-nya. Alasan ini yang membuat saya kurang tertarik untuk menjadi seorang blogger
Sekitar setahun yang lalu, “teman hidup” saya, meminta saya untuk mengganti template blog dia. Walaupun pengetahuan saya akan bahasa HTML pada saat itu saat minim, saya berhasil juga untuk mengganti template seperti yang “si dia” inginkan. Nah, pada waktu itulah saya mulai tertarik untuk menjadi seorang blogger |Berawal dari edit template blog|

Liberating Your Mind | Epressing Your Voice

Pada awalnya, blog yang saya buat ini penuh dengan gadget, pernak-pernik gak jelas. Layaknya siswa SMP dengan rambut mohawk-nya, dengan tangan penuh cincin, plus kalung rantai perak yang sebesar batok kelapa. Yah, begitulah, itukan kreasi si anak SMP itu, begitu juga dengan blog saya. Apabila menemukan sesuatu yang baru, unik, dan aneh, akan langsung saya appy-kan di blog ini. Tapi, itu kan dulu, masa-masa kegelapan dunia blogger saya, dan sekarang sudah ada terang sedikit. Buktinya, kalian bisa lihat sendiri tampilan blog ini(^_^).

Kenapa suka nge-blog??
Yang pertama adalah kita akan terlihat “sedikit” keren dan terlihat profesional, jika kita memiliki blog. Sebagai contoh, di profil Facebook, kita bisa menuliskan alamat blog kita. Dari situ teman-teman akan kagum melihat blog kita, apalagi blog kita berisi banyak tulisan, terus alamat blog-nya sama dengan nama asli kita. (Waw banget pokoknya)

Kedua, kita bisa menulis apapun di blog kita. Ya namanya juga personal blog, jadi kita bisa menulis apapun di blog kalian. Ada gosip terbaru, kita bisa menuliskan pandangan kita di blog sendiri. Ada berita di koran lokal, kalian bisa menceritakan semuanya di blog kita, agar seluruh orang di dunia tahu akan apa yang sedang terjadi di daerah kita.

Ketiga, Kita bisa berbagi ilmu disini. Ahli akan suatu hal??? Kenapa tidak mencoba membaginya kepada orang yang masih belum tahu!! Layaknya cangkir yang berisi kopi yang tidak pernah diminum, namun selalu dituang kopi yang lain ke dalamnya. Begitu juga dengan kemampuan kita. Jika kita mampu akan sesuatu, namun kemampuan kita itu hanya kita simpan dalam otak kita, niscaya suatu hari akan lupa. Daripada begitu, kenapa tidak share saja kepada orang lain??? Toh, kamu akan mendapat pahala kok, Insyaallah

Keempat, Ini bagian kesukaan saya. Saya sangat tergila-gila dengan tampilan blog. Entah berapa kali sudah saya mengganti template ini. Begitu juga dengan kalian, kalian bisa menyesuaikan tampilan blog pribadi kalian sesuka hati. Saat sedang kasmaran, tampilan blognya bernuansa Pink. Cinta diterima, warnanya diganti menjadi warna kesukaan si “doi”. Ketika cinta putus, tampilan bernuansa gelap, kelam. Animasi darah dimana-mana. Terus ada gambar latar cewek/cowok lagi gantung diri (Ini kenapa sich)

It’s Freedom, But Don’t Forget The Law

Nah ini dia, terkadang lupa juga. Tulis ini tulis itu, eh ternyata ada yang komplain. Begitu juga dengan kalian, kalian boleh menulis apapun di blog, asal kalian ingat peraturan yang ada, junjung tinggi moral, dan hargai karya cipta orang lain. Kalian harus menuliskan sumber jika kalian ada mengambil tulisan orang lain. Jangan pernah lupa.

Malu jadi benalu, Malu Copy-Paste Tulisan orang Melulu

Nah sekian dulu posting kali ini. Mengenai orang-orang yang saya ceritakan di atas, ok, akan saya kenalkan. Adapun mereka adalah:
Maslim | dengan blog Hatake Maslim

Terima kasih sudah membaca…Let’s Blogging!!!