Showing posts with label Teaching. Show all posts
Showing posts with label Teaching. Show all posts

Level Pengukuran Pada SPSS

Screenshot (141)

Pada SPSS, hasil pengukuran suatu variabel dinyatakan dengan data. Data dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Di dalam SPSS, interval dan rasio digabung menjadi Scale.

1. Nominal

Data nominal merupakan data yang paling rendah levelnya karena data nominal hanya menghasilkan satu kategori saja, dan data dianggap setara. Misalnya jenis kelamin seseorang. Jika dia bukan seorang laki-laki, berarti dia seorang perempuan, begitu juga sebaliknya. Antara laki-laki dan perempuan mempunyai kedudukan yang setara, yaitu sebagai penunjuk jenis kelamin seseorang. Data nominal termasuk data kualitatif, yaitu data yang hasilnya tidak berupa angka dan tidak bisa dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya. Jika data berupa data nominal maka data tersebut diubah menjadi bilangan. Bilangan yang digunakan hanya sebagai simbol.

Misalnya 1 sebagai simbol warna merah, 2 sebagai simbol warna biru, dan 3 sebagai simbol warna hijau. Dalam hal ini 3 tidak berarti lebih tinggi dari 1 maupun 2. Begitu juga 1+2 bukan berarti 3 (merah+biru=hijau).

Contoh data yang masuk level Nominal: Jenis kelamin, agama, jenis warna.

2. Ordinal

Data ordinal memiliki level lebih tinggi dibandingkan dibanding data nominal. Pada data nominal data dianggap setara sedangkan data ordinal terdapat tingkatan data. Data ordinal termasuk data kualitatif, jika data berupa data ordinal maka data diubah menjadi bilangan. Bilangan yang digunakan adalah bilangan bulat dan sudah mengenal urutan tinggi rendah, besar dan kecil.

Contohnya adalah data tentang minat belajar mahasiswa. Minat belajar mahasiswa ada yang tinggi, sedang, rendah, dan rendah sekali. Jadi terdapat tingkatan data dan tidak bisa disamakan. Sama seperti data nominal, data ordinal juga tidak bisa dilakukan operasi matematika, seperti 1 sebagai simbol tinggi, 2 sebagai simbol sedang, 3 sebagai simbol rendah, dan 4 sebagai simbol rendah sekali. Jadi, tidak bisa dikatakan 1+2=3 (tinggi + sedang = rendah).

Contoh data yang masuk level Ordinal adalah banyaknya siswa, sikap guru terhadap kurikulum baru, dan sebagainya.

3. Interval

Data interval memiliki level yang lebih tinggi daripada data ordinal. Data interval termasuk data kuantitatif, yaitu data yang hasilnya berupa angka yang sebenarnya dan bisa dilakukan operasi matematika. Data interval merupakan data hasil pengukuran yang bisa berbentuk bilangan numerik bulat dan pecahan. Pada data interval tidak memiliki nilai nol mutlak. Artinya walaupun suatu data menghasilkan nol, maka data tersebut bernilai nol.

Contohnya data pengukuran suhu.

4. Rasio

Data rasio merupakan data yang paling tinggi levelnya diantara ketiga data yang lain. Data rasio termasuk kuantitatif, data yang berupa angka sebenarnya. Data rasio merupakan data hasil pengukuran yang bisa berbentuk bilangan numerik bulat dan pecahan. Data rasio memiliki nilai nol mutlak. Nilai nol mutlak disini artinya adalah jika datanya nol, berarti data tersebut tidak memiliki kuantitas. Misalnya jumlah mahasiswa yang hadir adalah 0, berarti tidak ada mahasiswa yang datang. Sama seperti data interval, data rasio bisa dilakukan operasi matematika. Yang membedakan data interval dengan data rasio adalah nilai nol mutlak.

Nah, biar lebih jelas, silahkan diperhatikan tabel berikut ini.

Data Nominal

Data Ordinal

Data Interval

Data Rasio

Data kualitatif Data kualitatif Data kuantitatif Data kuantitatif
Tidak dapat dilakukan operasi matematika Tidak dapat dilakukan operasi matematika Dapat dilakukan operasi matematika Dapat dilakukan operasi matematika
Data dianggap setara Data memiliki tingkatan Data mempunyai tingkatan Data mempunyai tingkatan
Nilai nol sebagai simbol Nilai nol sebagai simbol Tidak memiliki nilai nol mutlak Memiliki nilai nol mutlak
Contoh: jenis agama Contoh: Minat belajar Contoh: pengukuran suhu Contoh: Data tinggi badan

 

Silahkan bertanya pada kolom komentar di bawah ini…Smile

Cara Membuat Laporan Praktikum akhir FKIP Biologi Unsyiah

Jenis-Jenis Laporan Praktikum Mahasiswa FKIP Unsyiah

Bagi mahasiswa FKIP Biologi Unsyiah, membuat laporan praktikum merupakan hal yang wajib dikerjakan. Selanjutnya, ada 2 laporan praktikum yang harus dikerjakan oleh setiap mahasiswa FKIP Biologi Unsyiah.

Yang pertama adalah laporan praktikum mingguan. Laporan ini bersifat individu dan laporan ini HARUS diketik menggunakan Mesin Tik (walaupun banyak mengganggap hal ini sudah kuno, namun ini adalah Budaya kami mahasiswa FKIP Biologi Unsyiah, dan merupakan hal yang sangat sakral, kalau di Amerika, dikenal dengan sebutan “DADT” alias Don’t Ask Don’t Talk!, jadi jalanin aja, sabar-sabar aja ya). Selanjutnya, kertas yang dipakai untuk mengetik adalah A4, dengan pengaturan margin sebagai berikut :

Atas = 4 cm, Kiri = 4 cm, Bawah = 3 cm, dan Kanan = 2,5 cm.

Mengenai pengaturan bab-bab yang digunakan, biasanya akan ditempelkan beberapa minggu sebelum praktikum masuk (jadi sering-sering baca mading ya).

Yang kedua adalah Laporan Praktikum Akhir. Laporan ini bersifat kelompok dan dapat diketik dengan menggunakan Komputer (Alhamdulillah ya). Mengenai pengaturan margin dan jenis kertas yang digunakan sama seperti diatas. Namun, dalam mengetik Laporan akhir Praktikum, ada Format Yang Harus kalian ketahui.

Perhatikan Contoh Laporan Praktikum Akhir berikut!!



BAB II
SISTEM INTEGUMEN
5 November 2010

I.   Tujuan
     Setelah melakukan praktikum tentang sistem integument ini, mahasiswa mampu :
1.   Mengenali sistem integumen pada manusia.
2.    Mengenali sistem integumen pada ikan.
 
II.    Dasar Teori
       Sistem integumen tubuh terdiri dari drivat kuku, rambut, sel kelenjar dan beberapa reseptor kubus. Kulit adalah suatu organ kulit yang tersusun dari struktur jaringan yang bergabung menempatkan jaringan kubus (Sudjono, 1989 : 33).
        Selanjutnya, Lessen (1990 : 46),” Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu epidermis, suatu epitel berasal dari ectoderm dan di bawahnya epidermis atau korium berupa jaringan ikat padat”.
         Radiepoetro (1983 : 464) menambahkan,” Kulit terdiri dari epidermis yang melapisinya adalah epithelium, diantaranya sel-sel epithelium terdapat kelenjar uniseluler”.


III.  Alat dan Bahan
A.   Alat
      - Mikroskop
B.  Bahan
      - Bulu ayam
      - Cakar Ayam
      - Rambut manusia
      - Julung-julug (Hemichampus far)
      - Ikan terbang (Cypsilurus poeciploterus)
 
IV.   Cara Kerja
       1. Digambar dan diberi keterangan tentang epidermis yang terdiri dari Stratum korneum, stratum lucidum, stratum granulosum, dan stratum germinativum.
       2. Diberi dan diberi keterangan tentang dermis (korium) yang terdapat akar-akar rambut , kelenjar minyak, musculus arectores, pilorum, kelenjar keringat, pembuluh darah dan saraf.
      3. Digambar dan diberi keterangan tentang turunan kulit,
          a. Rambut manusia.
          b. Kuku, cakar, dan telapok.
          c. Bulu
      4. Digambar dan diberi keterangan sistem integument pada ikan
      5. Digambar dan diberi keterangan sistem integument pada Rana sp.

 
V. Hasil Pengamatan
Preparat : Keterangan :
 
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preparat : Keterangan :
 
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preparat : Keterangan :
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preparat : Keterangan :
 
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preparat : Keterangan :
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preparat : Keterangan :
 
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)
Preaparat : Keterangan :
 
Disetujui Asisten Meja
(Nama Asisten)





VI.  Pembahasan
      Pada kesempatan kali ini, membahas tentang sistem integument. Sistem Integumen adalah suatu sistem yang merupakan bagian terluar dari tubuh, yang terdiri dari kulit. Kulit pada vertebrata terdiri dari kulit tebal dan kulit tipis. Kulit tebal terdapat pada bagian tubuh yang banyak terjadi kontak aktif dengan sesuatu, misalnya kulit telapak tangan. Selanjutnya, kulit tipis terdapat pada bagian tubuh lainnya.
       Selanjutnya, kulit memiliki turunan yaitu bulu, kuku, cakar, telapok, dan rambut. Bulu terdapat pada kelas aves yang sangat berfungsi pada saat terbang sebagai pengatur arah aliran udara. Kuku dan cakar terdapat pada mammalia, yang berfungsi sebagai penatur suhu sekaligus sebagi senjata. Rambut juga terdapat pada pada mammalian yang berfungsi sebagai pengatur suhu.
       Sistem integument pada pisces terdiri dari sisik dan sirip. Sisik merupakan jaringan epidermis pada ikan, bentuknya transparan, licin, dan berbeda-beda pada setiap spesies ikan. Sisik ini mencegah masuknya organism berbahaya ke dalam tubuhnya. Sirip berfungsi pada saat ikan berenang. Siripini menyebabkan sebagian dapa berenang melawan arus air seperti pada ikan salmon.
       Selanjutnya, yang terakhir, fungsi dari sistem integument itu sendiri adalah menutup dan melindungi tubuh, juga mengatur suhu pada makhluk hidup.

 
VII.  Kesimpulan
       Setelah melakukan praktikum tentang sistem integument ini, maka dapat disimpulkan bahwa :
       1. Sistem integument merupakan sistem terluar tubuh.
       2. Sistem integument terdiri dari kulit dan turunannya.
       3. Pada kulit vertebrata, terdiri dari kulit tebal dan kulit tipis.
       4. Turunan dari kulit adalah rambut, kuku, cakar, telapok, dan bulu.
       5. Rambut adalah turunan dari kulit yang terdapat pada mammalian untuk melindungi tubuh.
      6. Kuku dan cakar adalah bagian dari mammalian yang dapat berfungsi sebagai senjata pada karnivora.
     7. Telapok terdapat pada hewan karnivora.
     8. Bulu terdapat pada kelas aves, untuk menjaga tubuhnya.
     9. Sisik dan sirip merupakan sistem integument ikan.
     10. Sistem integument berfungsi sebagai penjaga suhu tubuh, menutup, dan melindungi tubuh.
 
VIII.  Daftar Pustaka
        Lessen. 1990. Histologi. Jakarta. Erlangga.
        Radiepoetro. 1983. Zoologi. Jakarta. Erlangga.
        Soedjono, B. 1988. Anatomi dan Biologi Sel. Jakarta. Depdikbud.
 
Itulah contoh laporan praktikum akhir. Tips agar memperoleh nilai maksimal dalam laporan ini :
1. Buatlah sesuai perintah dan serapi mungkin dan sebersih mungkin (kalau bisa, debu dan lalat pun tidak boleh hinggap, jika ingin mengecek setelah mencetak, gunakan sarung tangan dan buka di ruang kedap udara).
2. Ketiklah materi yang ada di dalam laporan ini sesuai dengan laporan mingguan yang telah di evaluasi oleh asisten meja.
3. Pada Hasil Pengamatan, gambarlah hasil pengamatan seindah mungkin dan senyata mungkin (kalau bisa, memiliki efek 3D, sehingga gambarnya bergerak-gerak).
4. Pada Kesimpulan, ketiklah 10 butir kesimpulan dan sesuai dengan pembahasan.(Ingat! 10 butir, jika kurang, nilai kalian akan kurang, jika kalian buat lebih, Jangan Harap dapat nilai lebih).
 
Demikianlah beberapa Tips dari saya, semoga bermanfaat bagi semua pembaca. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca posting ini.