Mengenal Metode Streak Plate dalam Isolasi Bakteri

Media kultur adalah media yang sudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Media kultur terbagi menjadi kultur campuran dan kultur murni. Kultur campuran adalah media kultur yang ditumbuhi oleh beberapa jenis mikroorganisme, sedangkan kultur murni adalah media kultur yang ditumbuhi oleh satu jenis mikroorganisme saja. Proses memindahkan suatu kultur campuran untuk menjadi kultur murni merupakan langkah awal dalam tahap identifikasi mikroorganisme. Proses tersebut juga biasa dikenal dengan proses isolasi. Untuk identifikasi bakteri, jenis isolasi yang sering digunakan adalah metode streak plate (cawan gores).
Dalam proses isolasi metode streak plate, sampel bakteri akan dipindahkan ke media pertumbuhan baru dengan cara menggoreskannya di atas media pertumbuhan tersebut. Kalian dapat memindahkannya menggunakan jarum ose steril atau bisa juga menggunakan cotton swab steril. Penggunaan jarum inokulasi tidak dianjurkan dalam proses isolasi streak plate karena memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk merusak media. Pada proses penggoresan (streaking), jumlah sel dari koloni yang telah diambil akan semakin menurun yang pada akhirnya akan menyisakan beberapa koloni yang terpisah. Koloni-koloni yang terpisah tersebut selanjutnya dipindahkan ke media pertumbuhan baru. Hasil dari pemindahan inilah yang disebut dengan kultur murni, dimana yang tumbuh pada media pertumbuhan baru tersebut hanya terdiri dari satu jenis bakteri saja.
Ada beberapa cara menggaris di proses isolasi metode streak plate, diantaranya adalah zig-zag streak dan quadrant streak. Pemilihan cara menggaris ini disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai peneliti. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa kedua cara menggaris tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan koloni murni.

Jenis-jenis Metode Streak Plate berdasarkan cara inokulasinya

1. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Quadrant Streak Method

Apabila jenis bakteri yang hidup pada media pertumbuhan memiliki jumlah yang sangat banyak, maka kalian bisa menggunakan Quadrant Streak Method. Dari namanya saja, kita dapat mengetahui bahwa metode ini terdiri empat tahap (quad) dan empat goresan yang berbentuk persegi (quadrant). Di tarikan, biasanya terdiiri dari tiga sampai garis zig-zag, dan antara tarikan pertama dan tarikan kedua, harus ada bagian tarikan yang kedua mengenai tarikan yang pertama. Begitu selanjutnya sampai tarikan yang keempat.
Contoh Quadrant Streak Method
Contoh Quadrant Streak Method


2. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Zig-zag Streak Method

Berbeda dengan Quadrant Streak Method, penggunaan Zig-zag Streak Method dilakukan pada saat isolasi bakteri dari media pertumbuhan dengan jumlah bakteri yang hidup sedikit. Pemilihan ini didasarkan pada dua hal, yang pertama adalah jumlah bakteri yang hidup dan yang kedua adalah kesukaran dalam menggoresnya. Pada beberapa kesempatan, saya sering menggunakan Zig-zag Streak Method untuk peremajaan kultur bakteri. Beberapa orang sering menyamakan antara Zig-zag Streak Method dengan Continuous Streak Method, padahal, jika kita memperhatikan dengan seksama, terdapat perbedaan yang mencolok yaitu sudut tarikannya. Jika Zig-zag Streak Method setiap sudut tarikannya itu runcing, sedangkan Continuous Streak Method lebih beralur dan tidak bersudut.
Contoh Zig-zag Streak Method
Contoh Zig-zag Streak Method

Awardee LPDP PK 41 -  Catureka Mandala.

Seorang Pengajar yang sedang Belajar. Softcore gamer. Sangat tertarik dengan IT, Mikrobiologi dan Media Pembelajaran.

Peraturan Berkomentar Di Blog Ini

- Diharapkan Menggunakan Kata-Kata Yang Santun, Baik, dan Sopan.
- Berkomentarlah Sesuai Dengan Topik (Relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung Sara, Pornografi, kekerasan, pelecehan.
- Komentar dengan link promo akan masuk spam.
EmoticonEmoticon