Cara Mendapatkan Kultur Murni melalui Proses Pemindahan Mikroorganisme Secara Aseptik

Media yang mengandung mikroorganisme disebut dengan kultur. Jika kultur tersebut hanya terdiri dari satu jenis mikroorganisme maka disebut dengan kultur murni. Proses pemindahan mikroorganisme merupakan tahap yang sangat penting dalam proses identifikasi. Pemindahan mikroorganisme dari lingkungan awal ke lingkungan yang kita inginkan harus dilakukan secara aseptik, tanpa terkontaminasi, baik oleh perbuatan kalian sendiri, orang lain, lingkungan, sumber inokulasi, ataupun media tujuan inokulasi. Untuk melakukan proses identifikasi, kalian pasti menginginkan media kultur yang murni, bukan? Nah, untuk mendapatkan kultur murni tersebut, silahkan perhatikan beberapa point berikut.

Persiapan Proses Pemindahan Mikroorganisme Secara Aseptik

  • Sterilisasi alat-alat yang digunakan. Sebelum menggunakan alat-alat yang akan digunakan pada proses pemindahan mikroorganisme, kalian harus melakukakan mensterilkan alat-alat tersebut. Metode sterilisasi yang kalian gunakan harus sesuai dengan dengan alat yang kalian gunakan, misalnya, untuk sterilisasi alat yang terbuat dari kaca seperti tabung reaksi, kalian bisa menggunakan oven (sterilisasi kering). Begitu juga dengan alat-alat lainya
Persiapan Sterilisasi Cawan Petri
  • Sterilisasi Ruangan Laboratorium. Sterilisasi ruangan laboratorium sangat penting. Salah satu persyaratan ruangan laboratorium mikrobiologi yang baik adalah memiliki aliran udara satu arah (one way), yaitu udara hanya mengalir ke luar ruangan saja. Proses ini dapat dibantu dengan menggunakan system AC Central. Penggunaan AC Split tidak direkomendasikan pada ruangan laboratorium mikrobiologi karena dapat menjadi sumber kontaminan. Selanjutnya, ruangan dapat disinari dengan menggunakan sinar UV selama 15 menit. Setelah itu ruangan tersebut dapat digunakan untuk kegiatan penelitian mikrobiologi
  • Kurangi Potensi Terjadinya Kontaminasi. Lakukan proses pemindahan mikroorganisme menggunakan ruangan khusus dan menggunakan bantuan Laminar air Flow. Jangan pernah melakukan pemindahan mikroorganisme di ruangan terbuka dan terdapat aliran udara, kecuali aliran udara laminar air flow. Sebelum melakukan pemindahan mikroorganisme, pastikan ruangan sudah disterilkan menggunakan UV. Begitu juga dengan laminar air flow. Pastikan laminar air flow yang akan kalian gunakan sudah benar-benar bersih dan steril. Kalian bisa menyemprot beberapa bagian dalam laminar air flow menggunakan alcohol sebelum menyalakan laminar air flow
  • Tertib. Sebelum melakukan proses pemindahan, kalian harus membuat tata laksana proses pemindahan tersebut, atau paling tidak, kalian sudah memikirkan tahap-tahap yang akan kalian lakukan. Hal ini sangat penting karena dapat meningkatkan keefektifan waktu dan tenaga yang kalian butuhkan
Setelah point-point di atas sudah kalian penuhi, maka kemungkinan keberhasilan untuk mendapatkan kultur murni akan semakin besar. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kultur murni hanya terdiri dari satu jenis mikroorganisme saja. Jika hasil pemindahan mikrooganisme kalian menghasilkan beberapa jenis mikroorganisme, maka proses pemindahan kalian dapat dikatakan tidak berhasil. Untuk itu, dalam melakukan proses pemindahan ini, jangan membuat satu cawan Petri saja untuk satu jenis mikroorganisme. Biasanya, saya menggunakan tiga cawan Petri untuk satu jenis mikroorganisme pada proses pemindahan bakteri. Ada juga yang menganjurkan mengggunakan 5 cawan Petri. Pemilihan penggunaan jumlah cawan Petri ini harus kalian sesuaikan dengan ketersedian jumlah cawan petri di laboratorium kalian masing-masing.

Demikianlah pembahasan saya mengenai cara mendapatkan kultur murni melalui Proses Pemindahan Mikroorganisme. Jika ada bagian yang masih belum jelas, silahkan bertanya pada kolom komentar yang tersedia di bawah ini.

Cara Mudah Membuat Label CD dan DVD

Pernahkah kalian melihat label CD atau DVD?? Saya yakin kalian semua pasti sudah pernah melihatnya? Lalu pernahkah kalian berpikir tentang bagaimana cara membuatnya? Sebenarnya, label CD dan DVD dapat kalian buat dengan sangat mudah. Label pada CD ataupun DVD dapat kita buat dengan sangat mudah menggunakan Microsoft Publisher. Yang perlu kalian persiapkan adalah stiker label CD atau DVD yang bisa kalian peroleh di toko-toko ATK.
Nah, untuk membuat label CD dan DVD, silahkan ikuti beberapa langkah berikut.
Contoh stiker label CD atau DVD
Contoh Stiker Label CD atau DVD


Cara Mudah Membuat Label CD dan DVD menggunakan Microsoft Publisher
Buka Microsoft Publisher
Tampilan awal Microsoft Publisher
Tampilan awal Microsoft Publisher

Pilih More Blank Page Size, selanjutnya Pilih Media Label
Media label CD dan DVD
Media Label (CD dan DVD)

Pilih salah satu model label yang kalian inginkan. Dari gambar berikut, kalian bisa melihat ada dua jenis label CD dan DVD. Yang pertama adalah ukuran lubang tengah label kecil dan ukuran satunya lagi besar. Klik 2x pada model yang kalian inginkan atau pilih Create
Model Label yang disediakan

Pada contoh kali ini, saya mengambil yang model yang pertama
Silahkan isi label tersebut sesuai dengan kebutuhan kalian
Contoh Desain Label Prosiding Seminar Nasional Biologi
Contoh Desain Label Prosiding Seminar Nasional Biologi

Selanjutnya tekan Ctrl+P
Pilih printer yang ingin kalian gunakan, lalu pilih Printer Properties
Cara Mudah Membuat Label CD dan DVD
Print properties

Selanjutnya pilih Paper/Quality. Pada Size is, isi dengan ukuran stiker label CD atau DVD yang kalian gunakan
Cara Mudah Membuat Label CD dan DVD
Menu Printer Properties HP LaserJet CP 1025

Untuk mendapatkan ukuran stiker label CD atau DVD, ukurlah ukuran stiker label CD atau DVD yang kalian gunakan menggunakan penggaris sederhana atau baca dari informasi kertas label tersebut. Ukuran stiker CD atau DVD yang saya gunakan adalah 255 x 120 mm
Cara Mudah Membuat Label CD dan DVD
Mengatur ukuran halaman HP LaserJet CP 1025

Selanjutnya Klik Close, lalu pilih OK

Klik Print untuk memulai proses pembuatan label CD dan DVD
Demikianlah pembahasan mengenai cara membuat label CD dan DVD. Jika ada bagian yang belum kalian mengerti, silahkan bertanya pada kolom komentar yang tersedia di bawah postingan ini.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H Seluruh Indonesia

Marhaban ya Ramadhan

Pada saat ini, perkembangan teknologi yang cepat sangat berdampak pada kehidupan kita. Salah satunya adalah cara memperoleh informasi, misalnya informasi Jadwal Imsakiyah Ramadhan. Sebelumnya, untuk mendapatkan jadwal imsakiyah, kita harus menunggu selebaran yang dibagikan oleh pihak tertentu, misalnya orang yang mempromosikan sirup, Bank, dll. Untuk saat ini, berbekal jaringan internet dan HP Android ataupun iPhone, kita bisa mengetahui jadwal imsakiyah sesuai dengan koordinat keberadaan kita.

Cara Mengetahui Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H


  • Download aplikasi Muslim Pro terbaru




  • Pastikan keberadaan kalian sudah sesuai dengan informasi tempat di aplikasi Muslim Pro.  Jika belum, restart fitur Location yang ada di handphone kalian. Contohnya, pada saat ini saya sedang berada di Lambaro

Jadwal Imsakiyah Ramadhan
Pastikan fitur Location sudah On

  • Buka aplikasi Muslim Pro

Jadwal Imsakiyah Ramadhan
Tampilan Aplikasi Muslim Pro


  • Pilih menu Ramadhan

Jadwal Imsakiyah Ramadhan
Tampilan Menu Ramadhan Muslim Pro


  • Pilih Check fasting time for the entire month of Ramadhan
  • Silahkan tunggu beberapa saat
Contoh Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 untuk wilayah Lambaro, Aceh Besar

  • Selanjutnya akan muncul jadwal imsakiyah ramadhan sesuai dengan koordinat keberadaaan kalian

Untuk saat ini, informasi resmi belum tersedia di website Kemenag RI. Namun, tidak ada salahnya jika kita sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Biasanya jadwal yang disediakan oleh aplikasi Muslim Pro tidak jauh berbeda waktunya dengan jadwal yang disediakan oleh Kemenag RI.
Demikianlah pembahasan untuk mengetahui Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H.

Cara Mengecilkan Ukuran File PDF

Ukuran file PDF sangat ditentukan oleh kualitas dan banyaknya gambar yang ada di pada file PDF tersebut. Berdasarkan kualitasnya, file PDF terbagi menjadi tiga macam. Pertama, PDF kualitas tinggi. PDF kualitas tinggi digunakan pada proses printing dan publishing skala besar. PDF kualitas tinggi memiliki ukuran yang besar. Hal ini disebabkan tidak ada bagian file PDF yang dikurangi kualitasnya, terutama kualitas gambarnya. Kedua, PDF kualitas sedang. PDF kualitas sedang ini biasanya digunakan pada kebutuhan daily office, misalnya mengirim file lalu print, dan sebagainya. Ketiga, PDF kualitas rendah. PDF kualitas rendah digunakan untuk kepentingan upload. Ukuran PDF kualitas rendah relative kecil. File PDF kualitas rendah tidak bagus jika diprint karena hasil print file tersebut tidak tajam. Untuk itu, jika memang tujuan akhir dari file PDF adalah untuk print, ada baiknya kalian memilih file PDF dengan kualitas sedang saja.
Pada umumnya, situs-situs akademis di Indonesia mensyaratkan ukuran file PDF dari 1-5 MB. Ukuran tersebut dapat dikatakan sudah cukup untuk menampung file PDF dengan kualitas sedang. Namun, bagaimana jika ada file PDF yang telah kalian buat ukurannya lebih besar dari apa yang sudah disyaratkan?. Tenang, silahkan ikuti beberapa langkah berikut.

Jika file belum berbentuk PDF


Jika file kalian masih berbentuk fil .doc, .docx, .xls, dan lain-lain, maka proses untuk membuat membuat file PDF dengan ukuran kecil akan lebih mudah. 

Menggunakan Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Publisher, dll

  • Pada saat ingin menyimpan, pilih Save As. Pada bagian Optimize for, pilih Minimun size (Publishing online)
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Save as Microsoft Word
Save as PDF pada Microsoft Word
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Save as Microsoft Word
Optimize for Minimum size (publishing online)

Menggunakan Nitro PDF

  • Pada Menu Create PDF Files, pilih setting
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Nitro PDF
Menu Add Files dan Setting pada Nitro PDF
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Nitro PDF
Make PDF files Web Ready (Smaller file size)
  • Pada Make PDF Files, pilih Web Ready (smaller size)
  • Selanjutnya, pilih file yang ingin kalian convert menjadi PDF pada Add files

Jika file sudah berbentuk PDF

Apabila file PDF kalian sudah tersedia dan ukurannya lebih besar dari apa yang disyaratkan, silahkan ikuti langkah-langkah berikut
  • Buka file PDF menggunakan Nitro PDF
  • Pilih Menu File, lalu pilih Optimize PDF
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Optimize Nitro PDF
Optimize PDF Files untuk memperkecil ukuran file PDF
  • Pada tab Images, pilih Web
Cara Mengecilkan Ukuran File PDF menggunakan Optimize Nitro PDF
Option WEB akan membuat file PDF menjadi sangat kecil
  • Terakhir pilih Optimize, lalu tunggu sampai proses tersebut selesai
  • Sekarang silahkan cek ukuran baru file PDF kalian

Demikianlah beberapa cara yang dapat kalian lakukan untuk mengecilkan ukuran PDF. Saya harap, artikel ini dapat menyelesaikan permasalahan kalian mengenai ukuran file PDF yang sedang kalian hadapi.

Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar

Salah satu fitur yang disediakan oleh penyedia layanan email adalah "Add Attachment". Add attachment atau Lampirkan File disini artinya kalian bisa menambahkan lalu mengirim segala jenis file melalui email. Namun, pihak penyedia layanan email seperti Gmail, Yahoo Mail dan Hotmail memberikan batasan ukuran file yang dapat kalian kirim. Berdasarkan TOS Gmail dan Yahoo Mail, kalian hanya bisa mengirim file dengan ukuran maksimal 25 MB per email. Nah, bagaimana jika file yang ingin kalian lampirkan itu berukuran lebih dari 25? Tentu saja file tersebut akan ditolak secara otomatis oleh sistem email yang kalian gunakan.
Untuk mengatasi error tersebut, ada beberapa cara yang dapat kalian lakukan.

1. Compress File

Untuk proses ini, kalian memerlukan software archiver, misalnya WinRar atau 7-zip. Pada contoh berikut ini, saya mengunakan software WinRar.
  • Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah kumpulkan semua file yang ingin kalian kirim ke dalam satu folder
  • Klik kanan pada Folder tersebut, lalu pilih Add to archive
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
  • Pada pilihan Compression Method, pilih Best. Artinya si WinRar akan melakukan usaha terbaiknya untuk memperkecil ukuran file kalian

2. Split File

Jika ukuran file yang dihasilkan pada cara pertama masih sangat besar, maka kalian dapat melakukan Split (memotong) folder file menggunakan  WinRar. Jadi, jika pada tahap pertama tadi hanya menghasilkan 1 file Rar saja, maka metode ini akan menghasilkan beberapa file Rar sesuai dengan pengaturan kalian. Cara melakukan Split File adalah sebagai berikut.
  • Klik kanan pada folder target, lalu pilih Add to archive
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
  • Pada pilihan Split to volume, size, kalian dapat memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Jika ukuran yang disediakan tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan kalian, kalian bisa mengetik sendiri ukuran file yang kalian inginkan pada kolom tersebut. Jadi, jika ukuran file kalian adalah 30 MB, maka kalian cukup mengetik 15 dan memilih pilihan MB. Maka akan terbentuk 2 file Rar yang ukurannya 15 MB

3. Upload ke Cloud Storage

Jika kedua cara di atas masih gagal, kalian bisa mencoba cara terakhir ini. Untuk cara ini, kalian membutuhkan koneksia internet dan akun Cloud Storage. Contoh penyedia Cloud storage gratis adalah Google Drive, Microsoft Onedrive, Dropbpx, dll. Jadi, prinsipnya adalah kalian harus mengupload terlebih dulu file nya ke cloud storage, dari situ kalian akan memperoleh link download file. Nah, link download file ini lah yang kalian berikan kepada tujuan email kalian.
Untuk cara ini, ada beberapa kali saya menerima email dari orang yang mengirim file yang menggunakan Google Drive, tapi file nya masih diproteksi. Jadi, saya sebagai penerima tidak bisa mendownload dan melihat file tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, sebelum mengirimkan link download, perhatikan cara berikut
Setelah, proses upload ke Google Drive selesai, maka akan muncul menu yang berisi link download. Nah, kalian jangan langsung meng-copy lalu memberikan link tersebut kepada si penerima email. Kalian harus melakukan beberapa setting singkat sebelum mengirim link tersebut
Pilih Sharing settings, lalu pilih Advanced di sudut kanan bawah
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
Cara Mengirim Email Dengan File Ukuran Besar
  • Pada bagian Who has access, pilih Anyone who has the link can view
  • Nah, setelah itu kalian bisa meng-copy link tersebut lalu mengirimnya kepada si penerima email
Demikianlah yang dapat saya bahas. Saya yakin masih ada cara-cara lainnya yang dapat kalian lakukan. Jika bersedia, kalian boleh memberitahukan alternatif lain kepada saya melalui kotak komentar yang telah tersedia di bawah ini.


Informasi dan Persyaratan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)

Informasi dan Persyaratan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI)
Logo Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) merupakan program bersama antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). BUDI dikhususkan untuk dosen tetap Indonesia dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di bawah lingkup Kemenristekdikti. Melalui program ini, diharapkan jumlah dosen tetap yang diampu oleh Kemristekdikti akan terus ditingkatkan kuantitas serta kualitasnya.
Dana beasiswa yang disalurkan oleh BUDI akan sesuai dengan standar LPDP. Seperti yang telah diketahui, mekanisme penyaluran dana yang diselenggarakan oleh LPDP sangat profesional. Dengan begitu, para dosen diharapakan dapat meningkatkan kemampuan akademik dan non-akademiknya secara optimal tanpa perlu risau dengan masalah dana kuliahnya.

Jenis beasiswa yang disediakan oleh Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia

Beasiswa ini terdiri dari tiga program yaitu
Beasiswa Magister Dalam Negeri
Beasiswa Doktor Dalam Negeri
Beasiswa Doktor Luar Negeri.

Persyaratan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia

  • Dosen Tetap (PTN dan PTS) dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).
  • Dosen pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun swasta di lingkungan Kementerian Ristek dan Dikti yang telah mempunyai NIDN atau NIDK
  • Memenuhi persyaratan Tugas Belajar yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009
  • Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar untuk mendapatkan gelar kedua pada strata yang sama
  • Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang memulai perkuliahan pada semester gasal (perkuliahan dimulai pada bulan September)
  • Batas usia penerima beasiswa dalam negei untuk Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung per tanggal 1 Desember tahun berjalan

Pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia

Untuk mendaftar Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia, silahkan klik salah satu link berikut yang sesuai dengan pilihan Anda

Kampus Tujuan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia

Mengenai tujuan kampus yang disediakan beasiswa ini, baik situs Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia dan situs Lembaga Pengelola Dana Pendidikan tidak mencantumkan mengenai kampus-kampus yang dapat dipilih oleh para pelamar beasiswa BUDI. Akan tetapi, jika mengacu pada standar kampus pilihan LPDP, maka Anda dapat mendownload file berikut:

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia
Macam-Macam Mutasi pada Makhluk Hidup

Macam-Macam Mutasi pada Makhluk Hidup

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas penyebab terjadinya mutasi. Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai macam-macam mutasi yang dapat terjadi pada makhluk hidup, baik hewan ataupun tumbuhan. 
Pada dasarnya, mutasi dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berdasarkan cara terjadinya mutasi, berdasarkan sel tempat terjadinya mutasi, berdasarkan gen, dan kromosom yang mengalami mutasi.

1. Mutasi Alami dan Mutasi Buatan

Berdasarkan cara terjadinya, mutasi dibedakan menjadi dua, yaitu mutasi alami dan mutasi buatan. Mutasi alami adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya tanpa diketahui penyebabnya. Seperti yang telah kalian ketahui, banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi di alam ini sehingga kesalahan saat berlangsungnya replikasi DNA sangat mungkin terjadi dengan sendirinya.
Mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi secara di sengaja dengan cara menginduksi sel dari suatu organisme dengan suatu mutagen, misalnya radiasi atau bahan kimia tertentu. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya, mutasi buatan banyak digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan. Contoh hasil mutasi buatan di bidang pertanian adalah buah-buahan tanpa biji seperti semangka, jeruk, dan anggur tanpa biji serta buah-buahan berukuran jumbo.
Barbara McClinctock adalah sarjana genetika tumbuhan terkenal yang pertama kali berhasil melakukan mutasi induksi atau mutasi buatan pada tumbuhan dengan menggunakan kolkisin pada tahun 1930. Dia menyampaikan gagasan yang kemudian diakui kebenarannya bahwa ada bahan genetika yang dapat berpindah dari satu kromosom ke kromosom yang lain. Bagian yang dapat berpindah tersebut pada tahun 1984 disebut sebagai Transponson atau Jumping gene

2. Mutasi Somatik dan Mutasi Germinal

Berdasarkan tempat terjadinya, mutasi dibedakan menjadi dua yaitu mutasi somatik dan mutasi germinal. Mutasi yang terjadi pada sel-sel tubuh atau sel somatik maka disebut sebagai mutasi somatik. Jika mutasi terjadi pada sel-sel kelamin atau sel gamet maka disebut  dengan mutasi germinal.
Apabila mutasi terjadi pada sel somatik maka mutasi tersebut tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Mutasi somatik ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Contoh mutasi somatik yang menguntungkan adalah mutasi buatan pada buah-buahan super jumbo, sedangkan contoh mutasi somatik yang merugikan adalah kanker kulit.
Apabila mutasi terjadi pada sel-sel gamet maka mutasi tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. Jika mutasi pada sel gamet menghasilkan sifat dominan maka sifat yang mengalami mutasi tersebut akan langsung terekspresikan (tampak atau terlihat) pada keturunannya. Jika mutasi pada sel gamet menghasilkan sifat resesif maka ekspresinya akan tersembunyi pada individu.

3. Mutasi gen

Mutasi yang terjadi pada tingkat gen atau pada tingkat DNA disebut dengan mutasi gen atau mutasi titik. Mutasi gen dapat dibedakan menjadi 3, yaitu mutasi karena adanya perubahan letak nukleotida atau basa nitrogen, penggantian pasangan nukleotida, dan penambahan atau pengurangan nukleotida.

1. Perubahan Letak Nukleotida 

Mutasi ini diakibatkan oleh nukleotida-nukleotida pada untai DNA mengalami pertukaran tempat yang menyebabkan perubahan urutan nukleotida di dalam DNA. Misalnya, urutan nukleotida pada suatu untai DNA adalah AUG AAG UUU GGC GCA UUG UAA, pada urutan nukleotida tersebut ada nukleotida yang mengalami pertukaran tempat yaitu C bertukar tempat dengan G sehingga urutan nukleotida pada daerah tersebut menjadi AUG AAG UUU GCG GCA UUG UAA. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap urutan urutan asam amino pada polipeptida yang akan terbentuk nantinya.

2. Penggantian Pasangan Nukleotida

Pada mutasi ini terjadi penggantian satu nukleotida dan pasangannya oleh nukleotida yang lain. Mutasi ini terdiri dari dua macam yaitu transisi dan transversi. Transisi merupakan penggantian satu nukleotida dalam untai DNA dengan nukleotida lain yang sejenis dan terjadi secara reversibel, Misalnya purin digantikan purin (adenin digantikan guanin) atau sebaliknya dan pirimidin digantikan pirimidin (timin digantikan sitosin) atau sebaliknya. Transversi merupakan penggantian satu nukleotida dengan nukleotida lain yang tidak sejenis, yaitu purin diganti dengan pirimidin atau sebaliknya pirimidin diganti purin dan adenin atau guanin digantikan timin atau sitosin dan sebaliknya.

3. Penambahan atau Pengurangan Nukleotida

Penambahan atau pengurangan satu nukleotida pada suatu gen dapat menimbulkan dampak yang besar pada protein yang dihasilkan. Hal ini karena penambahan atau pengurangan satu nukleotida akan menyebabkan adanya perubahan urutan suatu kodon pada RNA-d sehingga asam amino yang terbentuk menjadi berubah. Mutasi ini disebut juga frameshift mutation.
Apabila mutasi gen terjadi pada intergenic region atau intron maka mutasi tersebut tidak akan menghasilkan fenotip mutan. Lain halnya jika mutasi gen tersebut terjadi pada wilayah coding region atau urutan DNA yang akan diterjemahkan menjadi protein di dalam sel maka akan muncul fenotip mutan. Contoh mutasi gen dapat dilihat pada penderita hemofilia dan sicklemia. Pada penderita sicklemia terjadi perubahan asam amino ke-6 penyusun hemoglobin sel darah merah. Pada hemoglobin sel darah merah normal asam amino ke-6 adalah glutamat sedangkan pada penderita sicklemia adalah valin. Hal tersebut dapat mempengaruhi kemampuan sel darah merah dalam mengikat oksigen.

4. Mutasi Kromosom

Mutasi kromosom disebut juga aberasi kromosom. Mutasi kromosom meliputi perubahan pada jumlah, ukuran, dan organisasi kromosom. Mutasi kromosom tersebut dapat berlangsung dalam berbagai cara. Misalnya, bagian dari kromosom dapat patah dan hilang pada saat mitosis atau meiosis. Kadang-kadang bagian kromosom yang patah atau hilang tersebut bergabung kembali dengan kromosom tetapi dengan cara yang salah atau bagian yang patah tersebut bergabung dengan kromosom yang bukan homolognya. Hal tersebut tentu saja dapat menimbulkan perubahan kode genetik pada gen-gen dalam kromosom.
Mutasi kromosom memiliki pengaruh lebih besar dibanding dengan mutasi gen. Mutasi kromosom mempengaruhi seluruh kromosom sedangkan mutasi gen hanya mempengaruhi gen-gen secara individu yanf terdapat di dalam kromosom. Mutasi kromosom dapat berupa perubahan struktur kromosom dan perubahan jumlah kromosom.

A. Perubahan Struktur Kromosom

Perubahan struktur kromosom dapat terjadi karena perubahan jumlah gen dalam pemotongan atau perubahan letak gen dalam kromosom. Perubahan jumlah gen dalam kromosom meliputi delesi dan duplikasi sedangkan perubahan letak gen dalam kromosom meliputi inversi dan translokasi.


1. Delesi

Delesi terjadi jika kromosom kehilangan sebagian segmennya. Hal ini terjadi karena bagian kromosom yang patah menghilang atau menempel pada kromosom lain. Contoh delesi adalah penyakit Cri Du Chat (tangisan kucing)  yang disebabkan oleh adanya delesi pada kromosom tubuh nomor 5. Penderita Cri Du Chat biasanya tidak berumur panjang. Penderita Cri Du Chat memiliki suara tangisan seperti suara kucing dan mengalami keterbelakangan mental. Selain itu, delesi juga dapat menyebabkan penyakit defisiensi enzim glukosa 6 fosfat dehidrogenase yang banyak ditemukan di Indonesia.

2. Duplikasi

Duplikasi terjadi ketika ada pengulangan sebagian segmen kromosom sehingga suatu segmen kromosom bisa berada lebih dari satu kali dalam satu perangkat koromosom. Hal ini terjadi jika patahan suatu kromosom menempel pada kromosom lain. Contoh peristiwa duplikasi adalah gen molat dehidrogenase atau MDH mempunyai ukuran dan struktur molekul yang mirip dengan laktat dehidrogenase atau LDH. Para pakar menduga bahwa gen MDH merupakan hasil mutasi dari gen LDH setelah mengalami duplikasi. 

3. Inversi

Inversi terjadi ketika ada pemutarbalikan segmen kromosom. Inversi terjadi jika kromosom patah dan segmen yang patah bergabung kembali dalam keadaan terbalik. Jika segmen yang terbalik mencakup sentromer maka disebut dengan inversi perisentrik. Jika segmen yang terbalik tidak mencakup sentromer maka disebut dengan inversi parasentrik.

4. Translokasi 

Translokasi terjadi ketika ada perpindahan segmen kromosom dari satu kromosom sel kromosom yang lain. Jika pertukaran segmen terjadi antara dua kromosom nonhomolog maka disebut dengan translokasi resiprokal. Translokasi resiprokal ini merupakan bentuk yang paling umum. Segmen kromosom juga dapat berpindah ke lokasi baru dalam kromosom yang sama atau kelompok lain tanpa diikuti oleh perpindahan segmen dari kromosom yang lain. Perpindahan kromosom yang demikian itu dinamakan transposisi.

B. Perubahan Jumlah Kromosom

Jumlah kromosom pada sel makhluk hidup umumnya selalu tetap. Akan tetapi ada beberapa peristiwa yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan jumlah kromosom dalam sel makhluk hidup. Misalnya, proses pemisahan kromosom selama pembelahan sel terganggu sehingga kromosom mengalami gagal berpisah. Akibat dari peristiwa gagal berpisah tersebut adalah sel-sel yang dihasilkan ada yang kelebihan kromosom dan ada yang kekurangan kromosom bahkan ada juga sel anak yang tidak mendapatkan kromosom. Selain itu perubahan jumlah kromosom juga dapat disebabkan oleh adanya peristiwa pindah silang atau perubahan kombinasi kromosom.
Perubahan jumlah kromosom dapat berupa euploidi dan aneuploidi. Euploidi adalah perubahan seluruh set kromosom sedangkan aneuplodi adalah perubahan satu atau beberapa kromosom dalam satu set kromosom.

1. Euploidi

Euploidi meliputi monoploidi, triploidi tetraploidi dan poliploidi. Organisme monoploidi (n) adalah organisme yang hanya memiliki satu perangkat kromosom di dalam sel-sel nya. Contoh organisme monoploidi adalah lebah madu jantan karena lebah madu jantan tumbuh dari sel telur yang tidak dibuahi.
Organisme triploidi (3n) adalah organisme yang memiliki tiga perangkat kromosom di dalam sel somatiknya. Umumnya individu triploidi merupakan individu yang steril seperti semangka dan jeruk tanpa biji
Organisme tetraploidi (4n) merupakan organisme yang memiliki 4 perangkat kromosom di dalam sel somatiknya. Organisme tetraploidi biasanya bersifat fertil.
Organisme poliploidi biasanya memiliki lebih dari dua perangkat kromosom (2n). Misalnya triploidi (3n), tetraploidi (4n), heksaploidi (6n) dan oktaploidi (8n). Poliploidi umumnya terjadi pada tumbuhan dan jarang sekali terjadi pada hewan. Tumbuhan poliploid dapat dilihat pada tumbuhan budidaya jagung, kentang, gandum dan sebagainya

2.Aneuploidi

Aneuploidi meliputi nulisomik, monosomik, trisomik, dan tetrasomik. Organisme nulisomik (2n-2) adalah organisme yang di dalam sel-sel nya kehilangan 2 kromosom yang sejenis atau homolog. Organisme nulisomik memiliki peluang hidup yang sangat kecil.
Organisme monosomik (2n-1) adalah organisme yang kehilangan satu kromosom dalam perangkatnya. Misalnya hilang satu kromosom X pada manusia menyebabkan terjadinya sindrom Turner
Organisme trisomi (2n+1) adalah organisme yang memiliki kelebihan satu kromosom dalam sel-selnya. Misalnya, kelebihan kromosom X pada laki-laki akan menyebabkan terjadinya sindrom klinefelter. Komposisi kromosom pada penderita sindrom klinefelter tersebut adalah 44A + XXY. Selain itu kelebihan kromosom nomor 21 pada manusia menyebabkan Sindrom Down.
Organisme tetrasomik (2n+2) adalah organisme yang kelebihan dua kromosom sejenis.

Demikianlah yang dapat saya bahas. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

Cara Membuat Format Jurnal Ilmiah Biologi

Jurnal adalah suatu publikasi ilmiah yang ditulis oleh para peneliti yang ahli di bidangnya. Jurnal berisi kutipan dan point-point penting dari sebuah laporan. Oleh sebab itu, sebelum melakukan submit jurnal, pastikan jurnal kalian sudah sesuai format yang telah disediakan oleh para pengelola jurnal. Jika format kalian sudah sesuai, maka jurnal kalian akan direview oleh para reviewer yang selanjutnya akan diterbitkan.

Format pada setiap jurnal itu berbeda-beda sesuai dengan ketentuan para pengelolanya. Jadi, harap diperhatikan mengenai hal tersebut. Jangan beranggapan bahwa jika kalian pernah diterima pada sebuah jurnal, maka kalian bisa mengirim jurnal dengan format yang sama kepada pengelola jurnal yang lain. Sebagai contoh, berdasarkan pengalaman saya sebagai administrator Jurnal Biologi Edukasi (milik Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah) dan Jurnal EduBio Tropika (milik Prodi Magister Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Unsyiah), banyak Author (pengaju jurnal) yang sering terbalik-balik dalam memformat jurnal mereka. Mereka ingin mempublish di Jurnal Biologi Edukasi, tapi formatnya mengikuti Jurnal EduBio Tropika, atau sebaliknya. Ada juga yang lebih parah lagi, bahkan mereka sama sekali tidak memperhatikan format yang diminta.

Berikut ini, saya tampilan Format Penulisan untuk Calon Penulis Jurnal Biologi Edukasi dan Jurnal EduBio Tropika. Silahkan baca dengan teliti.

Cara Membuat Format Jurnal Ilmiah Biologi
Logo Jurnal Biologi Edukasi

Petunjuk bagi (Calon) Penulis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Edukasi (J.BioEd)

  • Artikel yang ditulis untuk J.BioEd meliputi hasil telaah (hanya atas undangan) dan hasil penelitian di bidang pendidikan biologi dan ilmu biologi. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Roman, ukuran 12 pts, dengan spasi ganda, dicetak pada kertas A4 dengan panjang maksimum 10 halaman, dan diserahkan dalam bentuk print-out sebanyak 3 eksemplar beserta soft-copy-nya. Pengiriman naskah juga dapat dilakukan sebagai attachment email ke alamat jbioed@fkip.unsyiah.ac.id.
  • Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sistematika artikel hasil penelitian adalah judul, nama penulis, abstrak disertai kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan, ucapan terima kasih (optional) serta daftar rujukan.
  • Judul artikel dalam bahasa Indonesia tidak boleh lebih dari 14 kata, sedangkan judul dalam bahasa Inggris tidak boleh lebih dari 12 kata. Judul dicetak dengan huruf kapital di tengah-tengah, dengan ukuran huruf 14 point.
  • Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik, disertai lembaga asal, dan ditempatkan di bawah judul artikel. Dalam hal naskah ditulis oleh tim, penyunting hanya berhubungan dengan dengan penulis utama atau penulis yang namanya tercantum pada urutan pertama. Penulis utama harus mencantumkan alamat korenspondensi atau e-mail.
  • Abstrak dan kata kunci ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Panjang masing-masing abstrak 75-250 kata, sedangkan jumlah kata kunci 3-5 kata. Abstrak minimal berisi judul, tujuan, metode, dan hasil penelitian.
  • Bagian pendahuluan berisi latar belakang, konteks penelitian, hasil kajian pustaka, dan tujuan penelitian. Seluruh bagian pendahuluan dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf, dengan panjang15-20% dari total panjang artikel.
  • Bagian metode berisi paparan dalam bentuk paragraf tentang rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data yang secara nyata dilakukan peneliti, dengan panjang 10-15% dari total panjang artikel.
  • Bagian hasil penelitian berisi paparan hasil analisis yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Setiap hasil penelitian harus dibahas. Pembahasan berisi pemaknaan hasil dan pembandingan teori dan/atau hasil penelitian sejenis. Panjang paparan hasil dan pembahasan 40-60% dari panjang artikel.
  • Bagian simpulan berisi temuan penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan penelitian atau berupa intisari hasil pembahasan. Simpulan disajikan dalam bentuk paragraf.
  • Daftar rujukan hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk, dan semua sumber yang dirujuk harus tercantum dalam daftar rujukan. Sumber rujukan minimal 80% berupa pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang digunakan adalah sumber-sumber primer berupa artikel-artikel penelitian dalam jurnal atau laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, dan disertasi).
  • Perujukan dan pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung (nama akhir, tahun). Pencantuman sumber pada kutipan langsung hendaknya disertai keterangan tentang nomor halaman tempat asal kutipan. Contoh: (Kennedy, 2003).
  • Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti contoh berikut ini secara alfabetis dan kronologis.
    • Ginsberg, J.R. 1994. Captive Breeding, Reintroduction, and The Conservation of Canids. In: Olney, P.J.S., G.M. Marce and A.T.C. Feistner. (Eds.). Creative Conservation – Interactive Management of Wild and Captive Animals, pp. 365-383. Chapman and Hall, London.
    • Kennedy, A.D. 1995. Simulated Climate Change: Are Passive Greenhauses A Valid Microcosm for Testing The Biological Effect of Environmental Perturbations? Global Change Biology 1: 1-12.
    • Olney, P.J.S., G.M. Marce and A.T.C. Feistner. (Eds.). 1994. Creative Conservation – Interactive Management of Wild and Captive Animals. Chapman and Hall, London.
    • Welty, J.C. 1979. The Life of Birds. Saunders College Publishing, Philadelphia.
    • Yuda, P. 1994. Studi Awal Tentang Penggunaan Teknik Sensus Titik Dengan Jarak Tertentu dan Jarak Tak Terbatas untuk Pendugaan Kemelimpahan dan Keanekaragaman Burung. Biologi 1(7): 311-317.
  • Tata cara penyajian kutipan, rujukan, tabel, dan gambar mengikuti format umum atau mencontoh langsung tata cara yang digunakan dalam artikel yang telah dimuat. Untuk artikel yang menggunakan table harus menyertakan file dalam format Microsoft excel. Artikel berbahasa Indonesia menggunakan Pedoman Umum Ejaaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan istilah-istilah yang dibakukan oleh Pusat Bahasa Indonesia.
  • Semua naskah ditelaah secara anonym oleh mitra bebestari (reviewers) yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang kepakarannya. Penulis artikel diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan (revisi) naskah atas dasar rekomendasi/saran dari mitra bebestari atau penyunting. Kepastian pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis.
  • Segala sesuatu yang menyangkut perizinan pengutipan atau penggunaan software komputer untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya, menjadi tanggung jawab penuh penulis artikel.
  • Sebagai prasyarat bagi pemrosesan artikel, para penyumbang artikel wajib menjadi pelanggan minimal selama satu tahun (dua nomor). Penulis yang artikelnya dimuat wajib membayar kontribusi biaya cetak sebesar Rp250.000,00 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah) per judul. Penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar. Artikel yang tidak dimuat tidak akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis.



Cara Membuat Format Jurnal Ilmiah Biologi
Logo Jurnal EduBio Tropika

Bagi (Calon) Penulis
Jurnal EduBio Tropika (JET)

  • Artikel yang ditulis untuk JET meliputi hasil telaah (hanya atas undangan) dan hasil penelitian di bidang kependidikan biologi dan ilmu biologi. Naskah diketik dengan program Microsoft Word, huruf Times New Roman, ukuran 12 pts, dengan spasi ganda, dicetak pada kertas A4 dengan panjang maksimum 20 halaman, dan diserahkan dalam bentuk print-out sebanyak 2 eksemplar beserta soft-copy-nya. Pengiriman naskah juga dapat dilakukan melalui homepage: http://www.jet.jurnal.web.id. dan e-mail: j.edubiotropika@gmail.com.
  • Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Sistematika artikel hasil penelitian adalah judul, nama penulis, abstrak disertai kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan, serta daftar rujukan.
  • Judul artikel dalam bahasa Indonesia tidak boleh lebih dari 20 kata, sedangkan judul dalam bahasa Inggris tidak boleh lebih dari 14 kata.
  • Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik, disertai lembaga asal, dan ditempatkan di bawah judul artikel. Dalam hal naskah ditulis oleh tim, penyunting hanya berhubungan dengan penulis utama. Selanjutnya penulis utama harus mencantumkan alamat korespondensi atau e-mail.
  • Abstrak dan kata kunci ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Panjang masing-masing abstrak maksimal 200 kata, sedangkan jumlah kata kunci 3-5 kata. Abstrak minimal berisi judul, tujuan, metode, dan hasil penelitian.
  • Bagian pendahuluan berisi latar belakang, konteks penelitian, hasil kajian pustaka, dan tujuan penelitian. Seluruh bagian pendahuluan dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf, dengan panjang 15-20% dari total panjang artikel.
  • Bagian metode berisi paparan dalam bentuk paragraf tentang rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data yang secara nyata dilakukan peneliti, dengan panjang10-15% dari total panjang artikel.
  • Bagian hasil penelitian berisi paparan hasil analisis yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Setiap hasil penelitian harus dibahas. Pembahasan berisi pemaknaan hasil dan pembandingan dengan teori dan/atau hasil penelitian sejenis. Panjang paparan hasil dan pembahasan 40-60% dari panjang artikel.
  • Bagian simpulan berisi temuan penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan penelitian atau berupa intisari hasil pembahasan. Simpulan disajikan dalam bentuk paragraf.
  • Daftar rujukan hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk, dan semua sumber yang dirujuk harus tercantum dalam daftar rujukan. Sumber rujukan minimal 80% berupa pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang digunakan adalah sumber-sumber primer berupa artikel-artikel penelitian dalam jurnal atau laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, disertasi).
  • Perujukan dan pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung (nama akhir, tahun). Pencantuman sumber pada kutipan langsung hendaknya disertai keterangan tentang nomor halaman tempat asal kutipan. Contoh: (Hasanuddin, 2013: 56).
  • Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti contoh berikut ini dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis.

    • Buku:
    • Anderson L.W., & Krathwohl D.L., 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing. A Revision of Blomm’s Taxonomy of Educational Objectives. Addison Wesley Longman, Inc. United States.
    • Buku kumpulan artikel:
    • Zen, M.T., Djojohadikusumo, Sumitro & Goldsmith, Edward, dkk. 1985. Menuju Kelestarian Lingkungan Hidup. Jakarta: PT. Gramedia.
    • Artikel dalam jurnal atau majalah:
    • Djufri. 2011. Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan Bawah pada Tegakan Akasia di Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Jurnal Biologi Edukasi. 2(2): 45-67.
    • Artikel dalam Koran:
    • Suhendrayatna. Kamis, 20 Oktober, 2011. Krueng Meurebo Tercemar Merkuri. Serambi Indonesia. hlm. 8.
    • Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):
    • Serambi Indonesia. 20 September, 2013. Menghijaukan Tambak dengan Magrove. hlm. 7.
    • Dokumen resmi:
    • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2007 Jakarta: PT. Gramedia.
    • Buku terjemahan:
    • Schunk, Dale H. 2012. Teori-teori Pembelajaran. Terjemahan oleh Eva Hamdiah & Rahmat Fajar. 2012. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
    • Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
    • Hasanuddin. 2013. Pengaruh Pembelajaran RQA dipadu TPS Berbasis Lesson Study terhadap Kemampuan Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa pada Matakuliah Anatomi Tumbuhan. Disertasi. Tidak Dipublikasi. Malang: Universitas Negeri Malang.
    • Makalah seminar, lokakarya, penataran:
    • Corebima, A. D., 2010. Berdayakan Keterampilan Berpikir Selama Pembelajaran Sains Demi Masa Depan Kita. Makalah. Disampaikan pada Seminar Nasional Sains di Universitas Negeri Surabaya, 16 Januari.
    • Internet (karya individual):
    • Ommundsen, P. 2001. Problem-based Learning in Biology with 20 Case Examples. (online) http://capewest.ca/pbl.html. Diakses 10 Desember 2012.
    • Internet (artikel dalam jurnal online):
    • Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan. (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).
    • Internet (bahan diskusi):
    • Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 November 1995).

  • Tata cara penyajian kutipan, rujukan, tabel, dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Universitas Syiah Kuala) atau mencontoh langsung tata cara yang digunakan dalam artikel yang telah dimuat. Artikel bahasa Indonesia menggunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan istilah-istilah yang dibakukan oleh Pusat Bahasa.
  • Semua naskah ditelaah secara anonim oleh mitra bestari (reviewers) yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang kepakarannya. Penulis artikel diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan (revisi) naskah atas dasar rekomendasi/saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis.
  • Segala sesuatu yang menyangkut perizinan pengutipan atau penggunaan software komputer untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya, menjadi tanggung jawab penuh penulis artikel.
  • Penulis yang artikelnya dimuat wajib membayar kontribusi biaya cetak sebesar Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per judul. Penulis menerima nomor bukti pemuatan sebanyak 2 (dua) eksemplar. Artikel yang tidak dimuat tidak akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis.

Perhatikan bagian yang saya bold (tebalkan). Kesalahan sedikit saja bisa sangat fatal bukan? Untuk itulah, sebelum mengirim jurnal, mohon dibaca dengan teliti petunjuk penulisan bagi calon penulis. Hal tersebut sangat penting. Karena semakin bagus kalian membuat formatnya, maka semakin cepat jurnal kalian diproses oleh pengelola jurnal.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Semoga jurnal kalian sukses diterima oleh pengelola jurnal. Terima kasih.

Cara Mudah Mengubah Orientasi Halaman Portrait atau Landscape file PDF

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai cara menggabungkan file JPG, JPEG, PNG, DOC, DOCX menjadi satu file PDF. Nah, pada artikel kali ini, saya akan membahas cara mengubah orientasi halaman PDF. Untuk membaca cara mengubah orientasi halaman di Ms. Word, silahkan klik link berikut: Cara Mengubah Orientasi Halaman pada file Word

Sama seperti artikel sebelumnya, saya menggunakan software Nitro PRO untuk melakukan proses ini. Kalian bisa mencari software ini di internet dengan sangat mudah.

Langkah-langkah mengubah orientasi Portrait atau Landscape file PDF

  • Buka software Nitro PDF
  • Klik pada Menu File, klik Open, klik pilihan Computer, lalu klik Browse
Cara Mudah Mengubah Orientasi Halaman Portrait atau Landscape file PDF
Klik pada gambar untuk memperbesar ukuran gambar
  • Silahkan cari file yang kalian ubah, setelah itu klik OK
  • Sorot ke halaman yang yang ingin anda ubah orientasinya
  • Klik pada Menu Edit, lalu klik di Rotate
Cara Mudah Mengubah Orientasi Halaman Portrait atau Landscape file PDF
Klik pada gambar untuk memperbesar ukuran gambar
  • Pop up Menu Rotate akan muncul
  • Disini kalian bisa melihat beberapa pilihan sebagai berikut
Klik pada gambar untuk memperbesar ukuran gambar
Keterangan gambar:
  1. Untuk memutar 90 derajat ke arah kiri
  2. Untuk memutar 90 derajar ke arah kanan
  3. All: untuk mengubah orientasi seluruh halaman. Current Page: Untuk mengubah orientasi halaman yang sedang di sorot. First Page: Untuk mengubah orientasi halaman pertama. Last Page: Untuk mengubah orientasi halaman terakhir. Pages: Untuk menngubah orientasi halaman tertentu. Misalnya, kalian ingin mengubah orientasi halaman kedua sampai halaman keempat, jadi kalian tinggal mengetik 2-4 saja
  4. Rotate, untuk mengaktifkan perubahan rotasi halaman PDF
  • Setelah mengubah orientasi sesuai dengan kebutuhan kalian, klik Rotate
  • Selanjutnya, tekan Ctrl+S pada keyboard untuk menyimpan perubahan yang telah dibuat
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga artikel ini dapat menyelesaikan permasalahan kalian mengenai pengaturan orientasi pada file PDF. Terima kasih.