Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer

Sebenarnya saya agak sulit dalam menentukan judul postingan kali ini. Pada awalnya saya ingin membuat judul dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan para pembaca dalam menemukan tips ini. Namun, karena sulit menemukan kata-kata yang “pas” dalam Bahasa Indonesia, akhirnya saya gabungkan saja antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Tahukah kalian apa auto-scrolling down itu?

Uncontrolled auto-scrolling down atau bergulir ke bawah secara otomtis dan tidak terkontrol (begitu kan ya?) adalah suatu permasalahan yang timbul dari kesalahan (error) pada keyboard komputer yang menyebabkan halaman akan turun/bergulir ke bawah/auto-scrolling down pada setiap bagian komputer yang kalian pilih/klik (Yulisman, 2017). Misalnya, kalian buka file Ms. Word yang memiliki 1000 halaman. Tanpa kalian klik apapun, tiba-tiba si komputer langsung membawa kalian ke lembah file 1000 halaman tersebut dan ketika kalian klik panah ke atas, kursor akan kembali lagi ke tempat semula. Hal ini juga berlaku ketika kalian menggunakan scrollbar. Ketika kalian membawa sudah berhasil men-scroll up sampai ke halaman pertama, begitu scrollbar-nya dilepas, maka dengan cepat komputer akan kembali terjungkal ke lembahnya lagi. Ternyata, masalah ini tidak hanya berlaku ketika membuka Ms. Word saja. Masalah ini akan muncul di semua program, baik di Explorer, Notepad, dan bahkan di browser kalian. Bayangkan ketika kalian ingin menonton video di Youtube, si komputer malah membawa kalian untuk turun membaca komentar yang paling bawah. Pasti menjengkelkan bukan?

Sebenarnya, postingan ini didasarkan pada kejadian nyata, bukan fiktif belaka. Alkisah pada suatu hari, istri saya melaporkan bahwa keyboard laptopnya bermasalah. Pada awalnya saya pikir itu bukanlah masalah yang besar, sehingga saya saya tidak langsung memeriksanya. Keesokan harinya, pada saat saya mencobanya, saya langsung berkesimpulan, “oh, ini tombol panah ke bawahnya yang rusak. Sepertinya tidak bisa saya buat, kita bawa ke tukang servis langganan saja”. Nah, Pada saat kami bawa ke tukang servis, lalu di coba oleh tukang servisnya, eh malah normal-normal saja. Namun ketika di coba oleh istri saya lagi, malah masalahnya mucul lagi. Akhirnya saya ambil kesimpulan, laptop ini di servis saja, dan kalau memang perlu, di ganti saja keyboardnya. Si tukang servisnya pun meng-iya-kan dan dia meminta waktu 4 jam. Daripada kami menunggu disitu memandangi si tukang servis yang mungkin saja dapat mengganggu konsentrasinya, kami memilih untuk mencari tempat makan saja. Setelah memesan makanan, baru pada suapan pertama, tiba-tiba ada yang menelpon saya. Ternyata si tukang servis. Dia menanyakan mengenai garansi laptop saya. Nah, karena masih bergaransi, si tukang servis tidak berani membukanya, dia hanya membersihkan dari luar saja, membersihkan debu-debu pada laptop yang sudah menumpuk. Setelah selesai makan, kami kembali ke tempat servis komputernya. Disitu dia menganjurkan untuk memperbaiki laptop ini ke service center saja. Namun saya tidak mau, karena pasti lama, dan istri saya pun sangat membutuhkan laptop ini. Akhirnya, saya hanya membayar biasa “bersih-bersih” laptop saja, sebesar 50ribu rupiah. Sudah capek, uang keluar, masalah masih ada.

Dalam perjalanan pulang, saya berpikir, kenapa tidak saya perbaiki sendiri saja. Biasanya, setiap ada laptop dan komputer orang yang rusak, itu saya senang {eh!). Maksudnya, ketika ada orang yang membawa laptop bermasalah ke saya, bagi saya, orang tersebut seperti membawa sebuah buku baru untuk saya baca, artinya, ada pengetahuan baru dari situ. Namun entah kenapa, kali ini saya terlalu cepat untuk menyerah dan langsung membawanya ke tukang servis. Akhirnya, malam itu juga, saya pelajari permasalahan laptop ini. Setelah browsing sana-sini, saya pun menemukan solusi dan mengatasi masalah keyboard tersebut.

Bagaimana saya melakukannya?

Ok, akan saya jelaskan sedikit mengenai SOP Penanganan Komputer Bermasalah. Sebelum kalian mengambil kesimpulan untuk memperbaiki hardware, selidiki terlebih dahulu software-nya. Pada kasus ini, permasalahannya dapat disebabkan oleh driver (device) keyboard, mouse, touchpad dan disebabkan oleh kesalahan registry. Biasanya, untuk menangani permasalahan dengan driver dan registry, cara cepatnya adalah install ulang komputer kalian. Namun, jika install ulang itu juga lama dan dapat menghapus semua kenangan di komputer kalian, maka perbaki saja driver dan registry tersebut.

Cara Pertama-Memperbaiki Software

  1. Buka Control Panel, lalu cari Device Manager
  2. Klik pada Keyboard. Biasanya, di bagian ini terdapat 2 sampai dengan 3 driver keyboard, yaitu HID Keyboard Device dan Standard PS/2 Keyboard.
  3. Klik kanan pada HID Keyboard Device, lalu pilih Uninstall Device. Lakukan hal yang sama pada Standard PS/2 Keyboard. Jangan restart komputer kalian pada saat ini, karena masih ada proses selanjutnya.
  4. Klik pada Mice and other pointing devices. Pada bagian ini, biasanya terdapat HID-compliant mouse dan driver touchpad bawaan merk komputer kalian, pada kasus saya, terdapat ASUS Touchpad.
  5. Lakukan hal yang sama seperti pada tahap 3. Setelah semuanya selesai di uninstall, restart komputer kalian.
  6. Jika masalahnya masih muncul, berarti sumber masalahnya bukan dari driver keyboard dan touchpad kalian. Namun, kalian jangan dulu membuka keyboard atau membawanya ke tukang servis komputer.
  7. Buka halaman web berikut ini: http://www.keyboardtester.com/tester.html
  8. Pada halaman web tersebut, kalian bisa melihat tombol yang sudah pernah ditekan/diaktifkan akan berwarna hijau. Pada kasus laptop saya, awalnya saya berpikir tombol panah ke bawah yang mengalami masalah, ternyata, yang bermasalah adalah tombol pdgn (page down) pada bagian keyboard numerik. Pada halaman KeyboardTester.com, tombol error itu ditandai dengan hijaunya tombol numerik 3.
  9. Hal selanjutnya semakin mudah, yang perlu kalian lakukan adalah men-disable tombol tersebut. Kalian tidak perlu mencabut tombol di keyboard untuk men-disable-nya. 
  10. Download dan install aplikasi Keytweak: http://keytweak.software.informer.com/2.3/
  11. Setelah di install, buka aplikasi tersebut
  12. Pada bagian Choose New Remapping, pilih tombol keyboard yang sedang bermasalah, lalu klik pada Disable. Selanjutnya klik Apply
  13. Restart komputer
  14. Kasus saya selesai pada tahap ini

Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer
Tampilan Device Manager

Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer
Tampilan Halaman KeyboardTester.com

Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer
Tampilan Aplikasi KeyTweak. Disini kalian bisa melihat saya sudah men-disable NumPad 3

Cara Kedua-Memperbaiki Hardware

Bagaimana jika masalahnya masih muncul?

Dapat dikatakan bahwa permasalahan yang sedang kalian hadapi ini berhubungan dengan hardware, bukan lagi software. Oleh sebab itu, kalian harus membuka dan membersihkan keyboard komputer kalian. Jika kalian tidak berani atau takut malah akan menambah masalah, ada baiknya kalian bawa komputer ke tukang servis terdekat di kota-kota kalian Akan tetapi, saya sarankan bawa ke tukang servis yang sudah kalian kenal.

Demikianlah postingan ini saya buat, semoga bermanfaat.

5 Harapan dan 6 Impian untuk UNSYIAH

Kamu dari UNSYIAH? Apakah kampusmu ada hubungannya dengan syi'ah? 
Tiba-tiba saya menjadi SPB (Sales Promotion Boy) UNSYIAH.

Lambang Universitas Syiah Kuala
Lambang Universitas Syiah Kuala

UNSYIAH baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 56. Jika diibaratkan seorang manusia, orang yang berumur 56 tahun itu sudah pasti banyak pengalamannya. Banyak pula halangan dan rintangan yang telah dilaluinya. Semua itu, pada akhirnya, mampu membawa UNSYIAH untuk meraih Akreditasi A. Namun tetap saja, kemana pun saya pergi, saya harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa UNSYIAH tidak berafiliasi sedikitpun dengan paham “Syi'ah”.

Sebagai salah satu alumni UNSYIAH, saya sangat bangga dengan perkembangan UNSYIAH saat ini, terutama dari segi akademik dan sosial masyarakat. Sangat sering saya dengar bagaimana sepak terjang junior saya di tingkat nasional dan internasional. Tidak jarang pula saya mengucapkan Alhamdulillah ketika saya membaca nama-nama junior saya di beberapa artikel internasional. Begitu juga dengan pengabdian mereka kepada masyarakat, melalui kegiatan KKN, saya terpukau dengan ide-ide cemerlang mereka dalam membantu masyarakat. Mereka juga masih kritis dalam menanggapi beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Aceh. Saya sangat senang karena mereka tidak lupa dengan tanggung jawabnya dan berani turun langsung ke dalam masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Tan Malaka,

"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali"

Selanjutnya, sebagai seorang alumni UNSYIAH, tentu saja, saya memiliki harapan dan impian untuk UNSYIAH. Harapan ini tidak muluk-muluk, impiannya pun tidak meninggi-ninggi. Dari sekian banyak keinginan itu, saya rangkumkan menjadi 5 harapan dan 6 impian saja. Dengan satu keinginan pasti, semoga Allah meridhai dan UNSYIAH dapat menggapainya. 

Sebelum menjelaskan panjang lebar, ada baiknya saya terangkan sedikit mengenai makna harapan dan impian versi saya. Harapan adalah sebuah keinginan jangka pendek. Sedangkan impian adalah sebuah keinginan jangka panjang. Sangat sederhana bukan? Bagaimana definisi harapan dan impian menurut kalian?

5 Harapan Saya untuk UNSYIAH

Sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa dua per tiga (67 persen) dari mahasiswa menganggap fasilitas kampus merupakan salah satu faktor bagi mereka dalam memilih universitas. Oleh sebab itu, saya sangat berharap UNSYIAH lebih berbenah lagi dalam menyiapkan fasilitas karena fasilitas yang baik akan menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa baru dan dapat mendukung kegiatan akademik, baik bagi para mahasiswa, dosen, maupun stafnya. 

1. Listrik yang tidak pernah padam

Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di bumi Siliwangi, dengan bantuan teman PK 41 LPDP, saya bersama istri di bawa salah satu tempat perbelanjaan terlengkap di Bandung, namanya Borma. Sesuai dengan jingle-nya, “semua yang Anda cari, semuanya, ada disini”. Ya, semuanya ada di Borma. Semua peralatan ada, mulai dari peralatan dapur, sumur, dan kasur, semuanya ada. Namun, ketika saya mengambil lampu emergency, teman saya bertanya, “kamu beli lampu itu untuk apa? Saya jawab, “Ya kalau ada mati lampu, tidak perlu repot-repot lagi cari lilin”. Terus dia dengan bangga menjawab, “Oh, disini mah, tidak pernah mati lampu”. “TIDAK PERNAH MATI LAMPU”. Kata-kata itu terngiang-ngiang dalam pikiran saya sampai semester 3. Ya, benar sekali, selama saya tinggal disini, hanya 1 kali saja saya mengalami pemadaman listrik, itupun tidak lama. Selama disini, hujan hampir setiap hari, terus kalau sudah memasuki bulan Agustus, itu hujan lebat plus petir yang suara gemuruhnya bisa membuat jantung copot. Akan tetapi, lampu masih tetap nyala. Nah, kalau disana, jika sudah hujan plus petir, kita sebagai warga negara yang sadar akan ketidakmampuan PLN disana, tentu harus segera menyiapkan lampu emergency, atau paling tidak lilin.

Keadaan ini akan menjadi lebih parah jika kalian adalah seorang akademisi, dan kegiatan kalian berhubungan dengan laboratorium. Kalian bisa membayangkan, ketika kalian harus menumbuhkan bakteri dengan suhu tertentu, dan untuk memperoleh suhu tertentu itu kalian harus menggunakan inkubator, dimana inkubator itu perlu listrik, dan listriknya padam. Apa yang harus dilakukan? Ya, paling istighfar, lalu mengulang kembali tahapan praktikumnya. Oleh sebab itu, UNSYIAH, di umurnya yang sudah menginjak 56 tahun, harus paham dengan masalah ini. Paling tidak, ada genset dan dana untuk genset di setiap fakultasnya. Hal ini penting sekali untuk kenyaman dan keberlangsungan kegiatan akademik di dalamnya. 

2. Memiliki Transportasi Umum Milik Kampus

Beberapa hari yang lalu, saya dikunjungi oleh salah satu junior saya yang sama-sama penerima beasiswa LPDP, cuma bedanya, dia akan melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah panjang lebar bercerita, sampailah pada pertanyaan, “bang, kalau di UI ada Bis Kuning (BiKun), kalau di IPB ada bus kampus, green bike, dan mobil listrik (MoLi), terus kalau di UPI, ada apa bang? Terus saya jawab, di UPI ada odong-odong hijau, cuma abang sama kakak lebih senang jalan kaki, toh disini tidak diijinkan bagi mahasiswa dan siswa untuk mengendari kendaraan pribadi di dalam kampus”. Terus dia Tanya lagi, “kalau di UNSYIAH ada apa bang?” Saya jawab, di UNSYIAH paling lengkap dek, semua ada. Ada labi-labi, ada Trans Kutaraja, ada kendaran pribadi, Dump truk pun ada, bentar lagi mungkin helikopter masuk ke lapangan tugu dek”.

Dari dulu, semenjak masih menjadi mahasiswa di FKIP Biologi. Saya selalu berpikir, kenapa banyak sekali lalu lalang kendaraan di dalam kampus. Jalan kampus penuh sesak. UNSYIAH perlu menyediakan aturan seperti di beberapa kampus lainnya, mahasiswa dilarang menggunakan kendaraan pribadi di kampusnya. Saat pertama kali mereka masuk kampus, mereka diharuskan memarkirkan kendaraannya, lalu berjalan kaki atau menggunakan transportasi dalam kampus untuk menuju kampusnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan Green Lifestyle, yang mana selain bermanfaat untuk mahasiswa, juga bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar.

3. Integrasi Teknologi Informasi dalam Kegiatan pembelajaran dan Administrasi

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat, dan merambah ke segala bidang kehidupan kita. Dunia pendidikan pun tak luput dari dampak perkembangan tersebut. Oleh sebab itu, teknologi informasi bukan merupakan hal yang baru bagi para akademisi di UNSYIAH. Mengapa teknologi bisa berkembang secepat itu? Salah satu alasannya adalah teknologi informasi menawarkan kemudahan bagi penggunanya. 

Di UNSYIAH, saat ini sudah banyak penerapan teknologi informasi dalam hal adminitrasi, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran, hanya satu dua orang dosen saja yang benar-benar menerapkannya. Padahal, potensi penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran sangat besar, hanya saja masih banyak yang tidak mau memanfaatkannya. Saya sering mendengar, “aneuk manyak lawet nyoe, gadoh lale ngen hape (anak-anak sekarang, banyak yang lalai karena hp)”. Padahal, dosen saya pernah mengatakan, “kenapa anak-anak menggunakan hp nya untuk bermain atau entertainment saja, ya karena pendidiknya jarang mau menggunakan hp tersebut ke dalam kegiatan pembelajarannya”. Untuk itu, kita harus cerdas dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi ini. Daripada melawan arus perkembangannya, lebih baik kita memanfaatkannya, bukan?


4. Fasilitas Internet yang Lancar dari Pagi sampai Sore

Sebelum saya menuliskan postingan ini, saya sudah bertanya kepada teman yang masih ada di UNSYIAH, “Bang, bagaimana internet di UNSYIAH saat ini? Lalu dia menjawab, “Seperti biasa, kadang-kadang sangat lancar, kadang-kadang ya salam”. Ternyata, keadaan internetnya masih sama seperti saat saya kuliah dulu. Saya sangat berharap kepada UNSYIAH agar segera memperbaiki fasilitas internet ini. Karena, untuk mendownload jurnal, itu perlu koneksi internet dengan IP UNSYIAH. Bukankah UNSYIAH sudah banyak berlangganan jurnal internasional? Jurnal yang telah UNSYIAH langgankan itu hanya bisa diakses dengan menggunakan IP UNSYIAH. Jika internetnya “ngadat”, bagaimana caranya untuk mendownload? Memang benar, Perpustakaan UNSYIAH saat ini menyediakan fasilitas download ini, tapi apakah untuk mendownload satu atau dua jurnal saja harus ke perpustakaan terlebih dahulu?

5. Civitas Akademika yang Peka untuk Merawat Kampus

Mengenai permasalahan ini, sebenarnya saya tidak berharap pada UNSYIAH-nya saja, namun kepada seluruh civitas akademikanya. Ada teman sekelas saya yang juga berasal UNSYIAH menceritakan kepada saya. “Bang, abang kenal dengan Ibu Fulan ini?” Saya jawab, “Ya, saya kenal, beliau dosen pembimbing saya, memangnya kenapa?” Si teman dengan semangatnya bercerita, “dulu kami pernah ke toilet, terus ketemu ibu itu, pas kami mau masuk, dia bilang, kalian jangan masuk dulu, lalu dia keluar toilet, memanggil seorang mahasiswi yang baru saja keluar toilet dengan suara yang besar, hei kamu, kamu yang baru saja keluar dari ini kan? Terus si mahasiswi meng-iyakan, terus si ibu menyuruh si mahasiswi untuk melihat keadaan toilet yang baru saja digunakannya, ini pasir dari sepatu kamu kan? Si mahasiswi kembali meng-iyakan, si ibu lalu mengatakan kamu itu sudah mahasiswa, masak cara kerja kamu begini. Kamu harus bersihin pasir begini sebelum meninggalkan toilet”. Itu merupakan secuplik keadaan di UNSYIAH (dulu, semoga saat ini tidak ada lagi).
Di lain kesempatan, saya juga sering melihat mahasiswa yang sedang naik tangga sambil menggesek tangan yang ada cincinnya sampai berbunyi pada pegangan tangga, lalu saya hampiri dia, sambil berjalan saya mengatakan, “oh, pantas cat-cat di pegangan ini cepat sekali terkelupas, rupanya kerjaan kamu ya”. Ada juga yang suka menoret-coret meja dan busa di kursi, ada juga busa di kursi yang jebol (sepertinya yang duduk di kursi adalah saudara Hulk). Belum lagi dengan kebiasaan para mahasiswa dan mahasiswi yang suka membuang tissue di saluran toilet. Masalah ini sering saya dengar dari staf yang bekerja di UNSYIAH. Hal tersebut sering membuat saluran pembuangan tersumbat. Mereka sebenarnya sudah lelah untuk mengingatkan. Oleh sebab itu, saya berharap kepada semua civitas akademika UNSYIAH untuk saling menjaga dan merawat UNSYIAH, kalau bukan kalian yang merawatnya, siapa lagi? Para petugas kebersihan? Jumlah mereka itu lebih sedikit daripada kalian, hanya mengharapkan mereka saja dalam merawat dan membersihkan UNSYIAH sama saja seperti melihat ombak yang membasahi bibir pantai, basahnya hanya sebentar saja.

6 Impian Saya untuk Unsyiah

1. UNSYIAH Masuk dalam Jajaran 10 Besar Universitas Terbaik di Indonesia 

Berdasarkan informasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengenai peringkat perguruan tinggi non politeknik Tahun 2017, UNSYIAH berada di urutan 27, jauh di bawah USU dan UNIMED. Oleh sebab itu, jangan heran jika banyak para mahasiswa baru dari Aceh lebih memilih kedua kampus tersebut dibandingkan UNSYIAH.


2. Jumlah Publikasi yang Semakin Meningkat Setiap Tahunnya 

Menurut Scopus, jumlah publikasi Indonesia berada di peringkat 3 di antara negara-negara ASEAN, berada di bawah Malaysia dan Singapura. UNSYIAH sendiri, total publikasi hingga 31 Mei 2016 adalah 642 dokumen, berada pada peringkat 14, tepat di bawah Universitas Andalas. Jumlah publikasi UNSYIAH terus naik sejak tahun 2008 dan rata-rata pertumbuhannya dalam 5 tahun terakhir adalah 27,06%. Saya sangat ingin pertumbuhan ini terus meningkat dan saya yakin UNSYIAH mampu melakukannya.

3. Menyiapkan Mahasiswa yang Menjunjung Tinggi Agama, Adat dan Budaya, serta Pancasila

Beberapa hari yang lalu, melalui lini masa media sosial, saya kembali melihat kehebohan tentang UNSYIAH. Saya pikir apakah ada mahasiswa UNSYIAH yang memenangkan kompetisi internasional, atau ada mahasiswa UNSYIAH yang menjadi pembicara di forum internasional, ternyata kasus “Korean Dance”. 

Indonesia itu negara kaya akan budaya. Indonsia memiliki lebih dari 700 suku, lebih dari 600 bahasa daerah, lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Namun kenapa masih bangga dengan budaya luar? Kenapa sangat bersemangat dengan tarian luar? Bahkan, di Aceh sendiri ada sekitar 16-an tarian. Kenapa harus memilih tarian asing? Yang jelas-jelas tidak sesuai dengan agama, adat dan budaya Indonesia?
Dibalik kejadian tersebut, ada lagi yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Malah ada orang Aceh menganggap hal tersebut masih “wajar’, karena pakaian yang digunakan oleh “dancer”nya “sopan”. Saya ingin bertanya, standar “sopan” daerah mana yang digunakan oleh mereka? Standar “sopan” daerah Timur atau daerah Barat? Sebagai seorang mahasiswa, sangat penting untuk peduli dengan kekayaan adat dan budaya daerah kita sendiri, karena jika bukan mahasiswa yang melestarikan adat dan budayanya, terus siapa? Mau berharap orang dari negara lain yang melestarikannya? Yang ada malah diklaim sama mereka.

4. Meningkatkan Rasa untuk Berkolaborasi, Tidak hanya Kompetisi

Di dalam pendidikan, ada yang namanya asesmen. Selanjutnya, asesmen itu terbagi menjadi asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen dilaksanakan sepanjang kegiatan pembelajaran dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran, baik untuk pendidik maupun peserta didik. Sedangkan, asesmen sumatif dilaksanakan pada waktu tertentu, biasanya akhir semester dan bertujuan untuk memberikan nilai (judgement) terhadap peserta didik. Asesmen sumatif juga dikenal dengan evaluasi.

Sepanjang pengetahuan saya, lebih banyak asesmen sumatif daripada asesmen formatif yang dilakukan di UNSYIAH, akan tetapi kenapa mahasiswa UNSYIAH sangat getol dengan evaluasi saja? Sehingga dalam pikiran mereka yang tahunya hanya kompetisi saja? Yang penting saya dapat nilai tinggi, dapat IPK Cumlaude, bagaimanapun caranya. Saya tidak menafikan bahwa Cumlaude itu  penting, toh Menteri Ketenagakerjaan saja memberikan prioritas khusus untuk para lulusan Cumlaude. Namun, dibalik hal itu, saya merasa ada yang lebih penting, yaitu membangun “link”. Apa itu link? Saya yakin kalian semua pasti tahu “link” itu apa. Karena saya sadar, memiliki predikat Cumlaude saja tidak cukup untuk membangun Aceh ke depannya. 

5. Menumbuhkan Rasa Entrepreneurship kepada Mahasiswa

Tahukah kalian berapa persentase ideal jumlah pengusaha di sebuah negara? Jawabannya adalah 2% (menurut David McClelland). Jadi, jika sebuah negara memiliki 2% pengusaha, maka negara tersebut dapat disebut sebagai sebuah negara makmur. Tahukan berapa persentase jumlah pengusaha di Indonesia? Jawabannya adalah hanya 1.8% saja. Sedangkan negara tentangga kita, Malaysia memiliki 5% pengusaha dan Singapura 7%. Jadi jangan heran jika mereka lebih maju dibandingkan dengan kita.

Sebenarnya, kita bisa memulai kegiatan enterprenership dari bangku kuliah. UNSYIAH pun sudah memahami masalah ini dengan mengeluarkan program bantuan. Namun, berdasarkan informasi dari teman saya yang juga peserta dari program tersebut, dia mengatakan jumlahnya pun tidak mencapai 2% dari jumlah total mahasiswa UNSYIAH. Kita tidak harus menjadi mahasiswa ekonomi untuk menjadi seorang pengusaha.


6. Memiliki Pusat Kegiatan Akademik di Aceh 

Sebagai Universitas dengan Akreditasi A di Aceh, saya ingin UNSYIAH menjadi pusat kegiatan akademik di Aceh. Sebelum ada orang yang mengatakan bahwa “di kaki tempat saya berdiri ini ada minyak”, terlebih dahulu dia harus meminta hasil penelitian para ahli di Teknik Pertambangan UNSYIAH. Sebelum ada orang yang mengatakan “ekonomi paling jelek di Aceh”, terlebih dahulu dia harus minta data dari ahli ekonomi UNSYIAH. Begitulah sewajarnya. Namun saat ini, hal itu sulit terjadi, ditambah lagi dengan keadaan politik kepentingan disana. Alhasil, UNSYIAH hanya jadi korban cemoohan masyarakat karena ulah mereka.

Demikianlah. Semoga semua apa yang harapkan dan impikan ini diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan semuanya terlaksana di UNSYIAH.

Cara Mengukur Pertumbuhan Mikrooganisme

Mengukur pertumbuhan mikroorganisme merupakan salah satu tahap dalam identifikasi mikroorganisme. Misalnya pada penelitian saya mengenai identifikasi jenis bakteri udara dalam ruangan, tahap pengukuran pertumbuhan mikroorganisme mengharuskan saya untuk bekerja ekstra hati-hati dan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan hasil yang diperoleh dari tahap ini sangat mempengaruhi tahap-tahap identifikasi selanjutnya.

Pada dasarnya, pertumbuhan mikroorganisme dapat diukur dengan melihat konsentrasi sel (jumlah sel per satuan isi kultur atau CFU) dan densitas sel (berat kering sel-sel mikroorganisme per satuan isi kultur). Selanjutnya, terdapat 2 macam cara pengukuran jumlah mikroorganisme, yaitu pengukuran secara langsung dan tidak langsung. Pengukuran jumlah mikroorganisme secara langsung adalah menghitung jumlah mikroorganisme secara keseluruhan. Artinya, kita menghitung mikroorganisme yang hidup dan mati. Pengukuran jumlah mikroorganisme secara tidak langsung adalah menghitung jumlah mikroorganisme yang hidup saja.
Koloni bakteri dari udara pada media blood agar

Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme secara langsung

1. Pengukuran menggunakan counting chamber

Pada pengukuran ini, untuk bakteri digunakan bilik hitung Petroff-Hausser, sedangkan untuk mikroorganisme eukariot menggunakan hemositometer. Keuntungan menggunakan metode ini adalah mudah, murah, dan cepat, serta bisa memperoleh informasi tentang ukuran dan morfologi mikroorganisme. Namun, pengukuran ini hanya ditujukan untuk mikroorganisme dengan populasi yang banyak (lebih besar dari 106 CFU/mL). Oleh sebab itu, pengukuran dengan volume dan jumlah yang kecil akan menyulitkan kita dalam membedakan antara sel hidup dengan sel yang sudah mati. Kita juga akan sulit menghitung sel mikroorganisme yang aktif bergerak (motil) seperti Pseudomonas.

2. Pengukuran menggunakan electronic counter

Pada pengukuran ini, suspense mikroorganisme dialirkan melalui lubang kecil (orifice) dengan bantuan aliran listrik. Elektroda yang ditempatkan pada kedua sisi orifice mengukur tahanan listrik (ditadai dengan naiknya tekanan) pada saat bakteri melalui orifice. Pada saat inilah sel terhitung. Keuntungan metode ini adalah hasil bisa diperleh dengan lebih cepat dan akurat, serta dapat menghitung sel dengan ukuran besar. Kerugiannya adalah metode ini tidak bisa digunakan untuk menghitung bakteri karena ada gangguan debris, filament, dan sebagainya serta tidak dapat membedakan antara sel hidup dan sel mati.


3. Pengukuran menggunakan colony counter

Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme menggunakan colony counter merupakan penghitungan langsung jumlah sel (dalam hal ini koloni) yang tampak (visible cell/colony). Pengukuran menggunakan metode ini didasarkan pada pernyataan setiap sel mikroorganisme yang tumbuh akan membelah yang pada akhirnya akan membentuk sebuah koloni. Oleh sebab itu, satuan perhitungan yang dipakai adalah colony forming unit (CFU). Untuk melakukan perhitungan dengan metode ini, dilakukan seri pengenceran sample pada media padat. Pengukuran dilakukan pada plate dengan jumlah koloni berkisar 25-250 sampai 30-300. 

Keuntungan metode ini adalah sederhana, mudah, dan sensitive karena menggu nakan colony counter sebagai alat hitung dan dapat digunakan untuk menghitung mikroorganisme pada sample makanan,air ataupun tanah.Kerugiannya adalah harus digunakan media yang sesuai dan penghitungannya yang kurang akurat karena satu koloni tidak selalu berasal dari satu individu. Oleh sebab itu, dalam menggunakan metode, sangat penting untuk merekam jejak pertumbuhan mikroorganisme setiap hari atau sesuai dengan waktu partumbuhan mikroorganisme, Hal ini bertujuna untuk menghindari mikroorganisme yang tumbuh berdekatan dan menjadi menyatu menjadi satu koloni pada waktu pertumbuhan statisnya.

4. Pengukuran menggunakan teknik filtrasi membrane (membrane filtration technique)

Pada metode ini sampel dialirkan pada suatu system filter membrane dengan bantuan vacuum. Bakteri yang terperangkap selanjutnya ditumbuhkan pada media yang sesuai dan jumlah koloni dihitung. Keuntungan metode ini adalah dapat menghitung sel hidup dan system penghitungannya langsung. Namun, metode ini membutuhkan biaya yang besar dalam penggunaannya.

Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme secara tidak langsung

1. Pengukuran kekeruhan menggunakan spektrofotometer (kekeruhan)

Bakteri yang bermultiplikasi pada media cair akan menyebabkan media tersebut menjadi keruh. Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah spektrofotometer atau kolorimeter dengan cara membandingkan densitas optic (optical density atau OD) antara media blank (media control, yang tidak ditumbuhi bakteri) dengan media dengan pertumbuhan bakteri. 

2. Pengukuran aktivitas metabolic

Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa jumlah produk metabolic tertentu seperti asam atau CO2 dapat menggambarkan jumlah mikroorganisme yang terdapat di dalam media. 

3. Pengukuran berat sel kering

Metode ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan fungi berfilamen. Miselium fungi dipisahkan dari media dan dihitung sebagai berat kotor. Selanjutnya, miselium tersebut dicuci dan dikeringkan dengan alat pengering (desikator) dan ditimbang beberapa kali hingga mencapai berat konstan. Berat konstan yang diperoleh ini disebut dengan berat sel kering.

Pemilihan metode pengukuran ini dapat dipengaruhi oleh ketersedian alat pada suatu laboratorium dan dan peneliti. Oleh sebab itu, sebagai peneliti, kita jangan terpaku oleh satu metode saja. Kita perlu mempertimbangkan metode-metode lain yang sesuai dengan ketersedian alat dan dana dengan tidak mengesampingkan kualitas dari tujuan akhir penelitian itu sendiri.

2 Cara Mudah Mengaktifkan XL Pass

Pada bulan Oktober tahun 2017, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Seminar Internasional di Turki. Kegiatan ini dibiayai oleh beasiswa LPDP. Pada kesempatan ini, peserta yang berasal dari Indonesia lumayan banyak, lebih kurang ada 40 orang. Mereka berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, dll. Jumlah ini membuat kami merajai kegiatan seminar tersebut, sampai-sampai keynote speaker dan peserta dari negara lainnya pun tertarik dengan beasiswa LPDP.

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, seperti biasa, kami sering bertemu untuk membahas persiapan untuk ke Turki. Salah satu persiapan yang paling penting (terutama bagi kids jaman now) adalah koneksi internet. Pada awalnya, kami sangat bingung, resah, dan gelisah dengan permasalahan ini. Bagaimana tidak, pergi ke Turki tanpa punya koneksi internet itu bagai sayur tanpa garam, jalan sedikit saja bikin kaki langsung keram. Kami takut tidak dapat berkomunikasi dengan kolega di Indonesia (padahal untuk eksis).

Nah, di tengah kegalauan itu, setelah searching kesana kemari, akhirnya saya menemukan satu fitur dari XL, namanya XL Pass.

Apa itu XL Pass?

XL Pass adalah sebuah fitur yang disediakan oleh XL Axiata yang memungkinkan kita untuk tetap terkoneksi dengan jaringan XL selama berada di 40 negara (informasi mengenai negara-negara ini dapat kalian lihat disini- Halaman XL). XL Pass itu bukanlah kuota internet, hanya pembuka kunci agar kuota XL kalian bisa dipakai di luar negeri. Jadi, kalian harus punya kuota internet XL terlebih dahulu. XL PASS dapat dibeli saat berada di Indonesia atau setelah berada di luar negeri. Untuk kenyamanan kalian, saya menyarankan untuk mengaktifkan XL PASS sebelum keberangkatan. Apakah bermasalah jika kalian mengaktifkan XL Pass di luar negeri? Saya rasa tidak. Karena ada salah satu dari teman saya yang mengaktifkan (bahkan isi pulsa) saat berada di Turki. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan dia masih selamat sampai saat ini.

Salah satu alasan bagi kami untuk memilih XL Pass adalah harganya yang lumayan murah jika dibandingkan dengan produk-produk sebelah. Untuk membeli XL Pass, tersedia 3 pilihan harga. Adapun pilihannya adalah sebagai berikut.

Untuk pelanggan Prabayar

Jumlah Hari Harga (Rp)
3 150.000
7 200.000
30 350.000

Untuk XL Go

Jumlah Hari Harga (Rp)
3 200.000
7 350.000
30 600.000

Karena kami hanya seminggu berada di Turki, maka kami memilih paket yang Rp. 200.000 untuk 7 hari. Selanjutnya, supaya lebih menghemat lagi, kami membentuk kelompok lagi untuk membeli paket ini. Jadi, untuk setiap dua orang, hanya satu orang saja yang membeli (bahkan ada yang beli untuk bertiga). Selanjutnya kami menggunakan tethering (sharing jaringan). 

Pada saat berada di Turki, kalian tinggal mengaktifkan fitur roaming pada smartphone untuk dapat menggunakan koneksi internet. Pengaktifkan ini sangat mudah dilakukan melalui Setting di smartphone kalian. Bagaimana dengan koneksinya? Sangat bagus. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh operator pilihan XL di Turki, yaitu Vodafone. Setiap daerah yang kami kunjungi mampu menangkap jaringan ini tanpa ada masalah (kecuali kalau berada di kereta bawah tanah). 

Sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan kalian memiliki kuota internet dari paket berikut.
  • Paket HotRod
  • XTRA Combo
  • XL Go

Jika kalian tidak memiliki paket ini, maka kalian tidak dapat mengaktifkan fitur XL Pass. Berdasarkan pengalaman saya, pada awalnya saya sempat bingung kenapa XL Pass saya selalu error saat diaktifkan, padahal pulsa ada, kuota internetnya juga ada. Setelah saya cek, ternyata kartu yang baru saja saya beli dengan harga mahal itu memiliki paket internet aktif XTRA Combo Lite, bukan XTRA Combo doank! Akhirnya, saya harus mengisi pulsa lagi untuk mengaktifkan paket internet XTRA Combo seharga Rp. 89.000 untuk 12 GB. Selain itu, kalian juga harus mempersiapkan pulsa yang sesuai dengan harga harga XL Pass itu sendiri.

Cara Mengaktifkan XL Pass

Ok, sekarang kembali ke pokok permasalahannya. Bagaimana cara mengaktifkan fitur XL Pass? Ada dua cara, yang pertama menggunakan aplikasi myXL dan yang kedua menggunakan *123*747#. 

1. Mengaktifkan fitur XL Pass menggunakan aplikasi myXL

  • Buka aplikasi myXL, klik pada logo kuning
  • Pada pop-up menu, pilih Beli Paket
  • Scroll down, klik pada Roaming
  • Pilih pada paket yang kalian butuhkan, klik beli
  • Tunggu beberapa saat sampai ada notifikasi sms dari XL yang menunjukkan bahwa paket kalian sudah aktif
Tampilan Paket XL Pass melalui aplikasi myXL
Tampilan Paket XL Pass melalui aplikasi myXL

2. Mengaktifkan fitur XL Pass menggunakan *123*747#

  • Buka dialpad kalian, ketik *123*747#
  • Pilih 1 XL Pass
  • Pilih 1 Aktivasi XL Pass
  • Pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan kalian
Tampilan Paket XL Pass melalui *123*7474#
Tampilan Paket XL Pass melalui *123*7474#

Jika di totalkan, pengeluaran saya untuk koneksi internet ini adalah sebagai berikut.
Item Harga
Paket Perdana (Paket XTRA Combo Lite 25 GB)  125.000
Paket XTRA Combo 12 GB 89.000
XL Pass 7 Hari 200.000
Total 414.000

Ternyata, setelah saya hitung begini, saya terkejut juga. Karena harganya hampir setengah juta untuk koneksi internet saja. Namun kalian bisa mengatasinya dengan membeli paket perdana yang murah-murah saja, atau kalian minta sama abg alay yang suka gonta ganti kartu XL untuk paket internetnya. Jadi harganya bisa menjadi leboih murah lagi.

Sekian informasinya. Akhir kata, saya ingin mengucapkan have a nice holiday.

Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis

Sitasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam penulisan karya tulis ilmiah. Sitasi adalah kegiatan memasukkan sumber-sumber yang digunakan dalam sebuah karya tulis. Tujuannya adalah menghargai sumber-sumber yang telah digunakan tersebut dan menghindari plagiarisme.
Ada beragam cara untuk melakukan sitasi, baik cara otomatis dan cara manual. Cara otomatis biasanya menggunakan bantuan aplikasi komputer, seperti menu References bawaan Ms. Word, aplikasi Mendeley, dan EndNote. Pada postingan ini, saya akan membahas mengenai cara memasukkan sitasi menggunakan EndNote.
EndNote merupakan aplikasi berbayar dan harganya sangat lumayan. Lumayan mahal. Namun, ada cara untuk menggunakan EndNote secara gratis dan legal, yaitu menggunakan My EndNote. My EndNote memiliki fitur yang terbatas, namun sudah cukup mengakomodasi proses sitasi yang kita inginkan.
Pembahasan ini saya bagi menjadi tiga bagian, persiapan akun, persiapan database, dan memasukan sitasi ke dalam dokumen. Tujuan pembagian ini adalah untuk memudahkan pembaca dalam membuat sitasi menggunakan EndNote
Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis
Tampilan halaman utama My EndNote Web

Untuk membuat sitasi menggunakan EndNote, silahkan ikuti langkah-langkah berikut. 

Persiapan Akun EndNote

  • Buka halaman My EndNote web
  • Pilih Sign Up
  • Masukkan data-data yang dibutuhkan. Pastikan alamat email kamu masih aktif dan password harus terdiri dari >8 karakter, terdiri dari huruf kecil dan capital, angka, dan karakter khusus seperti titik (.), koma (,) atau at (@). Pastikan juga kamu mencatat password ini agar tidak lupa.
  • Selanjutnya, cek inbox email kamu, cari email permintaan konfirmasi dari EndNote. Setelah membuka email tersebut, klik pada Activate
  • Kamu akan dibawa ke halaman EndNote. Disitu akan ada pesan bahwa akun kamu sudah aktif
  • Selanjutnya, login ke akun EndNote. Pilih Menu Download. Disini ada tiga pilihan, untuk pengguna Windows, silahkan klik Download Windows with Internet Explorer plug-in atau Download Windows MSI for mass program installation. Sedangkan untuk pengguna Mac OS, silahkan pilih Download Macintosh
  • Setelah file tersebut selesai di download, silahkan Instal. Kamu bisa klik Next saja sampai tahap Finish. Pada saat menginstal software ini, kamu harus menutup program Ms. Word.
  • Setelah proses instalasi selesai, silahkan buka Ms. Word. Pada bagian Menu, akan muncul Menu baru, yaitu EndNote
Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis
Menu EndNote di dalam Ms. Word


Persiapan Database

Database disini berisi kumpulan data sitasi yang digunakan. Ada tiga cara untuk membuat database EndNote, yaitu Online Search, New References, dan Import References.

Cara pertama: Online Search

  • Silahkan login akun EndNote
  • Bawa kursor pada menu Collect
  • Pilih Online Search
  • Pada langkah pertama (Step 1), kamu akan diminta untuk memilih database atau perpustakaan yang kamu gunakan (Select database or library catalog connection). Pada proses ini, saya memilih British Library
  • Klik Connect
  • Pada langkah kedua (Step 2), masukkan kata kunci yang kamu butuhkan pada kolom pertama. Misalnya Mobile pada baris pertama dan Learning pada baris kedua. Pilih Any Field pada kolom kedua (agar rentang pencarian lebih luas). Pilih And pada kolom ketiga. Selanjutnya pilih retrieve all records lalu klik Search.
  • Pada saat saya mencari dengan kata kunci mobile learning, terdapat 390 hasil pencarian.
  • Selanjutnya, tandai data yang kamu inginkan lalu klik pada Add to Group. Pilih New Group. Beri nama grup tersebut, misalnya Database Mobile Learning. 

Cara kedua: New References (cara manual)


  • Silahkan login akun EndNote
  • Bawa kursor pada menu Collect, pilih New References
  • Hal yang terpenting disini adalah References Type. Jika data yang ingin dimasukkan adalah jurnal, maka pilih Journal Article. Isi semua data yang dibutuhkan sesuai dengan References Type
  • Pada bagia Group, kamu dapat memasukkan data yang baru dibuat ke grup yang kamu inginkan
  • Klik Save

Cara Ketiga: Import References (Cara cepat)

Cara terakhir ini saya sebut sebagai cara cepat karena kita tidak perlu mengetik data sitasi seperti pada cara kedua dan melakukan pencarian dan sortir seperti cara pertama. Hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan download dan upload file sitasi saja. File sitasi yang didukung disini dapat berasal dari EndNote Import, Google Books, Library of Congress, PubMed (NLM), Refman Ris, Refworks Import, Tab-Delimited, dan WorldCat (OCLC). Penyedia layanan jurnal ternama seperti Springer Link sudah menyediakan file sitasi dengan berbagai jenis, salah satunya file sitasi EndNote dengan ekstensi file .ENW. Untuk memasukkan data sitasi dengan cara ini, ikuti langkah-langkah berikut.
Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis
Menu Export Citation di Springer Link
  • Buka halaman jurnal yang kamu gunakan. Cari bagian Export Citation. Selanjutnya pilih .ENW EndNote. Jika tidak ada file sitasi dengan ekstensi ENW, kamu bisa menggunakan ekstensi lain, misalnya .RIS atau .BIB
  • Silahkan login akun EndNote
  • Bawa kursor pada menu Collect, pilih Import References
  • Selanjutnya, pilih file sitasi yang sudah didownload.
  • Pada bagian Import Options, pilih EndNote Import
  • Pada bagian To, pilih Group tujuan sitasi ini dimasukkan
  • Pilih Import


Memasukkan sitasi ke dalam dokumen Word

  • Buka Ms. Word
  • Pada saat pertama kali membuka Ms. Word setelah menginstal EndNote, maka 
  • Pada saat ingin mensitasi, pilih menu EndNote
  • Akan muncul pop-up menu untuk Sign In EndNote. Masukkan email dan password EndNote kamu. Centang di bagian remember email and password. Klik Sign In
  • Pada bagian Style, pilih APA 6th 
  • Selanjutnya, untuk memasukkan sitasi, pilih Insert Citations. Lalu akan muncul menu EndNote Find & Insert My References
  • Pada kolom pencarian, ketikkan nama author yang telah kamu masukkan ke dalam web EndNote
  • Setelah data yang kalian inginkan muncul, klik dua kali (double click) pada data tersebut.
  • Sekarang sitasi akan muncul di dokumen Word, begitu juga dengan daftar pustakanya, akan muncul di halaman terakhir dokumen Word.

Tambahan

Jika kamu ingin menghapus sebuah Group di web EndNote, silahkan ikuti cara berikut.
  • Silahkan login akun EndNote
  • Bawa kursor pada menu Organize, pilih Manage My Groups
  • Klik Delete pada Group yang akan dihapus

Demikianlah penjelasan saya mengenai cara memasukkan sitasi dengan EndNote. Masih banyak menu-menu yang dapat kamu coba pada aplikasi EndNote ini, baik di web EndNote dan plugin Word-nya. Jangan ragu untuk mencobanya. Sekian.

Cara Menggabungkan File PDF (PDF Merge) Menggunakan Smartphone

Tidak dapat dipungkiri, pada saat ini kita lebih sering menggunakan smartphone daripada laptop, apalagi PC. Hal ini dikarenakan smartphone dapat kita bawa kemana saja dan dapat digunakan kapan saja. Banyak pekerjaan-pekerjaan yang mampu digantikan oleh smartphone, salah satunya adalah menggabungkan file PDF. Pada postingan sebelumnya, saya sudah menunjukkan bagaimana cara menggabungkan file PDF secara online dan offline.

Pada postingan kali ini, saya ingin sharing mengenai sebuah aplikasi seluler yang sangat membantu pekerjaan saya saat ingin menggabungkan file PDF, yaitu PDF Merge. Aplikasi ini tersedia secara gratis di Google Playstone App Store. Pada dasarnya, cara kerja penggabungan file menggunakan aplikasi ini sama dengan situs-situs penyedia jasa penggabungan file PDF, yaitu kita harus mengupload terlebih dahulu file PDF yang ingin kita gabungkan. Akan tetapi, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, dengan menggunakan software ini, kita tidak perlu lagi mengakses web tersebut dengan laptop atau komputer, cukup menggunakan aplikasi ini saja.

Untuk mendownload aplikasi PDF Merge, kalian dapat menggunakan link di bawah ini.


Menggunakan aplikasi sangat mudah dan cepat, yang penting kalian punya koneksi internet saja. Adapun langkah-langkah menggabungkan file PDF menggunakan aplikasi PDF Merge adalah sebagai berikut.
  • Buka aplikasi PDF Merge
Tampilan Aplikasi PDF Merge

  • Klik pada tanda + untuk menambahkan file PDF
  • Pilih file yang ingin kalian gabungkan
  • Selanjutnya, klik pada tanda panah
  • Tunggu proses uploading file
  • Setelah selesai, buka tab Result
  • Sekarang file PDF kalian sudah berhasil digabungkan
  • Jika terjadi PDF Merge Failed, itu bisa disebabkan oleh masalah koneksi internet. Pada awalnya, saya juga mengalami masalah ini, setelah saya mencoba lagi menggunakan koneksi yang lebih cepat stabil, saya berhasil menggabungkan file PDF. 
  • Selain kecepatan internet, ukuran file PDF yang kalian miliki juga harus dipertimbangkan. Karena semakin besar file PDF maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengupload file.
Sangat mudah bukan? Untuk informasi tambahan, aplikasi ini bersifat In-App Purchase. Jika kalian ingin memiliki software ini dengan harga yang lebih murah, silahkan gunakan aplikasi App Sales untuk memantau harga diskon dari aplikasi ini.

Demikian postingan kali ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Mengenal Morfologi Koloni Bakteri

Pembahasan mengenai morfologi koloni berhubungan dengan pembahasan sebelumnya mengenai teknik isolasi bakteri menggunakan metode streak plate. Identifikasi morfologi koloni bakteri dapat dilakukan setelah proses isolasi. Pengetahuan mengenai morfologi koloni bakteri mutlak diperlukan jika kalian ingin melakukan identifikasi bakteri.
Seperti yang telah kalian ketahui, koloni terbentuk dari pembelahan sel bakteri yang tumbuh terpisah dari proses isolasi sebelumnya. Morfologi koloni yang terbentuk dipengaruhi oleh factor genetic bakteri dan factor lingkungan seperti ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Morfologi koloni bakteri dapat berupa warna, ukuran, bentuk, dan tekstur dari suatu koloni.

Bentuk Bentuk Morfologi Koloni

Adapun beberapa bentuk morfologi koloni bakteri yang perlu diketahui adalah sebagai berikut
  • Bentuk (shape) koloni, dapat berupa circular (bulat beraturan), irregular (tidak beraturan), dan punctiform (berupa titik)
  • Bentuk margin atau bentuk pinggiran koloni, dapat berupa entire (halus dan beraturan), undulate (bergelombang), lobate, filamentous (berfilamen), dan rhizoid (bercabang seperti akar)
  • Elevasi koloni, dapat dilihat melalui sisi samping cawan Petri, dapat berupa flat (rata), raised, convex, pulvinate (lebih tinggi dari convex), dan umbonate (raised in the center)
  • Tekstur koloni, dapat berupa moist, mucoid, dan dry (kering)
  • Pembentukan pigmen atau warna koloni, berupa warna koloni yang terbentuk, dapat pula digabungkan dengan penampakan warna lainnya seperti opaque (buram), translucent (agak transparan), shiny (mengkilap), dan dull (pucat)
Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri
Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri (Sumber: Leboffe & Perce, 2012)


Cara Melakukan Identifikasi Koloni Bakteri

Seperti yang telah saya katakan di awal paragraf, identifikasi morfologi koloni bakteri merupakan tahap yang sangat penting dalam proses identifikasi bakteri. Setelah kalian mendapatkan koloni murni dari hasil isolasi, koloni tersebut dapat langsung diidentifikasi morfologi koloninya, atau apabila ingin lebih meyakinkan, kalian bisa menumbuhkan kultur murni tersebut ke media baru. Adapun langkah-langkah melakukan identifikasi morfologi koloni adalah sebagai berikut
  • Ambillah salah satu kultur murni hasil isolasi
  • Perhatikan semua ciri di atas, lalu catat pada log book kalian, untuk melihat elevasi, dapat dilakukan dengan cara melihat dari sisi cawan Petri. Untuk melihat margin, kalian dapat menggunakan kaca pembesar atau colony counter.
  • Ambil foto sebagai bahan dokumentasi
  • Simpan kembali kultur murni ke dalam incubator

Hal yang harus diperhatikan dalam Identifikasi Morfologi Koloni Bakteri

Ada beberapa hal dapat mempengaruhi ciri-ciri morfologi koloni bakteri, diantaranya adalah ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Agar dapat memperoleh informasi yang valid dan tidak salah tafsir, kalian harus memperlakukan semua kultur murni dengan perlakuan yang sama, seperti menumbuhkan pada media yang sama, menginkubasi pada suhu yang sama, dan mengamati pada waktu yang sama.

Sumber gambar
Leboffe, M.J., dan Pierce, B.E. 2012. Brief Microbiology Laboratory Theory & Application 2nd Edition. Englewood: Morton Publishing. 

Mengenal Metode Streak Plate dalam Isolasi Bakteri

Media kultur adalah media yang sudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Media kultur terbagi menjadi kultur campuran dan kultur murni. Kultur campuran adalah media kultur yang ditumbuhi oleh beberapa jenis mikroorganisme, sedangkan kultur murni adalah media kultur yang ditumbuhi oleh satu jenis mikroorganisme saja. Proses memindahkan suatu kultur campuran untuk menjadi kultur murni merupakan langkah awal dalam tahap identifikasi mikroorganisme. Proses tersebut juga biasa dikenal dengan proses isolasi. Untuk identifikasi bakteri, jenis isolasi yang sering digunakan adalah metode streak plate (cawan gores).
Dalam proses isolasi metode streak plate, sampel bakteri akan dipindahkan ke media pertumbuhan baru dengan cara menggoreskannya di atas media pertumbuhan tersebut. Kalian dapat memindahkannya menggunakan jarum ose steril atau bisa juga menggunakan cotton swab steril. Penggunaan jarum inokulasi tidak dianjurkan dalam proses isolasi streak plate karena memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk merusak media. Pada proses penggoresan (streaking), jumlah sel dari koloni yang telah diambil akan semakin menurun yang pada akhirnya akan menyisakan beberapa koloni yang terpisah. Koloni-koloni yang terpisah tersebut selanjutnya dipindahkan ke media pertumbuhan baru. Hasil dari pemindahan inilah yang disebut dengan kultur murni, dimana yang tumbuh pada media pertumbuhan baru tersebut hanya terdiri dari satu jenis bakteri saja.
Ada beberapa cara menggaris di proses isolasi metode streak plate, diantaranya adalah zig-zag streak dan quadrant streak. Pemilihan cara menggaris ini disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai peneliti. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa kedua cara menggaris tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan koloni murni.

Jenis-jenis Metode Streak Plate berdasarkan cara inokulasinya

1. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Quadrant Streak Method

Apabila jenis bakteri yang hidup pada media pertumbuhan memiliki jumlah yang sangat banyak, maka kalian bisa menggunakan Quadrant Streak Method. Dari namanya saja, kita dapat mengetahui bahwa metode ini terdiri empat tahap (quad) dan empat goresan yang berbentuk persegi (quadrant). Di tarikan, biasanya terdiiri dari tiga sampai garis zig-zag, dan antara tarikan pertama dan tarikan kedua, harus ada bagian tarikan yang kedua mengenai tarikan yang pertama. Begitu selanjutnya sampai tarikan yang keempat.
Contoh Quadrant Streak Method
Contoh Quadrant Streak Method


2. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Zig-zag Streak Method

Berbeda dengan Quadrant Streak Method, penggunaan Zig-zag Streak Method dilakukan pada saat isolasi bakteri dari media pertumbuhan dengan jumlah bakteri yang hidup sedikit. Pemilihan ini didasarkan pada dua hal, yang pertama adalah jumlah bakteri yang hidup dan yang kedua adalah kesukaran dalam menggoresnya. Pada beberapa kesempatan, saya sering menggunakan Zig-zag Streak Method untuk peremajaan kultur bakteri. Beberapa orang sering menyamakan antara Zig-zag Streak Method dengan Continuous Streak Method, padahal, jika kita memperhatikan dengan seksama, terdapat perbedaan yang mencolok yaitu sudut tarikannya. Jika Zig-zag Streak Method setiap sudut tarikannya itu runcing, sedangkan Continuous Streak Method lebih beralur dan tidak bersudut.
Contoh Zig-zag Streak Method
Contoh Zig-zag Streak Method