Mengenal Morfologi Koloni Bakteri

Pembahasan mengenai morfologi koloni berhubungan dengan pembahasan sebelumnya mengenai teknik isolasi bakteri menggunakan metode streak plate. Identifikasi morfologi koloni bakteri dapat dilakukan setelah proses isolasi. Pengetahuan mengenai morfologi koloni bakteri mutlak diperlukan jika kalian ingin melakukan identifikasi bakteri.
Seperti yang telah kalian ketahui, koloni terbentuk dari pembelahan sel bakteri yang tumbuh terpisah dari proses isolasi sebelumnya. Morfologi koloni yang terbentuk dipengaruhi oleh factor genetic bakteri dan factor lingkungan seperti ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Morfologi koloni bakteri dapat berupa warna, ukuran, bentuk, dan tekstur dari suatu koloni.

Bentuk Bentuk Morfologi Koloni

Adapun beberapa bentuk morfologi koloni bakteri yang perlu diketahui adalah sebagai berikut
  • Bentuk (shape) koloni, dapat berupa circular (bulat beraturan), irregular (tidak beraturan), dan punctiform (berupa titik)
  • Bentuk margin atau bentuk pinggiran koloni, dapat berupa entire (halus dan beraturan), undulate (bergelombang), lobate, filamentous (berfilamen), dan rhizoid (bercabang seperti akar)
  • Elevasi koloni, dapat dilihat melalui sisi samping cawan Petri, dapat berupa flat (rata), raised, convex, pulvinate (lebih tinggi dari convex), dan umbonate (raised in the center)
  • Tekstur koloni, dapat berupa moist, mucoid, dan dry (kering)
  • Pembentukan pigmen atau warna koloni, berupa warna koloni yang terbentuk, dapat pula digabungkan dengan penampakan warna lainnya seperti opaque (buram), translucent (agak transparan), shiny (mengkilap), dan dull (pucat)
Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri
Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri (Sumber: Leboffe & Perce, 2012)


Cara Melakukan Identifikasi Koloni Bakteri

Seperti yang telah saya katakan di awal paragraf, identifikasi morfologi koloni bakteri merupakan tahap yang sangat penting dalam proses identifikasi bakteri. Setelah kalian mendapatkan koloni murni dari hasil isolasi, koloni tersebut dapat langsung diidentifikasi morfologi koloninya, atau apabila ingin lebih meyakinkan, kalian bisa menumbuhkan kultur murni tersebut ke media baru. Adapun langkah-langkah melakukan identifikasi morfologi koloni adalah sebagai berikut
  • Ambillah salah satu kultur murni hasil isolasi
  • Perhatikan semua ciri di atas, lalu catat pada log book kalian, untuk melihat elevasi, dapat dilakukan dengan cara melihat dari sisi cawan Petri. Untuk melihat margin, kalian dapat menggunakan kaca pembesar atau colony counter.
  • Ambil foto sebagai bahan dokumentasi
  • Simpan kembali kultur murni ke dalam incubator

Hal yang harus diperhatikan dalam Identifikasi Morfologi Koloni Bakteri

Ada beberapa hal dapat mempengaruhi ciri-ciri morfologi koloni bakteri, diantaranya adalah ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Agar dapat memperoleh informasi yang valid dan tidak salah tafsir, kalian harus memperlakukan semua kultur murni dengan perlakuan yang sama, seperti menumbuhkan pada media yang sama, menginkubasi pada suhu yang sama, dan mengamati pada waktu yang sama.

Sumber gambar
Leboffe, M.J., dan Pierce, B.E. 2012. Brief Microbiology Laboratory Theory & Application 2nd Edition. Englewood: Morton Publishing. 

Mengenal Metode Streak Plate dalam Isolasi Bakteri

Media kultur adalah media yang sudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Media kultur terbagi menjadi kultur campuran dan kultur murni. Kultur campuran adalah media kultur yang ditumbuhi oleh beberapa jenis mikroorganisme, sedangkan kultur murni adalah media kultur yang ditumbuhi oleh satu jenis mikroorganisme saja. Proses memindahkan suatu kultur campuran untuk menjadi kultur murni merupakan langkah awal dalam tahap identifikasi mikroorganisme. Proses tersebut juga biasa dikenal dengan proses isolasi. Untuk identifikasi bakteri, jenis isolasi yang sering digunakan adalah metode streak plate (cawan gores).
Dalam proses isolasi metode streak plate, sampel bakteri akan dipindahkan ke media pertumbuhan baru dengan cara menggoreskannya di atas media pertumbuhan tersebut. Kalian dapat memindahkannya menggunakan jarum ose steril atau bisa juga menggunakan cotton swab steril. Penggunaan jarum inokulasi tidak dianjurkan dalam proses isolasi streak plate karena memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk merusak media. Pada proses penggoresan (streaking), jumlah sel dari koloni yang telah diambil akan semakin menurun yang pada akhirnya akan menyisakan beberapa koloni yang terpisah. Koloni-koloni yang terpisah tersebut selanjutnya dipindahkan ke media pertumbuhan baru. Hasil dari pemindahan inilah yang disebut dengan kultur murni, dimana yang tumbuh pada media pertumbuhan baru tersebut hanya terdiri dari satu jenis bakteri saja.
Ada beberapa cara menggaris di proses isolasi metode streak plate, diantaranya adalah zig-zag streak dan quadrant streak. Pemilihan cara menggaris ini disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai peneliti. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa kedua cara menggaris tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan koloni murni.

Jenis-jenis Metode Streak Plate berdasarkan cara inokulasinya

1. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Quadrant Streak Method

Apabila jenis bakteri yang hidup pada media pertumbuhan memiliki jumlah yang sangat banyak, maka kalian bisa menggunakan Quadrant Streak Method. Dari namanya saja, kita dapat mengetahui bahwa metode ini terdiri empat tahap (quad) dan empat goresan yang berbentuk persegi (quadrant). Di tarikan, biasanya terdiiri dari tiga sampai garis zig-zag, dan antara tarikan pertama dan tarikan kedua, harus ada bagian tarikan yang kedua mengenai tarikan yang pertama. Begitu selanjutnya sampai tarikan yang keempat.
Contoh Quadrant Streak Method
Contoh Quadrant Streak Method


2. Inokulasi pada cawan agar menggunakan Zig-zag Streak Method

Berbeda dengan Quadrant Streak Method, penggunaan Zig-zag Streak Method dilakukan pada saat isolasi bakteri dari media pertumbuhan dengan jumlah bakteri yang hidup sedikit. Pemilihan ini didasarkan pada dua hal, yang pertama adalah jumlah bakteri yang hidup dan yang kedua adalah kesukaran dalam menggoresnya. Pada beberapa kesempatan, saya sering menggunakan Zig-zag Streak Method untuk peremajaan kultur bakteri. Beberapa orang sering menyamakan antara Zig-zag Streak Method dengan Continuous Streak Method, padahal, jika kita memperhatikan dengan seksama, terdapat perbedaan yang mencolok yaitu sudut tarikannya. Jika Zig-zag Streak Method setiap sudut tarikannya itu runcing, sedangkan Continuous Streak Method lebih beralur dan tidak bersudut.
Contoh Zig-zag Streak Method
Contoh Zig-zag Streak Method

Metode Sterilisasi Kimia dalam Mikrobiologi

Di dalam mikrobiologi, sterilisasi merupakan proses yang sangat penting untuk dipelajari. Pada pembahasan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai metode sterilisasi panas dalam mikrobiologi. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari metode sterilisasi panas tersebut. Metode sterlisasi kimia dilakukan pada alat dan bahan yang sensitif terhadap panas. Biasanya, alat dan bahan tersebut akan rusak jika disterilkan pada suhu tinggi.

Jenis-jenis Agen Antimikroba Kimiawi berdasarkan Keefektifannya

Kemampuan agen antimikroba kimiawi dikelompokkan berdasarkan efisiensinya dalam membunuh suatu mikroorganisme. Misalnya, seluruh agen germisida dikelompokkan dalam kategori tingkat tinggi karena efektif membunuh seluruh bentuk mikroorganisme, termasuk endospora bakteri. Agen kimiawi dengan kategori sedang didefinisikan dengan tuberkuloisidal karena mampu membunuh Mycobacterium tuberculosis dan umumnya efektif terhadap kebanyakan virus yang resisten seperti virus hepatitis dan rhinovirus. Agen kimiawi dengan kagori sedang ini tidak efektif dalam membunuh endospora bakteri. Agen kimiawi dengan kategori rendah tidak bersifat tuberkuloisidal, tidak efektif terhadap endospora bakteri, beberapa jenis spora fungi, serta naked virus (virus yang tidak memiliki amplop).
Metode sterilisasi kimia dapat dilakukan dengan menggunakan gas (fumigasi atau pengasapan) dan radiasi. beberapa bahan kimia yang dapat digunakan untuk sterilisasi gas adalah etilen oksida, gas formaldehid, asam parasetat, dan glutaraldehid alkalin. Sterilisasi kimia dapat juga dilakukan dengan penggunaan cairan desinfektan berupa senyawa aldehid, hipoklorit, fenolik, dan alkohol.

Mengenal Disinfektan Cair

Disinfektan cair memiliki daya antimikroba yang rendah dibandingkan dengan metode sterilisasi yang lain. Bakteri pembentuk spora dan beberapa virus resisten terhadap sterilisasi jenis ini. Beberapa disinfektan akan ternetralisir oleh bahan organik. Stabilitas larutan terbatas dan waktu penggunaan juga terbatas pada jenis disinfektan dan bagaimana cara disinfektan itu digunakan. Penggunaan disinfektan cair sebagai alat sterilisasi harus mempertimbangkan hal tersebut, begitu juga dengan hal keamanan bagi penggunanya. Disinfektan yang telah diencerkan dapat digunakan untuk disinfeksi ruangan dan peralatan. Biasanya, disinfeksi menggunakan cairan akan dilanjutkan dengan metode sterilisasi lainnya. Disinfeksi menggunakan cairan juga biasa dilakukan pada media yang sudah dipakai, lalu merebus media tersebut sampai mendidih, barulah media itu boleh dibuang ke lingkungan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan yang mungkin bisa disebabkan oleh mikroorganisme pada media pertumbuhan mikroorganisme hasil penelitian kita.
Penggunaan disinfektan cair pada sterilisasi cawan Petri
Penggunaan disinfektan cair pada sterilisasi cawan Petri

Metode Sterilisasi Menggunakan Filterisasi dan Radiasi

Pada pembahasasan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai metode sterilisasi panas. Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas metode sterilisasi menggunakan filterisasi (penyaringan) dan radiasi. Salah satu contoh penggunaan metode sterilisasi  menggunakan filter dapat kalian lihat di LAF (Laminar Air Flow). Selanjutnya, contoh penggunaan metode sterilisasi menggunakan radiasi adalah penggunaan sinar UV di tempat pengisian air ulang. Jika kalian sering melihat ada lampu warna ungu di alat penyulingan air isi ulang, kemungkinan lampu tersebut adalah lampu UV yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air. Tapi penting untuk kalian ketahui, tidak semua lampu ungu itu lampu UV yang mampu membunuh mikroorganisme.

Sterilisasi Menggunakan Filter

Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, salah satu contoh penggunaan metode sterilisasi menggunakan filter terdapat pada alat Laminar Air Flow. Metode sterilisasi menggunakan filter digunakan untuk mensterilkan bahan yang sensitif dengan panas, misalnya enzim. Membran filter yang digunakan untuk mensterilkan enzim biasanya terbuat selulosa asetat.  Prinsip kerja metode sterilisasi menggunakan membran selulosa asetat adalah memisahkan mikroorganisme dengan bahan yang bahan yang kita perlukan. Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui mengenai penggunaan metode sterilisasi menggunakan membran selulosa asetat, seperti biayanya yang mahal, membrannya mudah tersumbat, dan kemungkinan lolosnya virus dari membran tersebut.
Selanjutnya, filter yang digunakan pada Laminar Air Flow adalah filter HEPA (high efficiency particulate air). Filter ini berguna untuk menyaring udara di area kerja mikrobiologis kalian dengan cara menyaring udara sehingga bebas debu dan mikroorganisme. Filter ini juga terdiri dari lipatan-lipatan selulosa asetat.
Penuangan media pertumbuhan bakteri menggunakan Laminar Air Flow
Penuangan media pertumbuhan bakteri menggunakan Laminar Air Flow untuk mencegah terjadinya kontaminasi

Sterilisasi Menggunakan Radiasi

Metode sterilisasi menggunakan radiasi dilakukan dengan menggunakan cahaya UV ataupun dengan menggunakan metode ionisasi (sinar gamma). Sinar UV dengan panjang gelombang 260 nm mampu berekasi dengan asam nukleat mikroorganisme. Sinar UV dapat menyebabkan terganggunya ikatan antara molekul-molekul timin yang bersebelahan dan menyebabkan terbentuknya dimer timin. Pada akhirnya, pembentukan dimer timin akan akan menghalangi replikasi DNA normal dengan menutup jalannya proses replikasi enzim. Dengan kata lain, sinar UV dapat merusak proses perkembangbiakan mikroorganisme, namun tidak berpengaruh pada endospora bakteri. Metode sterilisasi menggunakan radiasi biasa digunakan untuk mensterilkan ruangan.
Metode sterilisasi menggunakan ion (ionisasi) dapat mempenetrasi (menembus) jauh ke dalam suatu objek. Metode ionisasi yang sering digunakan adalah radiasi sinar gamma dari kobalt-60. Metode ini tidak dapat dilakukan di laboratorium biasa karena sifat dari sinar gamma sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Sinar gamma lebih kuat daya tembusnya dibandingkan dengan sinar UV, sehingga cocok digunakan untuk mensterilkan bahan plastik sekali pakai, antibiotik, hormon, dan jarum suntik. Metode ionisasi ditujukan untuk merusak asam nukleat mikroorganisme.

Metode Sterilisasi Panas dalam Mikrobiologi

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai Sterilisasi dalam mikrobiologi. Dari artikel tersebut, saya sudah menyinggung mengenai artikel kali ini mengenai metode sterilisasi panas dalam mikrobiologi. Metode sterilisasi panas merupakan metode yang termasuk ke dalam metode sterilisasi fisik dan paling banyak digunakan. Metode sterilisasi panas khusus digunakan untuk mensterilkan alat dan bahan yang tahan panas, misalnya bahan yang terbuat dari kaca dan aquadest. Metode sterilisasi panas dibagi menjadi dua, yaitu metode sterilisasi panas basah atau lembap dan metode sterilisasi panas kering. Metode sterilisasi panas kering.
Penggolongan sterilisasi panas dan kering ini didasarkan pada sensitifitas benda yang akan disterilkan. Jadi, jika suatu benda sensitif terhadap kelembapan, maka digunakan sterilisasi panas kering, begitu juga dengan jika suatu benda tahan terhadap kelembapan, maka digunakan sterilisasi panas basah.Kedua metode ini meiliki kesamaan, yaitu sama-sama menggunakan panas sebagai cara untuk mensterilkan. Yang berbeda adalah panas kering tidak menggunakan air, sedangkan panas basah menggunakan air dalam proses sterilisasinya.
Proses sterilisasi panas terdiri dari tiga tahap.

  • Tahap pemanasan (heating stage): peningkatan temperatur pada alat dan bahan yang akan disterilkan
  • Tahap sterilisasi (holding stage): tahap pendiaman. Artinya, tahap ini sudah mencapai temperatur yang diinginkan, selanjutnya adalah mendiamkan alat dan bahan tersebut berada pada temperatur tersebut pada waktu tertentu
  • Tahap pendinginan (cooling stage): penurunan suhu setelah alat dan bahan tersebut berapa pada temperatur dan suhu tertentu.

Sterilisasi Panas Kering dan Panas Basah

Sterilisasi panas kering berfungsi untuk meniadakan atau mematikan segala jenis mikroorganisme yang berada pada alat yang akan digunakan pada kegiatan mikrobiologi. Cara kerjanya adalah dengan mengoksidasi komponen sel atau mendenaturasi enzim. Metode ini tidak dapat digunakan untuk bahan yang terbuat dari karet, plastik, dan kaca yang tidak tahan panas. Waktu yang dibutuhkan sterilisasi ini sekitar 2 sampai 3 jam. Pada beberapa buku, metode ini dianggap memiliki penetrasi lemah. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor yang digunakan untuk sterilisasi hanya panas saja. Seperti yang telah kalian ketahui, ada beberapa mikroorganisme yang mampu bertahan pada panas bukan? Selanjutnya, ada dua metode sterilisasi panas kering, yaitu insinerasi (inceniration), yaitu pembakaran langsung dengan menggunakan nyala api Bunsen (suhunya sekitar 350 derajat Celcius) dan dengan udara panas oven dengan temperatur yang berbeda-beda sesuai dengan merk dan tipe oven.
Sterilisasi panas basah memiliki faktor tambahan dalam hal sterilisasi, yaitu penggunaan uap air. Salah satu prakteknya adalah kalian merebus alat dan bahan yang telah dipakai pada kegiatan mikrobiologi, dengan tujuan membunuh semua mikroorganisme yang ada pada alat dan bahan tersebut agar tidak mengontaminasi lingkungan sekitar. Perebusan dapat dilakukan menggunakan air mendidih dengan suhu 100 derajat Celcius selama 10 menit. Hal tersebut cukup efektif untuk membunuh sel-sel vegetatif dan spora eukariot, namun tidak efektif untuk endospora bakteri. Sterilisasi panas basah digunakan untuk alat dan bahan yang sensitif panas.
Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf
Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf
Sterilisasi panas basah menggunakan temperatur di atas 100 derajat celcius dilakukan dengan menggunakan uap dengan bantuan autoklaf (gambar di atas). Prinsip kerja sterilisasi dari autoklaf adalah mempercepat proses koagulasi. Proses sterilisasi menggunakan autoklaf dapat membunuh mikroorganisme dengan cara mendenaturasi atau mengkoagulasi protein pada enzim dan membran sel mikroorganisme. Proses sterilisasi menggunakan autoklaf dapat membunuh endospora bakteri. Tipe-tipe autoklaf adalah portable bench top, gravity displacement, dan multicycle porous-load.


Faktor yang Mempengaruhi Resistensi Mikroorganisme terhadap Panas

Resistensi mikroorganisme terhadap panas bervariasi tergantung dari spesiesnya. Perbedaan ini dikenal dengan konsep thermal dead point (TDP), yaitu temperatur terendah dimana seluruh mikroorganisme pada suspensi cair akan mati dalam jangka waktu 10 menit.
Faktor lain yang perlu diperhatikan juga pada sterilisasi panas adalah thermal dead time (TDT), yaitu waktu minimal yang diperlukan oleh seluruh bakteri pada kultur cair untuk mati pada temperatur tertentu. Jadi, TDP dan TDT dapat dijadikan petunjuk yang sangat berguna untuk indikasi kekuatan perlakuan panas yang diperlukan untuk membunuh populasi mikroorganisme.
Konsep lain yang berhubungan dengan resistensi bakteri terhadap panas adalah decimal reduction time (DRT) atau nilai D (D value), yaitu waktu (menit) dimana 90% populasi mikroorganisme pada temperatur tertentu yang dicobakan akan terbunuh. DRT berguna pada industri pengalengan makanan. Nilai Z (Z value) adalah peningkatan temperatur yang diperlukan untuk menurunkan nilai D suatu organisme sebesar 90% (1 log cycle reduction).

Bagaimana pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan pada penggunaan autoklaf? Silahkan perhatikan tabel berikut.

Siklus standar autoklaf

Temperatur ('C) Waktu (menit) Tekanan (bar) Kesintasan Waktu Ekuivalen
115 30 0,7 1 dalam 10^4 60
121 15 1.0 1 dalam 10^8 15
126 10 1,4 1 dalam 10^16 4,7
134 3 2,0 1 dalam 10^32 0,8

Berasarkan tabel di atas, kalian dapat melihat bahwa temperatur, waktu, dan tekanan saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya.

Pengertian Sterilisasi dalam Mikrobiologi

Sterilisasi adalah proses yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi. Sterilisasi adalah proses menghilangkan segala jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah segala jenis mikroorganisme baik itu protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, dan virus yang terdapat pada suatu benda. Proses sterilisasi membutuhkan biocidal agent ataupun proses fisik untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme tersebut.

Sterilisasi harus diatur sedemikian rupa dan tepat untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme. Metode sterilisasi harus disesuaikan dengan target yang akan disterilisasi dan tipe mikroorganismenya. Zat kimia untuk sterilisasi disebut dengan sterilant.

Adapun istilah lainnya untuk sterilisasi adalah disinfeksi, yang artinya adalah proses pembunuhan atau penghilangan mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Zat disinfeksi disebut dengan disinfektan, yang biasanya terdiri dari zat kimiawi dan digunakan pada objek tak hidup. Salah satu contoh dari zat disifenktan adalah alkohol 70%.

Hal lainnya yang berhubungan dengan sterilisasi adalah sanitasi. Proses sanitasi adalah proses pengurangan atau reduksi populasi mikroorganisme sampai mencapai tingkatan yang dianggap aman oleh standar kesehatan masyarakat. Zat sanitasi disebut dengan sanitizer. Contoh sanitizer adalah zat yang digunakan untuk membersihkan tangan sebelum kalian makan.

Selanjutnya, proses yang masih berhubungan dengan sterilisasi adalah antisepsis. Antisepsis adalah proses pencegahan infeksi atau mematikan mikroorganisme dengan cara kimia. Zat antisepsis disebut dengan antiseptik. Proses ini tidak merusak jaringan inang dan tidak lebih toksik dari disinfektan. Antiseptik yang bersifat membunuh mikroorganisme umumnya memiliki nama akhiran -sida (cide). Contohnya adalah  germisida (germicide) yang dapat membunuh banyak patogen tetapi tidak berefek pada endospora bakteri, bakterisida, fungisida, algisida, dan virusida. Sedangkan antiseptik yang tidak bersifat membunuh mikroorganisme maka zat tersebut hanya berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroorganismenya saja, umumnya memiliki nama akhiran -statik (static). Contohnya dalah fungistatik dan bakteriostatik.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, setiap mikroorganisme memiliki sensivitas yang berbeda-beda terhadap metode sterilisasi. Misalnya endospora bakteri resisten (tahan) terhadap panas, iradiasi, dan detergen; virus tanpa envelope resisten terhadap pelarut organik dan detergen; mycoplasma dan virus tidak dapat dihilangkan dengan filter steril yang memiliki ukuran pori 0.2 um.

Hal-hal yang mempengaruhi efisiensi metode sterilisasi dan efektivitas agen mikroba adalah sebagai berikut 
  • Ukuran populasi mikroorganisme
  • Komposisi populasi mikroorganisme
  • Konsentrasi atau intensitas agen antimikroba
  • Lama paparan
  • Temperatur
  • Lingkungan sekitar

Metode sterilisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode sterilisasi fisik dan metode sterilisasi kimia. Metode sterilisasi fisik dilakukan dengan menggunakan panas (baik panas kering dan panas basah), radiasi dan filtrasi. Metode sterilisasi kimia dilakukan dengan menggunakan zat-zat kimia.
Sterilisasi fisik panas kering menggunakan Bunsen
Sterilisasi fisik panas kering menggunakan Bunsen

Cara Mengurangi Cahaya Layar Smartphone Android

Smartphone sudah berubah menjadi alat yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas manusia saat ini, Kemanapun mereka pergi, apapun yang mereka lakukan, pasti mereka akan sibuk atau bahkan tidak memperdulikan sekelilingnya apabila ada smartphone. Tidak salah jika ada beberapa gambar yang di-share media sosial untuk "menyindir" perilaku tersebut.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh semakin kompleksnya fungsi dari smartphone itu sendiri. Jika pada awalnya hanya untuk komunikasi, sekarang sudah menjadi alat yang sangat membantu pekerjaan manusia. Selanjutnya, hal lain yang mendukung smartphone sangat erat dengan kehidupan manusia adalah harga smartphone. Kita semua pasti tahu, sebelumnya harga smartphone itu sangat mahal, jadi hanya orang-orang tertentu yang memang perlu saja yang memiliki smartphone. Namun, dengan murahnya harga smartphone pada saat ini, masyarakat sudah mampu membeli smartphone yang terkadang fungsi yang dibutuhkan terlalu berlebihan untuk dimilikinya.
Di luar permasalahan yang telah saya uraikan di atas, saya sendiri tidak mempermasalahkan dengan penggunaan smartphone asal penggunaan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Setelah panjang lebar saya menjelaskan uraikan di atas, sebenarnya saya ingin membahas mengenai bagaimana caranya mengurangi cahaya dari layar smartphone pada penggunaan di ruang gelap atau malam hari. Seperti yang telah kalian ketahui, terutama yang sering mengotak-atik smartphone sebelum tidur, pasti merasa agak terganggu dengan layar smartphone yang terlalu terang. Hal tersebut masih terjadi walau "reading mode" bawaan smartphone sudah diaktifkan. Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui permasalahan tersebut?

Perbedaan cahaya layar smartphone normal, Bluelight filter bawaan smartphone diaktifkan, dan Twilight diaktifkan


Tampilan smartphone dengan Bluelight Filter bawaan smartphone diaktifkan
Tampilan smartphone dengan Bluelight Filter bawaan smartphone diaktifkan
Tampilan smartphone dengan aplikasi Twilight diaktifkan
Tampilan smartphone dengan aplikasi Twilight diaktifkan

Aplikasi Android untuk Mengurangi Cahaya Layar Smartphone

Seperti biasa, saya akan merekomendasikan beberapa aplikasi pihak ketiga, diantaranya adalah Twilight Pro Unlock, Bluelight Filter for Eye Care, dan Bluelight Filter - Night Mode. Aplikasi-aplikasi ini mampu mengurangi jumlah cahaya biru (bluelight) yang memancar dari smartphone kalian, sehingga mata kalian akan lebih nyaman untuk melihat layar smartphone di ruangan gelap.
Silahkan download lalu instal salah satu aplikasi di atas untuk mengurangi cahaya biru dari layar smartphone kalian. Semua aplikasi di atas adalah gratis. Akan tetapi dua diantaranya merupakan aplikasi in-app purchase. Berikut ini saya berikan beberapa screenshot smartphone saya yang menggunakan aplikasi Twilight Unlock Pro. Ya, Pro. Bukannya saya sombong karena beli aplikasi resmi, akan tetapi saya belinya saat aplikasi tersebut sedang diskon.

Demikianlah pembahasan saya mengenai bagaimana caranya mengurangi cahaya (biru) dari layar smartphone. Mungkin pada beberapa postingan selanjutnya, saya akan fokus terlebih dahulu mengenai pembahasan tentang mikrobiologi.

Cara Merekam Layar Smartphone Android

Perkembangan smartphone semakin hari semakin maju. Jika sebelumnya pengguna smartphone hanya bisa mengambil gambar layar smartphone-nya (screenshot), maka sekarang mereka dapat merekam kegiatan smartphone-nya (record). Pada awalnya, untuk merekam layar smartphone Android, pengguna harus melakukan rooting terlebih dahulu. Namun, seiring dengan perkembangannya, saat ini sudah tersedia aplikasi perekam layar smartphone Android tanpa perlu melakukan rooting.
Kegiatan merekam layar (record) smartphone ini sangat membantu bagi semua orang. Misalnya, seorang teknisi aplikasi android, dia dapat membuat video tutorial nya dan selanjutnya dapat disebarkan melalui media social. Merekam layar smartphone juga berguna bagi seorang mobile gamer. Kalian bisa melihat ribuan video di Youtube yang membahas mobile game.
Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas dua aplikasi Android yang dapat kalian gunakan untuk merekam layar smarphone. Kedua aplikasi tersebut terdiri satu aplikasi kategori in-app purchase dan satunya lagikategori 100% free. Aplikasi tersebut adalah AZ Screen Recorder dan Game Screen Recorder. AZ Screen Recorder merupakan aplikasi in-app purchase yang sering saya gunakan. Item yang dijual di dalam aplikasinya adalah unlock semua fitur AZ Screen Recorder, seperti dapat merekam wajah kita saat kita sedang merekam layar smartphone. Nah, karena saya tidak suka wajah diri saya sendiri ya saya tidak membeli item tersebut. Selanjutnya adalah Game Screen Recorder. Walaupun namanya Game Screen, kalian tetap bisa merekam yang bukan game, seperti aplikasi chatting, browser, dan lain-lain.
Pada pembahasan kali ini juga saya tidak mengupas bagaimana cara penggunaan aplikasi secara terperinci karena penggunaan software ini sangat mudah. Untuk itu, silahkan ikuti beberapa langkah berikut.

Cara Merekam (Screen Record) layar smartphone Android Menggunakan AZ Screen Recorder

  • Sebelumnya, kalian dapat mendownload aplikasi AZ Screen Recorder melalui link berikut
  • Buka aplikasi AZ Screen Recorder
  • Maka akan muncul smenu seperti gambar di bawah ini
Tampilan floating menu AZ Screen Recorder
Tampilan floating menu AZ Screen Recorder

  • Tombol merah berfungsi untuk merekam
  • Tombol hijau berfungsi untuk mengambil screenshot
  • Tombol gerigi untuk masuk ke setting AZ Screen Recorder
  • Tombol galeri
  • Terakhir tombol close app
  • Pada saat AZ Screen Recorder sedang aktif, maka akan muncul AZ Screen Recorder di Notification Bar kalian. Hal itu untuk memudahkan kalian dalam memulai dan berhenti proses perekaman
  • Setelah proses perekaman selesai, file hasil rekaman dapat kalian lihat di galeri

 Cara Merekam (Record Screen) layar smartphone Android Menggunakan Game Screen Recorder

  • Donwload aplikasi Game Screen Recorder melalui link berikut
  • Silahkan buka aplikasi Game Screen Recorder
  • Kalian akan melihat semua icon game yang telah terinstal di smartphone kalian. Untuk merekam aplikasi lain, cukup tekan desktop
  • Akan muncul menu untuk melakukan rekaman, silahkan tekan Start terlebih dahulu
Tampilan peringatan dari Game Screen Recorder
Tampilan peringatan dari Game Screen Recorder

  • Selanjutnya, kalian akan melihat floating button seperti gambar berikut. Floating button tersebut berfungsi untuk memulai dan mengakhiri proses perekaman layar smartphone kalian
  • Tekan stop pada floating button jika telah selesai
  • Setelah selesai, kalian dapat menonton hasil rekaman di galeri


Tips. Jika kalian ingin merekam gambar beserta suaranya, perhatikannlah keadaan disekitar kalian. Karena suara batuk kalian pun akan ikut terekam. Kecuali kalian memang ingin merekam gambar sekaligus suara kalian sendiri untuk memudahkan penontonya.
Contoh hasil rekaman menggunakan AZ Screen Recorder adalah sebagai berikut.